Beribadah Dalam Islam

0
1108

Sebagai Muslim dengan iman dihatinya, yakin akan tujuan manusia diciptakan yaitu untuk beribadah kepada Allah Subhana Wa Ta’ala. Ibadah adalah merendahkan diri kepada Allah Azza wa Jalla, yaitu tingkatan tunduk tertinggi yang disertai rasa mahabbah (kecintaan) yang paling tinggi. Ibadah adalah syarat mutlak untuk menggapai ridho Allah. Islam mengajarkan umatnya agar mengikuti perintah Allah berdasarkan syariat yang telah dijelaskan dalam Al-Quran dan Hadits. Beribadah dalam islam adalah urusan seorang hamba langsung kepada Allah, tak ada intervensi dari orang lain dalam hal ini. Sebagai seorang Muslim yang beriman, kita harus tahu konsep ibadah dalam Islam agar kita dapat menjalankannya sesuai yang diajarkan.

Beribadah dalam islam

Ibadah terbagi menjadi tiga, yaitu:

Ibadah hati (qalbiyah), memiliki rasa khauf (takut), raja’ (mengharap) , mahabbah (cinta), tawakal, dan senang, merupakan ibadah yang berkaitan dengan hati (qalbiyah).

Ibadah lisan dan hati (Lisaniyah wa qalbiyah), tasbih, tahlil, takbir, tahmid dan syukur merupakan ibadah yang berkaitan dengan lisan dan dilakukan dari hati.

Ibadah anggota badan/fisik dan hati (badaniyah qalbiyah), seperti zakat, sholat, haji, jihad merupakan ibadah yang berkaitan langsung dengan fisik dan hati.

Ibadah inilah yang menjadi tujuan penciptaan manusia. Allah berfirman:

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ مَا أُرِيدُ مِنْهُم مِّن رِّزْقٍ وَمَا أُرِيدُ أَن يُطْعِمُونِ إِنَّ اللَّهَ هُوَ الرَّزَّاقُ ذُو الْقُوَّةِ الْمَتِينُ

“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku. Aku tidak menghendaki rezeki sedikit pun dari mereka dan aku tidak menghendaki supaya mereka memberi makan kepada-Ku. Sesungguhnya Allah Dia-lah Maha Pemberi rezeki Yang mempunyai kekuatan lagi sangat kokoh.” [Adz-Dzaariyaat: 56-58]

sahabat cahaya Islam, menjalankan ibadah kepada Allah tidak serta merta dilakukan tanpa adanya ilmu. Kita wajib mengetahui ilmu yang terkait dengan setiap ibadah yang kita jalankan agar ibadah kita diterima oleh Allah Subhana Wa Ta’ala. Ibadah adalah perkara Tauqifiyah yaitu tidak ada perkara ibadah yang disyariatkan kecuali berdasarkan Al-Quran dan As-Sunnah.

Ada syarat mutlak agar ibadah yang kita jalankan bernilai di mata Allah, yaitu:

Ikhlas karena Allah, bebas dari syirik kecil dan syirik besar.

Apapun bentuk ibadah yang dilakukan harus diniatkan hanya untuk Allah dengan keyakinan bahwa Allah adalah Tuhan semesta alam, tiada Tuhan selain Allah. Syarat ini adalah penerapan dari syahadat Laa Ilaaha Ilaallah bahwa hanya Allah yang patut disembah.

Ittiba’, sesuai dengan tuntunan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Ibadah yang dilakukan harus berdasarkan tuntunan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, hal ini merupakan implementasi dari syahadat Muhammad Rasulullah karena menuntut taat kepada Rasulullah dan meninggalkan perkara-perkara yang tidak diajarkan oleh Rasulullah.

Ibadah di dalam Islam tidak disyari’atkan untuk mempersempit atau mempersulit manusia, dan tidak pula untuk menjatuhkan mereka didalam kesulitan. Akan tetapi, ibadah itu disyari’atkan untuk berbagai hikmah yang agung, kemashlahatan besar yang tidak dapat dihitung jumlahnya.

Sebagaimana Allah berfirman:

فَمَن كَانَ يَرْجُو لِقَاءَ رَبِّهِ فَلْيَعْمَلْ عَمَلًا صَالِحًا وَلَا يُشْرِكْ بِعِبَادَةِ رَبِّهِ أَحَدًا

“Maka barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Rabb-nya maka hendaknya ia mengerjakan amal shalih dan janganlah ia mempersekutukan sesuatu pun dalam beribadah kepada Rabb-nya.” [Al-Kahfi: 110]

Sahabat cahaya Islam, segala kebaikan ada dalam Islam. Apa-apa yang diperintahkan oleh Allah dan diajarkan oleh Rasulullah, sesungguhnya adalah kebaikan bagi yang menjalankannya. Kebaikan didunia dan diakhirat. Semoga Allah mudahkan kita untuk selalu beribadah kepadanya, dan ibadah yang kita jalankan sesuai tuntunan Rasulullah. Aamiin.

TIDAK ADA KOMENTAR

Ikut Berkomentar Yuk!