Bendera Merah Putih dan Kontribusi Islam dalam Kemerdekaan

0
29
Bendera Merah Putih

Bendera Merah Putih – Bendera Merah Putih merupakan bendera kebangsaan Republik Indonesia. Merah dan putih adalah dua warna berbeda dan kontras sekali saat disatukan. Akan tetapi perpaduan keduanya telah menciptakan semangat persatuan yang membara dan suci.

Semangat membara dan suci itulah yang kita pelihara sampa saat ini, terlebih jika menjelang tanggal 17 Agustus, hari kemerdekaan negara Republik Indonesia diperingati pada setiap tahunnya dengan banyak perlombaan dan semangat persatuan lainnya.

Sejarah Bendera Merah Putih yang Membara dan Suci

Pemilihan warna merah dan putih pada bendera kebangsaan Indonesia bukanlah sembarangan. Ada sejarah luhur yang mengiringinya, yang patut dijadikan pelajaran oleh generasi penerus bangsa.

Sejarah bermula ketika Jepang berjanji untuk memberikan Indonesia kemerdekaan, hal itu terjadi pada 7 September 1944. Warna merah dipilih sebagai simbol berani, dan warna putih dipilih sebagai tanda suci, maka jadilah bendera merah putih.

Sebelum resmi menjadi warna bendera Indonesia, merah dan putih sudah sering hadir di tengah medan perjuangan, salah satunya saat perang Aceh. Para pejuang Aceh memakai umbul-umbul berwarna merah dan putih, yang bagian belakangnya ada ayat suci Al Quran.

Kontribusi Islam dalam Perjuangan Kemerdekaan

Ada banyak tokoh Islam yang diakui sebagai pahlawan nasional, di antaranya adalah K.H Hasyim Asy’ari dan K.H Abdul Wahab Hasyim serta beberapa tokoh Islam lainnya. Hal ini menunjukkan bahwa negara pun mengakui kontribusi Islam dalam kemerdekaan.

Selain itu dalam Islam sendiri, berjihad bukan hanya membela bendera merah putih tetapi juga dengan niat agar kehidupan manusia tenteram damai dan terlepas dari penjajahan adalah hal mulia, sebagaimana hadis Rasulullah di bawah ini:

عَنْ أَبِى مُوسَى قَالَ جَاءَ رَجُلٌ إِلَى النَّبِىِّ – صلى الله عليه وسلم – فَقَالَ الرَّجُلُ يُقَاتِلُ حَمِيَّةً وَيُقَاتِلُ شَجَاعَةً وَيُقَاتِلُ رِيَاءً ، فَأَىُّ ذَلِكَ فِى سَبِيلِ اللَّهِ قَالَ « مَنْ قَاتَلَ لِتَكُونَ كَلِمَةُ اللَّهِ هِىَ الْعُلْيَا ، فَهْوَ فِى سَبِيلِ اللَّهِ »

Dari Abu Musa, ia berkata bahwa ada seseorang yang pernah mendatangi Nabi shallallahualaihi wa sallam lantas ia berkata, ada seseorang yang berperang (berjihad) untuk membela sukunya (tanah airnya); ada pula yang berperang supaya disebut pemberani (pahlawan); ada pula yang berperang dalam rangka riya’ (cari pujian), lalu manakah yang disebut jihad di jalan Allah? Beliau shallallahualaihi wa sallam pun bersabda, “Siapa yang berperang supaya kalimat Allah itu mulia (tinggi) itulah yang disebut jihad di jalan Allah.” (HR. Bukhari no. 7458 dan Muslim no. 1904

Kontribusi Islam dalam Mengisi Kemerdekaan Indonesia

Perjuangan Islam tidak berhenti setelah Indonesia merdeka, pasca kemerdekaan Islam juga turut berjuang dalam mengisi kemerdekaan Indonesia, baik dalam bidang pendidikan, kesehatan dan sosial masyarakat. Berikut kontribusi Islam untuk Indonesia pasca kemerdekaan.

1.      Bidang Pendidikan

Dalam bidang pendidikan, ada banyak organisasi Islam yang mendirikan lembaga pendidikan berkualitas, untuk anak-anak Indonesia sebagai media mencerdaskan kehidupan bangsa.

2.      Bidang Kesehatan

Organisasi Islam Muhammadiyah yang paling terkenal kiprahnya dalam bidang kesehatan yakni mendirikan rumah sakit Muhammadiyah, yang hampir bisa ditemui di seluruh kota dan kabupaten di Indonesia.

3.      Bidang Sosial Masyarakat

Ada banyak lembaga amil zakat, lembaga kemanusiaan yang dikelola oleh organisasi Islam untuk membantu pemerintah dalam mengatasi masalah sosial masyarakat, julai dari kemiskinan, pengangguran dan anak-anak terlantar.

4.      Bidang Kewanitaan

Islam meyakini bahwa memperbaiki suatu generasi, harus dimulai dari memperbaiki perempuannya. Maka dari itu, ada banyak organisasi Islam dengan program kerja pemberdayaan perempuan. Agar perempuan Indonesia menjadi cerdas dan berkarakter.

Sobat  Cahaya Islam, tentu saja itu semua dilakukan dengan niatan semata mendapat ridho Allah SWT, Karena karena dalam hadis Rasulullah SAW berkata, bahwa manusia yang paling terbaik adalah yang paling banyak manfaatnya.

خَيْرُ الناسِ أَنفَعُهُم لِلنَّاسِ

“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain.” ) Hadits Riwayat ath-Thabrani, Al-Mu’jam al-Ausath, juz VII, hal. 58, dari Jabir bin Abdullah r.a.. Dishahihkan Muhammad Nashiruddin al-Albani dalam kitab: As-Silsilah Ash-Shahîhah

Itu tadi bunyi hadis tentang bermanfaat untuk orang banyak. Semoga kita bisa bermanfaat bagi bangsa dan negara dan tetap dalam persatuan dan semangat bendera merah putih yang membara dan suci.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY