Kenali Perbedaan Ghibah dan Namimah dalam Islam

0
265
ghibah dan namimah

Ghibah dan namimah – Pernahkah mendengar perbedaan antara ghibah dan namimah? Sebab dalam kehidupan sehari – hari, seringkali keduanya hampir sama definisinya. Padahal, jelas keduanya berbeda.

Sobat Cahaya Islam, agar khazanah dalam diri semakin meluas, maka alangkah baiknya bila umat dalam memberikan perbedaan antara ghibah dan namimah. Lantas, bagaimana memaknai dan menyikapi keduanya? Simak ulasan di bawah ini!

Memaknai Ghibah dan Namimah dalam Kehidupan

Agar umat terhindar dari dosa dan salah pemaknaan, maka penting mendefinisikan ghibah dan namimah dengan benar.

Dalam Islam, ghibah bisa dibahasakan dengan aktivitas menggosip tanpa adanya tujuan untuk merusak persahabatan maupun kekeluargaan diantara mereka.

Sedangkan namimah dibahasakan dengan adu domba dimana menceritakan kejelekan atau keburukan orang lain.

ghibah dan namimah

Tujuan dari namimah malah ingin menjatuhkan atau merusak citra orang yang diburukan. Kedua aktivitas ini sama – sama dilaukan manakala orang yang dibicarakan tidak ada di sekitar mereka. Naudzubillah.

Kedua aktivitas ini tentu bukan apa yang Rasulullah ajarkan pada umatnya. Malah umat Islam diminta untuk saling menyayangi antar sesamanya.

Hanya saja, terkadang rasa keingintahuan yang amat besar dan diselingi kebencian menjadikan ghibah dan namimah kerap hadir dalam diri.

Oleh karena itu, umat Islam perlu senantiasa untuk mendekatkan diri pada Allah Ta’ala. Misalnya dengan memperbanyak dzikir, sholawat dan utamanya berdo’a.

Selain itu, penting bagi umat untuk memaknai era kecanggihan teknologi dengan bijak. Jangan sampai padatnya informasi dan akses yang bebas menjadikan umat tak mampu membendung nafsu.

Sebab sebagian besar sosial media malah menjadi platform yang sangat berpengaruh dalam memunculkan ghibah dan namimah. Lantas, bagaimana cara umat untuk menghindarinya?

Cara Menghindarkan Diri dari Ghibah dan Namimah

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan umat untuk terhindar dari ghibah dan namimah. Beberapa diantaranya yakni sebagai berikut :

1.    Berkumpul dengan Orang Shalih

Hal pertama yang perlu dilakukan yakni dengan menggabungkan diri pada perkumpulan orang – orang shalih. Misalnya, dengan mengikuti remaja masjid.

Di zaman canggih seperti sekarang, banyak informasi kajian yang bisa diikuti. Selain gratis, umat juga akan mendapat peluang untuk menjadi hamba Allah yang terbaik. Ditambah, mencari ilmu sama halnya dengan menambah ketaqwaan dalam diri. Hal ini sebagaimana firman Allah Ta’ala dalam surat Al Mujadilah ayat 11 yakni :

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِذَا قِيْلَ لَكُمْ تَفَسَّحُوْا فِى الْمَجٰلِسِ فَافْسَحُوْا يَفْسَحِ اللّٰهُ لَكُمْۚ وَاِذَا قِيْلَ انْشُزُوْا فَانْشُزُوْا يَرْفَعِ اللّٰهُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مِنْكُمْۙ وَالَّذِيْنَ اُوْتُوا الْعِلْمَ دَرَجٰتٍۗ وَاللّٰهُ بِمَا تَعْمَلُوْنَ خَبِيْرٌ

Artinya : Wahai orang-orang yang beriman! Apabila dikatakan kepadamu, “Berilah kelapangan di dalam majelis-majelis,” maka lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan, “Berdirilah kamu,” maka berdirilah, niscaya Allah akan mengangkat (derajat) orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat. Dan Allah Mahateliti apa yang kamu kerjakan.

2.    Tidak Mengikuti Pembicaraan yang Serius

Hal selanjutnya yakni dengan tidak mengikuti pembicaraan yang serius apalagi yang menjurus ke arah pergosipan.

Sebab di era serba canggih seperti sekarang, umat harus senantiasa waspada dengan informasi yang menjadikan lisan dan hati mudah untuk ikut arus ghibah. Naudzubillah.

ghibah dan namimah

Maka dari itu, Allah berfirman di dalam Alqur’an agar umat sennatiasa mengucapkan hal – hal yang baik. Sebagaimana dalam surat Al Ishra ayat 53 yakni :

وَقُلْ لِّعِبَادِيْ يَقُوْلُوا الَّتِيْ هِيَ اَحْسَنُۗ اِنَّ الشَّيْطٰنَ يَنْزَغُ بَيْنَهُمْۗ اِنَّ الشَّيْطٰنَ كَانَ لِلْاِنْسَانِ عَدُوًّا مُّبِيْنًا

Artinya : Dan katakanlah kepada hamba-hamba-Ku, “Hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang lebih baik (benar). Sungguh, setan itu (selalu) menimbulkan perselisihan di antara mereka. Sungguh, setan adalah musuh yang nyata bagi manusia.

3.    Menjadi pribadi yang Produktif

Hal selanjutnya yakni menjadikan diri sebagai pribadi yang produktif. Semakin banyak hal yang dikerjakan, maka semakin baik pula manajemen waktu yang dimiliki. Sehingga umat tidak akan merasa gabut dan ikut terarus dalam gosip. Menjadi produktif sendiri

Nah Sobat Cahaya Islam, demikianlah ulasan yang berkaitan dengan ghibah dan namimah dan cara untuk menghindarinya. Semoga ulasannya bermanfaat.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY