Ceramah agama Bab Sihir-sihir Modern dan Tantangan Bagi Umat Islam

0
94
Ceramah agama

Ceramah Agama – Fenomena sihir sudah ada sejak zaman dahulu. Kalau misalnya kita mendengarkan satu ceramah agama yang membahas sihir misalnya, kita akan cenderung menemukan pembahasan sihir sebagai sesuatu yang berupa membunuh orang lain menggunakan santet, memikat orang dengan guna-guna, dan semacamnya. Fenomena semacam itu memang ada. Kita tidak bisa menolaknya dengan alasan bahwa hal-hal tersebut tidak masuk akal. Justru sebenarnya karena hal-hal itu tidak masuk akallah maka hal-hal itu disebut sebagai sihir.

Ceramah agama Bab Sihir-sihir Modern dan Tantangan Bagi Umat Islam

Lantas, bagaimana sikap islam menanggapi fenomena semacam itu? Islam sudah jelas mengharamkannya. Dalam Alquran sendiri surat Asy-Syu’ara’ ayat 221-223 berbunyi:

هَلْ أُنَبِّئُكُمْ عَلَىٰ مَنْ تَنَزَّلُ الشَّيَاطِينُ

Apakah akan Aku beritakan kepadamu, kepada siapa syaitan-syaitan itu turun? [1]

تَنَزَّلُ عَلَىٰ كُلِّ أَفَّاكٍ أَثِيمٍ

Mereka turun kepada tiap-tiap pendusta lagi yang banyak dosa, [2]

يُلْقُونَ السَّمْعَ وَأَكْثَرُهُمْ كَاذِبُونَ

mereka menghadapkan pendengaran (kepada syaitan) itu, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang pendusta. [3]

Dengan tegas ayat tersebut memberikan larangan bagi umat islam dari mempercayai dukun. Tindakan dukun itu merupakan tindakan sangat terlarang di dalam Islam. Jangankan melakukannya, mempercayai dukunnya saja sudah dilarang. Dalam ayat yang lain yang juga populer kita akan menemukan bahwa tukang sihir disamakan dengan penyair yang hanya berkarya berdasarkan imajinasi saja.

Dengan demikian, tukang sihir bisa dikatakan membuat umat manusia terkecoh dan tidak realistis. Dia memancing manusia untuk tidak mengakui realitas dan kemudian mendapatkan sesuatu dengan menggunakan jalan pintas. Dalam ceramah agama di televisi perintah untuk tidak melakukan tindakan berbau sihir ini biasanya dikupas dengan tuntas. Untuk sobat cahayaIslam yang belum mendapatkan kesempatan mengikuti ceramah agama seperti itu maka berikut ini diberikan penjelasan singkat perihal asal-usul sihir dan seperti apa sihir-sihir modern yang merongrong umat islam.

Asal-usul Sihir

Ada dua cara menjelaskan asal-usul sihir. Pertama, dari sudut pandang keilmuan. Ini mungkin jarang disinggung dalam ceramah agama tetapi banyak dibahas di kampus-kampus. Biasanya hal ini dibahas di bawah keilmuan antropologi. Sihir dipandang sebagai bermula dari niat untuk mencari obat penyembuh berbagai penyakit manusia. Pada tahap ini sihir biasa disebut sebagai magi. Sihir pada tahap ini kira-kira sama dengan ilmu kedokteran, bedanya adalah bahan-bahan yang digunakan dan diracik menjadi obat adalah bahan-bahan alam yang sederhana. Kemudian dari magi inilah berkembang sihir yang digunakan untuk kejahatan menggunakan bantuan mantra pemanggil setan.

Kalau dalam pandangan Islam, dan ini mungkin sudah biasa sobat cahayaIslam dengar dari ceramah agama, sihir biasa dipandang berasal dari setan. Tujuannya tentu saja mudah ditebak. Setan sampai hari kiamat nanti akan selalu berusaha untuk menyesatkan manusia. Dengan membuat manusia percaya pada keajaiban-keajaiban yang dilakukan melalui sihir, manusia akan semakin jauh dari Tuhan. Pada akhirnya mereka akan memberhalakan tukang sihir dan menyembah setan. Mereka tidak akan lagi menyembah Allah SWT. Keajaiban-keajaiban yang dipertontonkan tukang sihir adalah pemikat supaya manusia mengikuti mereka.

Sihir-sihir Modern

Kini kita beranjak pada berbagai sihir dalam bentuknya yang paling canggih dan kekinian. Jika sobat cahayaislam memandang sihir hanya dengan kerangka keajaiban masa lalu, maka dikhawatirkan kita akan kecele. Ada banyak sihir-sihir zaman sekarang, salah satunya adalah sihir teknologi. Contoh paling sederhana, kita misalnya mendengarkan ceramah agama melalui televisi. Tanpa harus bertatap muka secara fisik dengan penceramah agama islam itu, kita bisa melihat sosoknya, kita bisa mendengarkannya. Itu adalah keajaiban yang jika pada zaman dahulu dilakukan dengan sihir, pada zaman sekarang dilakukan dengan teknologi.

Jika pada zaman dahulu banyak yang terpikat sihir, zaman sekarang juga banyak yang terpikat sihir teknologi. Main media sosial menggunakan hp misalnya membuat kita terlena kemudian melupakan salat. Karena teknologi bisa dijelaskan dengan rasio maka kita kemudian lebih percaya pada teknologi daripada kepada tuhan, kita menjadi pemuja rasio. Kalau sudah demikian berarti kita sudah memberhalakan sihir teknologi dan hukumnya sama saja seperti orang yang memuja sihir pada zaman dahulu. Ini jelas merupakan tantangan baru bagi para ustaz yang memberikan ceramah agama.


Catatan Kaki:

[1] Q.S. Asy-Syu’ara’ (26) ayat 221

[2] Q.S. Asy-Syu’ara’ (26) ayat 222

[3] Q.S. Asy-Syu’ara’ (26) ayat 223

TIDAK ADA KOMENTAR

Ikut Berkomentar Yuk!