Cita-Citata Batal Nikah, Sebaiknya Muslimah Tahu Persiapan Menikah yang Benar

0
27

Cita-citata Batal Nikah – Berita terhangat datang dari seorang pedangdut Indonesia, Cita Citata. Cita-citata batal nikah dengan calon suaminya. Padahal seluruh biaya pernikahan sudah dilunasi 100%. Tidak diketahui alasan mengapa dia dan calon suaminya tidak jadi melaksanakan pernikahan yang laksananya akan digelar pada Agustus 2020. Citata telah mengembalikan cincin pernikahannya kepada tunangannya melalui orang tua dia.

Belajar dari Kasus Cita-Citata Batal Nikah

Pernikahan memang anjuran dari Rasulullah Saw. Dalam Islam pernikahan disebut sebagai penyempurna agama. Jadi apabila seseorang telah menikah berarti dia telah menyempurnakan setengah agamanya. Pernikahan hendaknya menjadi sebuah hubungan yang membuat bagi laki atau perempuan menjadi lebih taat kepada Allah, bukan sebaliknya.

Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu,  ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِذَا تَزَوَّجَ العَبْدُ فَقَدْ كَمَّلَ نَصْفَ الدِّيْنِ ، فَلْيَتَّقِ اللهَ فِي النِّصْفِ البَاقِي

Jika seseorang menikah, maka ia telah menyempurnakan separuh agamanya. Karenanya, bertakwalah pada Allah pada separuh yang lainnya.” (HR. Al Baihaqi dalam Syu’abul Iman. Dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam As Silsilah Ash Shahihah no. 625)

Untuk mencapai pernikahan yang barokah dan sakinah, tentu pertama harus mempersiapkan persiapan menikah yang sesuai syariat Islam tentunya. Kasus cita Citata batal nikah hendaknya menjadi pelajaran bagi muslimah. Terutama dalam hal menyiapkan pernikahan pernikahan harus disiapkan secara baik dan benar. Berikut ini adalah hal-hal yang yang perlu dipersiapkan oleh muslimah sebelum menikah.

Niatkan dengan Tulus

Seseorang yang akan menikah harus dilandasi dengan niat yang tulus. Niatkan menikah sebagai bentuk ibadah kepada Allah dan untuk menjalankan sunnah Rasulullah Saw. Dengan niat yang tulus untuk mendapatkan cinta Allah maka pernikahan nantinya akan menjadi sebuah pernikahan yang sakinah. Pernikahan barokah baik adalah pernikahan yang memiliki visi dan misi untuk akhirat.

Nikah yang diniati bukan untuk beribadah kepada Allah tidak akan membawa kebahagiaan dunia akhirat. Ujung-ujungnya pernikahan tersebut bukan membuat makin dekat kepada Allah tapi malah membuat semakin jauh dari Allah. Contohnya banyak, menikah karena menginginkan harta, menikah untuk mendapatkan popularitas, menikah hanya untuk memenuhi syahwat, dan lain sebagainya.

Ta’aruf

Taaruf ya lah proses mengenal atau berkenalan dengan seseorang tanpa melanggar syariat Islam. Taaruf juga merupakan istilah mengenal seluk-beluk seseorang yang ingin dijadikan pasangan untuk menikah. Biasanya, seseorang yang ingin menikahi seseorang harus melawati proses ta’aruf.

Ta’aruf bisa menghindarkan seseorang dari segala macam zina. Taaruf sebelum menikah harus melalui perantara, baik teman atau saudara. Karena memang dalam ta’aruf baik laki-laki atau perempuan tidak boleh bertemu langsung tanpa didampingi oleh orang lain.

Fokus memperbaiki akhlak dan mengamalkan sunnah

Bagi yang ingin menikah sebaiknya fokus dalam memperbaiki akhlak serta mengamalkan sunnah Rasulullah. Akhlak karimah atau akhlak yang baik menjadi modal untuk membina rumah tangga  sakinah. Tanpa akhlak yang baik mustahil sebuah pasangan suami istri bisa membangun keluarga yang diidam-idamkan.

Selain itu sobat cahaya Islam dalam hal mempersiapkan menikah agar mulai mengamalkan sunnah-sunnah Rasulullah. Rasulullah merupakan contoh dan suri tauladan bagi seluruh umat manusia khususnya umat muslim sebagai umat beliau.

Mengamalkan sunnah-sunnah beliau akan membawa manfaat yang besar sekali dalam membina rumah tangga sakinah. Meliputi, cara mendidik anak sesuai sunnah Rasulullah, dan cara untuk membuat keluarga menjadi lebih harmonis.

Saat akan mempersiapkan pernikahan, sebagai manusia kita hanya bisa berdoa, berikhtiar dan berusaha agar pernikahan terwujud dengan lancar dan diridhoi allah. Cita-Citata batal Nikah merupakan kehendak dari Allah.

Jika allah tidak menghendaki pernikahannya, mungkin itu keputusan yang terbaik dari Allah. sebagai manusia yang bisa dilakukan adalah instropeksi seraya mendekatkan diri kepada Allah dengan menjalankan syariat dan menjauhi laranganNya.

TIDAK ADA KOMENTAR

Ikut Berkomentar Yuk!