Tayangan Mistik dan Kekosongan Rohani

0
22
tayangan mistik

Berita IslamiAssalamualaikum sobat chayaislam, kali ini kamu ingin membahas dakwah islam mengenai tayangan mistik yang sedang ramai dan juga apa sih hubungannya dengan kekosongan rohani? yuk simak penjelasannya. Hal-hal mistik seolah memiliki daya tarik tersendiri bagi siapapun dan kapan pun. Bahkan di zaman modern seperti sekarang pun hal-hal mistik tetap disukai.

Tayangan Mistik dan Kekosongan Rohani

Abad teknologi yang konon meninggikan rasio di atas segalanya ternyata tidak bisa menghapus daya tarik hal-hal mistik sama sekali. Keduanya justru berjalan berdampingan. Contoh yang paling mudah bisa dilihat dalam tayangan televisi. Televisi adalah salah satu produk teknologi canggih. Kemudian kita temukan pula bahwa alih-alih menayangkan dakwah islam, televisi lebih suka menayangkan tayangan-tayangan mistik.

Ini merupakan fenomena yang menyedihkan, sobat cahayaislam. Betapa tidak, fakta bahwa tayangan-tayangan mistik banyak ditemukan di televisi membuktikan bahwa rating penontonnya tinggi. Stasiun televisi jelas merupakan satu bisnis media komunikasi. Mereka hanya akan menayangkan satu tayangan ketika memang tayangan tersebut memiliki banyak peminat. Fakta bahwa tayangan mistik ternyata banyak diminati orang membuktikan apa yang tadi sudah diungkapkan di awal, bahwa memang daya tarik hal-hal mistik belum bisa sepenuhnya dilenyapkan oleh dakwah islam.

Tayangan Mistik dan Tauhid

Apa yang paling berbahaya dari tayangan mistik adalah rusaknya tauhid. Pondasi dakwah islam adalah tauhid, mengesakan Tuhan. Tuhan dalam Islam adalah yang paling tinggi, sebagaimana hal tersebut diungkapkan juga dalam syahadat yang menjadi pernyataan keislaman. Di dalam ajaran agama Islam, tauhid adalah ajaran pertama yang harus dipahami oleh umat Islam. Baru setelah itu praktik ibadah dan akhlak. Pondasi ini kemudian digempur habis-habisan dengan adanya tayangan-tayangan mistik.

Mengapa demikian? Karena sobat cahayaislam bisa bayangkan bahwa ketika banyak menonton tayangan seperti itu, apa yang biasanya muncul adalah rasa takut. Ketakutan akan makhluk-makhluk halus kemudian akan semakin meninggi semakin sering kita menontonnya.

Pada akhirnya, rasa takut terhadap Tuhan akan dikalahkan oleh rasa takut terhadap makhluk halus. Jika sudah demikian, konsep tauhid pun runtuh, digantikan oleh ketakutan yang tak beralasan terhadap makhluk halus. Padahal dalam dakwah islam yang bersumber dari Alquran sendiri sudah dijelaskan bahwa manusia adalah makhluk yang lebih tinggi daripada makhluk-makhluk semacam itu, sebagaimana disiratkan dalam kisah Nabi Adam:

وَإِذْ قُلْنَا لِلْمَلَائِكَةِ اسْجُدُوا لِآدَمَ فَسَجَدُوا إِلَّا إِبْلِيسَ أَبَىٰ وَاسْتَكْبَرَ وَكَانَ مِنَ الْكَافِرِينَ

Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: “Sujudlah kamu kepada Adam,” maka sujudlah mereka kecuali Iblis; ia enggan dan takabur dan adalah ia termasuk golongan orang-orang yang kafir. [1]

Tayangan Mistik dan Ilusi

Efek lain yang juga buruk dari tayangan-tayangan mistik adalah pemahaman kita soal ilusi dan realitas yang menjadi terbalik. Tayangan semacam itu membuat kita membayangkan hal yang tidak ada. Dalam ilmu psikologi, hal semacam itu bahkan dalam kondisi yang parah bisa menjadi schizophrenia, di mana orang sudah tidak bisa lagi membedakan antara ilusi dengan realitas.

Tak ada dakwah islam yang mengajarkan umat manusia untuk lari dari realitas, justru tayangan-tayangan semacam itulah yang kemudian mengajarkan itu. Ironisnya, tayangan-tayangan semacam itu pun seringkali hanya tipuan-tipuan belaka. Umat Islam Indonesia sudah saatnya waspada terhadap trik-trik dukun-dukun modern semacam itu. Mereka sebenarnya hanya dimanfaatkan untuk berbisnis melalui menipu sesama manusia.

Pertanyaannya kemudian, apa yang harus kita lakukan untuk menangkalnya, sobat cahayaislam? Pertama-tama jelas kita harus membentengi diri kita dengan ketauhidan yang kuat. Jika hal itu sudah dilakukan, kita jelas harus mempergencar dakwah islam.

Selain bisa dilakukan dengan mengusulkan tayangan-tayangan lain yang lebih mendidik dan sesuai dengan ajaran islam, hal itu juga bisa dilakukan secara sederhana dengan mengajak orang-orang di sekitar kita untuk menjauhi tayangan-tayangan semacam itu. Kita jelas mengakui bahwa Allah memang menciptakan makhluk-makhluk halus, tetapi hal itu tidak berarti bahwa kita harus takut terhadap mereka. Yang harus kita takuti sebagai hamba Allah hanyalah Allat SWT semata.


Catatan Kaki

[1] Q.S. Al-Baqarah (2) ayat 34

TIDAK ADA KOMENTAR

Ikut Berkomentar Yuk!