cahayaislam.id – Tabungan spiritual sering kali digunakan untuk menyebut suatu amal jariyah. Sebab lebih reasonable dan menarik untuk dikaji dalam beberapa ulasan. Lantas apa saja manfaat tabungan spiritual menurut agama Islam?
Istilah menabung sudah bukan hal asing bagi kita, orang yang gemar menabung pasti membayangkan akan bisa memperoleh satu manfaat di masa depannya kelak. Terutama ketika benar-benar dalam kondisi membutuhkannya.
Bagi beberapa manusia, amal jariyah adalah satu jenis tabungan yang kurang diminati di kehidupan pragmatis era kini. Yang menganggap hanya bisa diambil pahala darinya nanti ketika sudah di akhirat. Bukankah hal ini adalah argumen yang salah, Sobat?
Hakikat amal jariyah itu dimulai dari niatnya, kemudian pelaksanaannya hingga manfaat yang bisa dirasakan oleh yang bersangkutan. Baik ketika masih ada di dunia maupun di akhirat.
Amal jariyah disebutkan dalam hadits yang diceritakan Abu Hurairah RA,
إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثَةٍ مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ وَعِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ وَوَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ
Artinya: “Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara (yaitu): sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau do’a anak yang sholeh.” (HR Muslim no.1631).
Manfaat Tabungan Spiritual menurut Agama Islam
Nah, Sobat Cahaya Islam, inilah beberapa manfaat dari tabungan spiritual yang apabila di dunia saja sudah bisa kita nikmati akan besar hikmahnya, maka begitu pula di yaumul akhir.
1. Memperoleh Martabat di Hadapan Allah SWT
Tabungan spiritual akan membawa kita memperoleh martabat utama di hadapan Allah SWT dan menyejukkan kalbu. Sebab bisa membuat kita lebih dalam khusyuknya ketika melakukan ibadah.


Tak hanya itu, bahkan keimanan kita juga akan bertambah dalam meyakini rukun Iman.
2. Mendapat Motivasi Berbuat Baik
Dengan melakukan tabungan spiritual, maka kita akan semakin termotivasi untuk melakukan kebajikan. Kemudian hati juga akan lebih peka melihat serta mendengar penderitaan dari orang lain.
3. Menerima Keajaiban
Entah dipercaya atau tidak, namun meyakini hal ini adalah suatu keharusan bagi umat Muslim. Orang yang sering beramal jariyah pasti dalam hidupnya akan sering menerima keajaiban atau biasa disebut dengan istilah mukasyafah (penyingkapan rahasia Ilahi)
4. Memperkuat Batin
Manfaat selanjutnya adalah kewibawaan pada batin akan menjadi lebih kuat. Meskipun kita tahu bahwa dalam kehidupan sehari-harinya secara ekonomi biasa saja bahkan jauh dari kata cukup.


Namun amal jariyah membuat batinnya lebih kuat sehingga selama hidup dia tidak pernah merasa adanya kekurangan atas pemberian Allah SWT.
Maka yang perlu dilakukan adalah beramal seikhlas mungkin, sebab besar kecil apa yang telah kita infakkan kepada orang lain hanya akan ditentukan nilainya olehNya. Berbeda lagi dengan yang melandasinya dengan riya’, maka nominasinya pun akan dinilai kecil walaupun kita pribadi beranggapan itu banyak.
Pernahkah mendengar kisah dari Ibn Umar RA bahwa dia mendengarkan Rasulullah SAW bersabda,
’Tiga orang bersaudara melakukan perjalanan sehingga mereka bermalam pada sebuah gua dan memasukinya, seketika batu besar jatuh dan mereka terperangkap dalam gua tersebut. Salah seorang dari mereka berkata, tidak ada yang bisa menyelamatkan kalian dari batu besar ini kecuali berdoa kepada Allah dengan (wasilah) amal saleh yang pernah kalian lakukan.
Kemudian, salah seorang dari mereka berdoa, ’Ya Allah, aku mempunyai dua orang tua yang telah berumur lanjut, padahal aku tidak pernah memerah (susu) sebelumnya dan tidak pula memiliki harta maka aku bertekad untuk mencari (rezeki), lalu aku keluar sore hari hingga mereka tertidur padahal aku tidak menyenangi (pekerjaan itu) memerah susu baik untuk (konsumsi) keluarga maupun untuk dijual. Aku menunggu mereka (orang tuaku) bangun hingga terbit fajar dan meminumkan susu perahan tadi. Wahai Tuhanku, jika aku telah mengerjakan hal tersebut hanya mengharap ridha-Mu maka perlihatkan kepada kami (kekuasaan-Mu) untuk bisa menyingkirkan batu besar ini.’
Rasulullah melanjutkan, ‘Yang lainnya berkata, ‘Ya Allah, paman saya mempunyai anak perempuan yang sangat saya cintai. Aku ingin sekali berbuat (maksiat) dengannya namun (berhasil) aku kendalikan hingga ketika ia baligh, perempuan tadi mendatangiku dan aku beri dia 220 dinar agar bisa berkhalwat (menyendiri) dengannya, ia menyetujuinya hingga aku berkesempatan (berbuat dosa) dengannya.
Perempuan tadi berkata, ‘Aku tidak pernah menghalalkanmu untuk merusak keperawananku kecuali dengan cara yang benar.’ Aku tersentak sadar dan tidak jadi melakukannya (berzina) meskipun dia wanita yang paling kucintai dan kuikhlaskan emas yang telah kuberikan tadi. Wahai Tuhanku, jika aku telah mengerjakan hal tersebut mengharap ridha-Mu maka perlihatkan kepada kami (kekuasaan-Mu) untuk bisa menyingkirkan batu besar ini.’
Rasulullah melanjutkan, yang ketiga berdoa, ‘Ya Allah, aku pernah mempekerjakan beberapa orang dan kuberikan upah mereka kecuali upah seorang yang (sengaja) tidak ia ambil. Upah tadi aku berdayakan (pakai) hingga menjadi banyak. Suatu ketika pekerja tadi mendatangiku berkata, ‘Wahai ‘Abdullah, bayarlah upahku!
Aku menjawab, ‘Semua yang engkau lihat dari unta, sapi, kambing dan budak itu adalah hartamu. Pekerja tadi berkata, ‘Wahai ‘Abdullah, Anda jangan bercanda!’ Aku menjawab, ‘Saya tidak memperolok-olokkanmu.’
Lalu pekerja tadi mengambil semua harta tersebut dan tidak meninggalkan sedikit pun. ‘Wahai Tuhanku, jika aku telah mengerjakan hal tersebut mengharap ridha-Mu maka perlihatkan kepada kami (kekuasaan-Mu) untuk bisa menyingkirkan batu besar ini.’ Lalu mereka berhasil keluar dan melanjutkan perjalanannya.” (HR Al-Bukhari, Muslim, Abu Dawud dan Ahmad).
Dari kisah di atas, kita bisa mengambil pelajaran bahwa tabungan spiritual akan membantu kita pada saat tertentu. Pastinya hal tersebut juga menjadi salah satu manfaat yang tidak bisa terhindarkan ketika kita membutuhkannya.
Maka dari itu, mulai saat ini, mari kita berlomba-lomba untuk mengoleksi amal-amal kebajikan yang mana kemungkinan besar bisa menjadi penyelamat di kemudian hari.
Demikian di atas adalah ulasan mengenai manfaat tabungan spiritual sebagaimana ditinjau dari sudut pandang ajaran agama Islam.
































