Banjir Jakarta, Renungan Bagi Masyarakat untuk Tingkatkan Reboisasi

0
815
banjir Jakarta

Banjir Jakarta – Beberapa hari ini, banjir Jakarta kembali menjadi trending topik. Akhir Desember biasanya memang menjadi momen langganan bagi warga Jakarta dan sekitarnya sebab beberapa faktor tertentu. Salah satunya yakni berkurangnya daerah resapan air dan juga kurangnya area program reboisasi.

Sobat Cahaya Islam, kuantitas bangunan maupun perumahan yang semakin banyak juga menjadi pemicu terjadinya banjir Jakarta.

Walhasil, mau tak mau masyarakat sekitar juga akhirnya tak bisa bergerak atau menjalankan aktivitas secara maksimal.

Bagaimana Umat Merespon Kronologi Fenomena Banjir Jakarta?

Sobat Cahaya Islam, terjadinya banjir Jakarta harusnya menjadi renungan bagi umat untuk senantiasa menjaga lingkungan.

Sebab sebagai umat Islam, menjaga lingkungan tidak hanya dibebankan pada satu orang saja melainkan semua umat di muka bumi.

Hal ini sebagaimana firman Allah Ta’ala dalam surat Al Baqarah ayat 30 :

وَاِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلٰۤىِٕكَةِ ِانِّيْ جَاعِلٌ فِى الْاَرْضِ خَلِيْفَةً ۗ قَالُوْٓا اَتَجْعَلُ فِيْهَا مَنْ يُّفْسِدُ فِيْهَا وَيَسْفِكُ الدِّمَاۤءَۚ وَنَحْنُ نُسَبِّحُ بِحَمْدِكَ وَنُقَدِّسُ لَكَ ۗ قَالَ اِنِّيْٓ اَعْلَمُ مَا لَا تَعْلَمُوْنَ

Artinya : Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, “Aku hendak menjadikan khalifah di bumi.” Mereka berkata, “Apakah Engkau hendak menjadikan orang yang merusak dan menumpahkan darah di sana, sedangkan kami bertasbih memuji-Mu dan menyucikan nama-Mu?” Dia berfirman, “Sungguh, Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.”

Kandungan dalil tersebut, sederhananya bisa umat pahami bahwa tujuan penciptaan manusia memang seharusnya menjadi pemimpin di muka bumi.

Definisi pemimpin idealnya adalah orang – orang yang dapat mengelola dan menghimpun beberapa manusia baik dalam keanggotaan keluarga, organisasi, pertemanan maupun dalam lingkup negara. Tentu saja pertanggungjawabannya tidaklah mudah.

Jika pemimpin tidak sanggup dalam mengerjakan amanah untuk menghimpun manusia, maka hal tersebut akan sangat berbahaya bagi pemimpin itu sendiri dan umat lainnya. Naudzubillah.

Termasuk juga bagaimana pengaturan pemimpin dalam melakukan pencegahan terjadinya banjir.

Dengan adanya banjir yang terjadi di beberapa wilayah negeri, alangkah baiknya bagi umat untuk senantiasa melakukan perenungan sebanyak mungkin.

Tentu memang tidak harus merenung hal tersebut saja. Namun juga langsung melakukan upaya yang preventif bersama dengan umat lainnya.

Faktor Terjadinya Banjir

Banjir memang bisa saja termasuk dalam kategori fenomena bencana alam. Namun, kondisi tersebut juga bisa terjadi karena beberapa faktor. Beberapa diantaranya adalah :

1.    Bertambahnya Jumlah Bangunan

Salah satu hal yang menjadi pemicu terjadinya banjir berlebihan di Jakarta yakni kuantitas bangunan yang seantiasa bertambah setiap harinya.

 banjir Jakarta

Tentu saja hal ini sangat meresahkan. Apalagi, faktanya penduduk di Jakarta semakin bertambah baik dari warga lokal Jakarta sendiri maupun orang – orang yang memang sengaja bertransmigrasi dari luar kota dan menetap di Jakarta.

Tingginya populasi penduduk di Jakarta nyatanya malah menyebabkan genangan air tak bisa meresap sempurna sebab beberapa wilayah harus mengurangi bahkan memangkas habis daerah resapan air hujan.

2.    Buang Sampah Sembarangan di Sungai

PR besar lain bagi pemukiman umat yang masih tergenang banjir yakni masalah buang sampah di sembarang tempat. Tentu saja hal ini malah menjadi pemicu meluapnya sungai – sungai besar di Jakarta dan merangsek masuk ke pemukiman warga. Naudzubillah.

 banjir Jakarta

Jika hal ini terus dibiarkan, maka banjir akan terus – terusan menjadi hal yang wajar. Padahal kondisi tersebut dapat menghambat banyak aktivitas umat termasuk halnya kekhusyu’an dalam beribadah.

Naasnya, malah banyak sering umat jumpai fakta bahwa ibadah harus umat tinggalkan sebab kondisi yang tidak memungkinkan.

Nah Sobat Cahaya Islam, demikianlah ulasan mengenai banjir Jakarta dan beberapa faktor penyebabnya.

Semoga ulasan artikel ini dapat menjadi referensi bacaan bagi umat supaya dapat segera melakukan upaya pencegahan. Aamiin Yarobbal ‘Alamiin.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY