TNI Tendang Pemotor, Viral di Sosial Media! Apa Alasannya?

0
192
TNI tendang pemotor

TNI tendang pemotor – Sebuah video singkat yang menunjukkan aparat negara berhasil menghebohkan sosial media. Dalam hal ini beredar sebuah video yang menunjukkan seorang TNI tendang pemotor menjadi viral di sosial media. Sebab sikapnya dianggap tidak mencerminkan bahwa dirinya adalah anggota keamanan negara.

Video tersebut direkam oleh seorang pengemudi mobil yang melihat secara langsung kejadian itu. Dalam video singkat itu terlihat seorang laki-laki berseragam TNI menendang seorang pemotor ibu-ibu yang sedang membonceng anaknya.

Setelah itu, video tersebut beredar dan membuat pihak terkait melakukan penyelidikan tentang siapa yang mengendarai motor tersebut. Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara, Marsekal Pertama Indan Gilang mengakui bahwa oknum tersebut merupakan anggota TNI AU, Praka ANG.

Seorang TNI yang harusnya melindungi dan mengayomi masyarakat, faktanya malah melakukan tindak kekerasan seperti itu. Alhasil adanya video tersebut membuat netizen merasa geram dan hilang simpati kepada pihak terkait. Jelas ini sangat merugikan banyak orang dalam pihak tersebut.

Fakta Kejadian TNI Tendang Pemotor

Sobat Cahaya Islam, dari kejadian TNI tendang pemotor ini, ada sebuah fakta yang harus kita ketahui. Hal ini membantu kita untuk mendapatkan informasi lebih lanjut tentang kasus tersebut.

1.      Kronologi Kejadian

Kejadian tersebut melibatkan seorang ibu-ibu bernama Sri Dewi Kemuning dan Praka ANG yang sedang mengendarai motor secara beriringan. Namun, Sri mengerem secara mendadak, membuat motor Praka ANG yang ada di belakangnya pun menabrak motor Sri.

TNI tendang pemotor

Saksi mengatakan jika Sri pun tidak sengaja mengerem secara mendadak, ada motor lain yang melakukan pengereman di depannya. Dari peristiwa tersebut terjadilah adu dialog antara Praka ANG dan Sri Dewi Kemuning.

Setelah adu dialog tersebut, terlihatlah Praka ANG yang melakukan penendangan kepada motor Sri Dewi Kemuning. Saksi yang merekam kejadian itu menyebarkan pada bagian ini dan membuat media sosial ramai.  

Netizen menilai perlakuan Praka ANG tidaklah pantas, seharusnya masalah seperti itu bisa diselesaikan secara baik-baik. Sebagai sesama makhluk hidup, kita tidak boleh melakukan hal tersebut. Apalagi seorang laki-laki yang kasar dengan seorang perempuan. Islam mengajarkan kita untuk berperilaku lembut dan baik kepada sesama kita.

اِنْ اَحْسَنْتُمْ اَحْسَنْتُمْ لِاَنْفُسِكُمْ ۗوَاِنْ اَسَأْتُمْ فَلَهَاۗ فَاِذَا جَاۤءَ وَعْدُ الْاٰخِرَةِ لِيَسٗۤـُٔوْا وُجُوْهَكُمْ وَلِيَدْخُلُوا الْمَسْجِدَ كَمَا دَخَلُوْهُ اَوَّلَ مَرَّةٍ وَّلِيُتَبِّرُوْا مَا عَلَوْا تَتْبِيْرًا

Artinya:

‘Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik untuk dirimu sendiri. Dan jika kamu berbuat jahat, maka (kerugian kejahatan) itu untuk dirimu sendiri. Apabila datang saat hukuman (kejahatan) yang kedua, (Kami bangkitkan musuhmu) untuk menyuramkan wajahmu lalu mereka masuk ke dalam masjid (Masjidil Aqsa), sebagaimana ketika mereka memasukinya pertama kali dan mereka membinasakan apa saja yang mereka kuasai.’ (QS Al-Isra:7)

2.      Permohonan Maaf Pihak TNI AU

Panglima TNI Laksamana Yudo Margono menyampaikan permintaan maafnya atas nama segenap Prajurit TNI kepada seluruh masyarakat. Mereka meminta maaf karena salah satu anggota mereka telah menampilkan perlakuan yang tidak benar.

TNI tendang pemotor

Tidak hanya itu, pihak TNI AU pun menemukan korban dan menyampaikan permintaan maafnya secara langsung. Keluarga Sri Dewi Kemuning pun tidak memperpanjang masalah, mereka telah memaafkan perlakuan oknum TNI tersebut.

Sebagai sesama manusia kita sudah seharusnya saling memaafkan, apalagi atas kejadian yang tidak terduga seperti itu. Islam mencintai perdamaian, maka saling memaafkan adalah kunci dari kedamaian tersebut.

خُذِ الْعَفْوَ وَأْمُرْ بِالْعُرْفِ وَاَعْرِضْ عَنِ الْجَاهِلِيْنَ

Artinya:

‘Jadilah pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang makruf, serta jangan pedulikan orang-orang yang bodoh.’ (QS. Al-A’raf:199)

3.      Hukuman Untuk Oknum TNI

Atasannya memberikan hukuman pada Praka ANG yang telah bertindak arogan pada Sri Dewi Kemuning di jalan raya. Maka, dia pun harus menerima konsekuensi dari apa yang telah dia lakukan.

Tanggung jawab adalah sikap dasar yang harus dilakukan oleh setiap orang. Apa yang dilakukan harus dipertanggungjawabkan dengan baik. Bukan hanya kepada sesama kita, tetapi juga kepada Tuhan.

Itulah beberapa fakta dari kejadian TNI tendang pemotor ibu-ibu. Adanya kejadian ini bisa menjadi pelajaran untuk kita semua agar lebih berhati-hati dan lebih tenang saat menghadapi masalah di jalanan.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY