Emirsyah Satar – Sebagai millenial, tentu nama Emirsyah Satar masih terdengar asing bukan? Apalagi bagi generasi baby boomers yang lebih kecanduan dengan beragam istilah kebaratan dan drama Korea.
Namun bagi generasi sebelumnya, yang sudah memasuki usia 30 – 40 tahun an, tentu sangat mengenal kiprah dan sepak terjang Bapak Emir di ranah pekerjaannya.
Sobat Cahaya Islam, sosok Emirsyah Satar pernah menjadi seorang Dirut dan salah satu Bapak Ekonom Indonesia yang cukup berpengaruh.
Apa yang Menjadikan Bapak Emirsyah Satar dapat Menjadi Tersangka Korupsi?
Sobat Cahaya Islam, sebagai seorang muslim, terkadang tidak semua urusan dapat dipahami. Kendati media telah menyebutkan beragam motif mengapa Bapak Emirsyah Satar menjadi tersangka, namun hal tersebut tak menjadi sumber utama untuk menghakiminya.
Satu hal yang pasti dan ditegaskan oleh syariat yakni suatu pemahaman bahwa aktivitas korupsi merupakan suatu hal yang diharamkan dan dilarang.
Jika sudah dihukumi seperti itu, maka seorang muslim harus menghindarinya. Sebab hal ini dapat menjadikan mereka masuk dalam jebakan dosa.


Selain itu, korupsi juga merugikan masyarakat di keseluruhan wilayah negeri. Jika di dalam sistem peradilan Islam, tentu hukumannya akan membuat tersangka tersebut menjadi jera. Sebab peradilan Islam sangatlah bijak dan adil.
Hanya saja, jangan diartikan bahwa tukang korupsi nilainya sama dengan para pencuri. Justru koruptor lah yang dosanya sangat besar sebab tidak merugikan satu sampai beberapa orang saja namun sampai jutaan masyarakat.
Fenomena mewabahnya kasus korupsi memang menjadi catatan bagi negeri. Sebisa mungkin generasi harus sudah mulai membentengi diri agar tak sampai menjadi korban.
Namun nampaknya hal tersebut sangatlah susah. Sebab bisa jadi korupsi bukan hanya didukung oleh oknum namun juga sistem kehidupan yang serba materialistik dan bebas.
Padahal korupsi sendiri dilarang sebagaimaan firman Allah Ta’ala dalam surat Al Baqarah ayat 188 yakni :
وَلَا تَأْكُلُوْٓا اَمْوَالَكُمْ بَيْنَكُمْ بِالْبَاطِلِ وَتُدْلُوْا بِهَآ اِلَى الْحُكَّامِ لِتَأْكُلُوْا فَرِيْقًا مِّنْ اَمْوَالِ النَّاسِ بِالْاِثْمِ وَاَنْتُمْ تَعْلَمُوْنَ ࣖ
Artinya : Dan janganlah kamu makan harta di antara kamu dengan jalan yang batil, dan (janganlah) kamu menyuap dengan harta itu kepada para hakim, dengan maksud agar kamu dapat memakan sebagian harta orang lain itu dengan jalan dosa, padahal kamu mengetahui.
Tips Menghindari Kehidupan Bergaya Bebas
Dalam kehidupan serba bebas seperti sekarang, sangat penting bagi generasi untuk melakukan penyaringan. Sebab tidak semua aktifitas dapat dijalankan oleh seorang muslim. Salah satunya korupsi tersebut.
Selain itu, anda yang lebih mengetahui dan memahami kondisi kehidupan sekarang, juga harus bersikap lebih tegas dan melakukan beberapa upaya.
1. Mencari Kawan Sholih


Hal pertama yang bisa anda lakukan agar terhindar dari kehidupan bebas yakni dengan mencari lingkungan pertemanan yang sholih. Lingkungan ini tentu tak mudah didapat.
Maka dari itu, anda harus gencar mencari. Cobalah untuk mencari lingkungan pada sebuah komunitas yang gencar menyerukan dakwah dan melakukan pembinaan Islam secara intensif.
2. Mengkaji Islam
Seorang teman yang baik, tentu akan mengarahkan anda untuk mempelajari Islam semakin dalam.
Bukan berarti anda akan menjadi radikal, namun mendalami Islam sangat penting agar anda dapat dengan mudah melakukan beragam kegiatan berdasar hukum kebolehannya. Mengkaji bisa dilakukan dengan siapapun.
Namun anda harus tetap memastikan agar anda mendapatkan seorang guru. hindari mempelajari agama secara otodidak sebab bisa jadi anda akan semakin tersesat. Hal ini sebagaimana firman Allah Ta’ala dalam surat Al Mujadalah ayat 11 yakni :
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِذَا قِيْلَ لَكُمْ تَفَسَّحُوْا فِى الْمَجٰلِسِ فَافْسَحُوْا يَفْسَحِ اللّٰهُ لَكُمْۚ وَاِذَا قِيْلَ انْشُزُوْا فَانْشُزُوْا يَرْفَعِ اللّٰهُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مِنْكُمْۙ وَالَّذِيْنَ اُوْتُوا الْعِلْمَ دَرَجٰتٍۗ وَاللّٰهُ بِمَا تَعْمَلُوْنَ خَبِيْرٌ
Artinya : Wahai orang-orang yang beriman! Apabila dikatakan kepadamu, “Berilah kelapangan di dalam majelis-majelis,” maka lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan, “Berdirilah kamu,” maka berdirilah, niscaya Allah akan mengangkat (derajat) orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat. Dan Allah Mahateliti apa yang kamu kerjakan.
Nah Sobat Cahaya Islam demikian ulasan berkaitan dengan Bapak Emirsyah Satar dan beberapa tips agar tak terjebak pada gemerlapnya dunia. Semoga bermanfaat.
































