Protes di Nigeria Diwarnai Dengan Tindakan Penjarahan, Bagaimana Islam Mengatur Hukum Penjarahan?

0
120
Protes di Nigeria Diwarnai Penjarahan

Protes di Nigeria – Beberapa waktu lalu terjadi protes besar-besar dimana rakyat Nigeria yang didominasi dengan anak-anak muda meminta Unit Satgas Anti-Pencurian Khusus (Sars) untuk dibubarkan. Namun kabarnya demonstrasi ini justru dibajak oleh sekelompok kriminal dan mengambil alih tempat-tempat umum. Dan akibatnya dari protes besar-besaran ini banyak terjadi penjarahan di toko-toko, tempat perbelanjaan, gudang untuk penyimpanan hingga tempat bisnis politisi juga ikut dijarah. Belum lagi properti dirusak, gedung-gedung dibakar dan penjarapun diserang.

Protes di Nigeria Diwarnai Penjarahan

Protes yang terjadi di Nigeria karena permintaan pembubaran Unit Sars yang bahkan berlanjut hingga permintaan reformasi yang lebih luas. Ini menyebabkan banyak kerusakan, penjarahan bahkan juga memakan korban. Gudang penyimpanan makanan milik pemerintah di Bukuru, dekat pusat kota Jos pun juga ikut dijarah. Lalu bagaimana sebenarnya hukum penjarahan dalam pandangan islam?

Protes di Nigeria Diwarnai Penjarahan, Begini Islam Mengatur Tentang Hukum Penjarahan

Protes di Nigeria Diwarnai Penjarahan dan Begini Hukumnya Menurut Islam

Protes di Nigeria diwarnai dengan penjarahan hingga kekerasan yang menyebabkan korban jiwa. Tentu saja hal ini merupakan tindakan yang sudah menyimpang dari ajaran islam, jika dikaji dalam pandangan islam. Bagaimanapun, menyuarakan pendapat ataupun demonstrasi bukan membenarkan tindak kekerasan apalagi hingga menyebabkan adanya korban jiwa. Lalu apakah penjarahan dalam aksi protes seperti ini diperbolehkan dalam hukum islam?

Dalam ajaran islam, melakukan perbuatan seperti kekerasan, penjarahan tentu saja tidak dibenarkan. Apalagi dalam rangka untuk melakukan protes terhadap pemerintahan. Islam sendiri sudah mengatur bagaimana untuk menyuarakan pendapat atau melakukan demonstrasi dengan cara yang baik. Itu artinya ada adab dan etika secara islam yang harus diperhatikan sebelum melakukan sebuah tindakan. Tindakan penjarahan yang tidak berdasar pun tidak dibenarkan dalam hukum islam, ini bisa jadi perbuatan mencuri lho.

Lalu adakah penjarahan yang diperbolehkan dalam hukum islam?

Penjarahan Yang Diperbolehkan Dalam Hukum Islam, Apa Itu?

Protes di Nigeria Diwarnai Penjarahan dan Ini Hukumnya Dalam Islam

Penjarahan dan mencuri sebenarnya adalah perbuatan yang nyaris sama. Penjarahan sama dengan mengambil harta benda yang bukan miliknya. Namun sobat CahayaIslam, terdapat kaidah yang mengatakan hukuman had, digugurkan karena alasan syubhat. Ini artinya, ada beberapa perkara yang dari haram menjadi diperbolehkan dengan alasan tertentu.

إِنَّمَا حَرَّمَ عَلَيْكُمُ الْمَيْتَةَ وَالدَّمَ وَلَحْمَ الْخِنْزِيرِ وَمَا أُهِلَّ بِهِ لِغَيْرِ اللَّهِ ۖ فَمَنِ اضْطُرَّ غَيْرَ بَاغٍ وَلَا عَادٍ فَلَا إِثْمَ عَلَيْهِ ۚ إِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ

Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan bagimu bangkai, darah, daging babi, dan binatang yang (ketika disembelih) disebut (nama) selain Allah. Tetapi barangsiapa dalam keadaan terpaksa (memakannya) sedang dia tidak menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas, maka tidak ada dosa baginya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Dalam ayat diatas dijelaskan bahwasanya dalam suatu kondisi, hukum memakan bangkai atau sesuatu yang harusnya diharamkan bisa menjadi diperbolehkan dengan alasan yang tepat. Seperti halnya dengan tindakan penjarahan, jika penjarahan dilakukan tanpa dasar atau hanya sekedar untuk mencari keuntungan. Tentu saja ini haram hukumnya, karena sama dengan mencuri. Namun penjarahan diperbolehkan dalam hukum islam, jika dilakukan dalam kondisi adanya bencana alam yang menyebabkan kelaparan.

Protes di Nigeria – diwarnai dengan penjarahan hingga kekerasan tentu saja bukan perbuatan yang diperbolehkan dalam islam. Namun terlepas dari haramnya penjarahan dalam hukum islam, terdapat suatu kondisi dimana penjarahan diperbolehkan untuk dilakukan.


Catatan Kaki:

(1) – Surat Al-Baqarah Ayat 173

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY