Guru Besar UGM Meninggalkan Duka untuk Keluarga

0
106

Guru Besar UGM – Meninggalnya Guru Besar UGM tentu saja membuat keluarga besar UGM merasa terpukul. Selain itu, UGM kini semakin memperketat aturan agar aktifitas dikampus benar-benar dibatasi sehingga penularan virus corona ini tidak semakin menyebar.

Profesor dinyatakan Positif Covid 19 dan kemudian sempat dirawat selama 9 hari hingga akhirnya meninggal dunia. Virus ini menyerang paru-paru hingga menyebabkan kesulitan bernafas. Apabila daya tahan tubuh rendah maka penyakit akan semakin leluasa untuk menyerang organ yang ada di dalam tubuh.

Ajal Tidak Pernah Ada yang Tahu

Korban yang meninggal akibat terpapar virus corona di Indonesia hingga saat ini telah mencapai sekitar 55 orang. Kemungkinan angka ini masih terus bertambah apabila tidak segera dilakukan tindakan yang lebih serius. Penyebaran virus yang cepat seharusnya disadari oleh setiap warga masyarakat. Dengan membatasi aktifitas dan berada di rumah bisa menjadi bentuk pencegahan yang efektif. Namun memang pada kenyataannya hingga saat ini masih banyak orang yang melakukan aktifitas seperti bekerja karena demi untuk menyambung hidup.

Banyak yang beranggapan bahwa virus corona tidak akan dapat membayakan jika Allah tidak menghendaki. Hal itu memang benar namun kita pelru waspada dan juga paham bahwa tawakal itu sangat berbeda dengan takabur. Jikalau memang harus tetap bekerja maka tetap harus menjaga jarak dan lakukan pencegahan sebisa mungkin seperti menggunakan sanitizer, masker, selalu menjaga kebersihan, mengkonsumsi makanan sehat dan lain sebagainya.

Ajal memang tidak pernah ada yang tahu kapan datangnya. Namun Rasulullah telah menghimbau jika ada wabah diseuatu tempat maka janganlah mendatangi tempat tersebut. serta bagi yang berada di tempat munculnya wabah janganlah pergi atau keluar dari wilayah tersebut. Dengan demikian maka penyebaran virus dapat dibatasi.

“Umar sedang dalam perjalanan menuju Syam, saat sampai di wilah bernama Sargh. Saat itu Umar mendapat kabar adanya wabah di wilayah Syam. Abdurrahman bin Auf kemudian mengatakan pada Umar jika Nabi Muhammad SAW pernah berkata, “Jika kamu mendengar wabah di suatu wilayah, maka janganlah kalian memasukinya. Tapi jika terjadi wabah di tempat kamu berada, maka jangan tinggalkan tempat itu.” (HR Bukhori).

Betapa Rasulullah sudah memberikan pesan isolasi sejak seribu tahun lalu dan kita sebagai umat muslim hanya perlu untuk mengikutinya. Takabur adalah merasa aman tanpa melakukan usaha. Diibaratkan seperti sudah tahu itu racun kenapa masih diminum, sudah athu itu duri kenapa diinjak. Allah tidak akan merubah keadaan suatu kaum jika kaum tersebut tidak berusaha.

Seobat cahaya Islam, kita sebaiknya tahu perbedaan antara tawakal dan takabur. Jangan sampai kita menjadi orang yang egois hingga nantinya merasakan sendiri akibatnya.

Jangan remehkan virus corona

Sobat cahaya islam, meremehkan virus corona bisa menjadi pintu lebar bagi pennyebaran virus yang semakin luas. Kita perlu belajar dari Italia, Spanyol dan negara lainnya yang memang kini sudah sangat kewalahan menangani penderita corona yang begitu banyak. Ketersediakan peralatan medis, tenaga medis, obat-obatan, dan berbagai kebutuhan lainnya menjadikan negara ini kian terpuruk. Dalam satu hari saja korban yang meninggal bisa mencapai 600 orang lebih akibat pandemic covid-19 ini.

Setelah meninggalnya Guru Besar UGM dan bnyak pasien corona lainnya, Indonesia harus lebih waspada dan semakin serius untuk mencegah penyebaran virus berbhaya ini. jangan sampai virus semakin meluas hingga semakin sulit untuk dipadamkan. Semoga Allah menjaga kita dan mengampuni kita. Hal yang terpenting saat ini yang bisa kita lakukan adalah banyak memohon ampun kepada Allah dan berikhtiar agar wabah ini segera diangkat.

TIDAK ADA KOMENTAR

Ikut Berkomentar Yuk!