Pahami Akad Salam dalam Transaksi Jual Beli agar Terwujud Peradaban Syar’i

0
127
Akad salam

Akad Salam – Akad salam merupakan salah satu bahasan yang perlu dipelajari oleh para umat muslim di dunia. Sebab hal ini bertujuan agar transaksi berjalan dengan baik. Jika tidak, tentu resikonya amat besar sebab akan menjadikan transaksi ekonomi menjadi rancu dan malah menimbulkan dosa. Naudzubillah.

Sobat Cahaya Islam, mempelajari akad ini tentu tidak semudah belajar Alqur’an yang dapat dilakukan dimanapun. Tentu ada kelas khusus atau bahkan mengikuti seminar ekonomi Islam secara berkelanjutan agar dapat melaksanakan prakteknya dengan baik.

Definisi Akad Salam dalam Islam

Akad salam dalam Islam adalah salah satu dari proses transaksi jual beli. Salam sendiri dimaknai “isti’jal” alias “istiqdam” dimana artinya memajukan.

Secara istilah, salam sendiri artinya menjual produk atau sesuatu yang dapat diterangkan dengan sifatnya (mawashuf) yang ada dalam jaminan maupun tanggungan (dzimmah).

Contoh misalnya, seorang pembeli melakukan penyerahan pembayaran di muka, kemudian para penjual dan pembeli tersebut bersepakat dengan barang yang sudah dibayarkan dan baru diserahkan minggu depan.

Akad salam

Secara hukumnya, jual beli dengan akad ini dibolehkan sebagaimana firman Allah Ta’ala dalam surat Al Baqarah ayat 282 yakni :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا تَدَايَنْتُمْ بِدَيْنٍ إِلَىٰ أَجَلٍ مُسَمًّى فَاكْتُبُوهُ ۚ

Artinya : “Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu bermu’amalah tidak secara tunai untuk waktu yang ditentukan, hendaklah kamu menuliskannya.

Sedangkan rukunnya, ada 5 hal yang dilakukan. Beberapa diantaranya yakni akad salam, adanya muslim (yakni pembeli), muslam ilaih (penjual), muslam fiih (barang yang dijual), Ra’sul maal (harga upah), shighah (ijab dan qabul).

Sedangkan dari sisi bentuknya, jual beli salam ada dua yakni :

Pertama, salam haalan (akad salam tunai), contoh dari akad ini yakni dengan adanya seorang pembeli mengatakan kepada penjual ,”Saya serahkan kepaadamu uang ini, agar nanti engkau membeli satu kilogram gandum saat ini dan penyerahannya di majelis yang ada.

Kedua, salam muajjalan (akad salam tertunda) contoh dari akad ini yakni adanya seorang pembeli mengatakan kepada penjual “Saya menyerahkan kepadamu uang ini, agar engkau dapat membeli produk berupa satu kilogram gandum dan untuk penyerahannya silahkan diberikan setelah satu minggu.

Kesungguhan umat dalam mempelajari akad salam sebagaimana kewajiban belajar dalam surat Al Mujadilah ayat 11 yakni :

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِذَا قِيْلَ لَكُمْ تَفَسَّحُوْا فِى الْمَجٰلِسِ فَافْسَحُوْا يَفْسَحِ اللّٰهُ لَكُمْۚ وَاِذَا قِيْلَ انْشُزُوْا فَانْشُزُوْا يَرْفَعِ اللّٰهُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مِنْكُمْۙ وَالَّذِيْنَ اُوْتُوا الْعِلْمَ دَرَجٰتٍۗ وَاللّٰهُ بِمَا تَعْمَلُوْنَ خَبِيْرٌ

Artinya : Wahai orang-orang yang beriman! Apabila dikatakan kepadamu, “Berilah kelapangan di dalam majelis-majelis,” maka lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan, “Berdirilah kamu,” maka berdirilah, niscaya Allah akan mengangkat (derajat) orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat. Dan Allah Mahateliti apa yang kamu kerjakan.

Tips agar Akad Berjalan dengan Baik

Akad salam

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar akad ini dapat berjalan dengan baik. diantaranya yakni sebagai berikut :

1.    Muslim yang Taat

Hal pertama yang perlu diperhatikan dalam akad ini yakni keshalihan seseorang. Hal ini bukan bermaksud melarang yang kurang beriman untuk melakukan akad salam, namun menjadi pemastian agar akad tersebut tidak melanggar syariat.

Sebab beberapa yang menjadi persyaratan dalam akad ini yakni adanya kejelasan dari barang dimana sang pemilik harus benar – benar memahami kondisi barang tersebut.

Jika dia bukan seorang muslim yang taat, maka dikhawatirkan malah memiliki niat dan cara yang tak baik dalam menjalankan akad ini. Ketaatan tersebut sebagaimana gambaran dalam firman Allah di surat Adz Dzariyat ayat 56 yakni :

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْاِنْسَ اِلَّا لِيَعْبُدُوْنِ

Artinya : Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku.

2.      Berlomba dalam Kebaikan

Hal selanjutnya yakni berusaha untuk berlomba dalam mencapai kebaikan di suatu transaksi apapun utamanya akad salam. Bila salah satu pihak masih belum memahami, maka memberikan pembelajaran secara sederhana agar akad ini dapat dilaksanakan dengan mudah.

Kebersegeraan umat muslim dalam kebaikan sebagaimana firman Allah Ta’ala dalam surat Al Baqarah ayat 148 yakni :

وَلِكُلٍّ وِّجْهَةٌ هُوَ مُوَلِّيْهَا فَاسْتَبِقُوا الْخَيْرٰتِۗ اَيْنَ مَا تَكُوْنُوْا يَأْتِ بِكُمُ اللّٰهُ جَمِيْعًا ۗ اِنَّ اللّٰهَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ

Artinya : Dan setiap umat mempunyai kiblat yang dia menghadap kepadanya. Maka berlomba-lombalah kamu dalam kebaikan. Di mana saja kamu berada, pasti Allah akan mengumpulkan kamu semuanya. Sungguh, Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.

Nah Sobat Cahaya Islam, demikianlah ulasan yang berkaitan dengan akad salam dan beberapa hal yang perlu diperhatikan. Semoga ulasannya bermanfaat.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY