Cerita Hikmah Tentang Rahmat Allah: Kisah Pemuda Ahli Ibadah yang Menolak Masuk Surga

0
9341

Sadar atau tidak sadar, tidak peduli siapapun anda dan bagaimana cara anda hidup, kehidupan kita selalu dipenuhi dengan rahmat dan anugerah dari Allah. Oleh karena itulah, tim Cahayaislam tidak jemu-jemu senantiasa menyinggung perkara pentingnya bersyukur kepada Allah SWT atas banyaknya pemberian-pemberian yang telah dianugerahkan kepada kita semua. Pada kesempatan kali ini, kami akan menukil sedikit cerita hikmah tentang Rahmat Allah yang kami dapatkan dari Hadits Sahih Muslim.

 

Seorang ahli ibadah dan ketekunannya dalam ibadah selama 500 tahun

Dalam cerita yang diambil dari hadits Muslim diatas dijelaskan bahwasanya Rasulullah telah mendengar sebuah kisah dari Jibril tentang seorang ahli ibadah yang menghabiskan lima ratus tahun hidupnya untuk mengabdikan diri beribadah kepada Allah disebuah puncak gunung. Tempat dia tinggal merupakan lembah luas yang dikelilingi birunya laut. Didekat kediaman ahli ibadah itu tumbuhlah satu pohon delima dan sumber air jernih mengalir yang disediakan oleh Allah untuk kebutuhan hidupnya.

Sebutan sebagai ahli ibadah yang disandang oleh orang tersebut bukanlah hanya sebatas nama. Orang tersebut benar-benar merupakan orang yang mengepolkan ibadah. Tiada satu kerlip matapun dia melakukan kemaksiyatan kepada Allah sepanjang hidupnya. Setiap hari sehabis memakan buah delima dari pohon didekat kediamannya tersebut, cepat-cepat ia membasuh dirinya dengan air wudhu dan sholat dengan khusyu. Tak lupa berdoa dan meminta kepada Allah untuk menjadikan akhir hayatnya dalam keadaan bersujud. Allah kemudian mengabulkan doanya, sehingga dia menghembuskan nafas terakhir dalam keadaan bersujud.

Penolakan masuknya surga karena Rahmat Allah

Diceritakan oleh jibril kemudian bahwa besok ketika ahli ibadah tersebut bertemu dengan Allah setelah dibangkitkan kembali, dia akan menolak perintah Allah yang berfirman “masukkanlah hambaKu ini kedalam nikmatnya surga karena Rahmat dariKu” – ahli ibadah itu akan mengemukakkan protes sembari berkata kepada Allah “Ya Allah, aku seharusnya masuk ke surga karena semua Amalan-amalanku!”.

Mendengar penolakan tersebut, Allah kemudian memerintahkan para malaikat untuk membawa neraca timbangan amal dihadapan ahli ibadah tersebut. Kemudian Allah meletakkan semua akumulasi amalan ahli ibadah tersebut selama 500 tahun hidupnya disatu sisi dan meletakkan satu rahmat pandangan mata disisi timbangan yang lain. Neraca itu kemudian oleng dan ternyata perhitungan rahmat Allah yang berupa mata tersebut sudah melebihi dari semua pengamalan orang tersebut selama 500 tahun hidupnya.

Tak berselang lama, Allah kemudian memerintahkan para malaikat untuk membawa orang yang dikenal ahli ibadah tersebut untuk dimasukkan surga. Sambil meronta-ronta dia kemudian meminta ampun kepada Allah dan bersedia dimasukkan kedalam surga karena rahmat yang telah diberikan kepada Allah atas dirinya.

Apa yang bisa kita petik dari cerita diatas?

Dari cerita hikmah tentang Rahmat Allah diatas kita harusnya bisa memetik tentang pentingnya menyadari rahmat Allah dan tidak menyia-nyiakan rahmat tersebut. Kita harus selalu memiliki rasa kekurangan dalam beramal, kita tidak boleh terfokus pada seberapa banyak amalan yang telah kita lakukan, melainkan lebih mengingat kepada berapa banyak dosa-dosa yang telah kita perbuat. Dengan cerita diatas harusnya kita juga lebih terpacu untuk memaksimalkan ibadah kepada Allah (Lha wong yang ibadah 500 tahun aja belum bisa masuk kedalam surga, apalagi kita?). Semoga kita menjadi orang yang sadar akan betapa besarnya rahmat Allah. Amiin.

TIDAK ADA KOMENTAR

Ikut Berkomentar Yuk!