Arti Ndasmu Etik Disebut Bercanda, Bagaimana Etika Bercanda?

0
127
arti ndasmu etik

Arti Ndasmu Etik – Menjelang Pemilu di tahun 2024, banyak hal yang menjadi viral dan pembahasan di kalangan warganet. Terbaru, ada ucapan seorang calon presiden yang menyebut istilah ndasmu etik. Sontak saja banyak warganet bertanya-tanya apa arti ndasmu etik?

Rupanya istilah ndasmu etik diucapkan oleh calon presiden nomor urut 2 yakni Prabowo Subianto. Ucapan ndasmu etik pun tersebar dalam sebuah video dan langsung menuai berbagai komentar. Hal itulah yang menjadikan istilah ndasmu etik viral di sosial media.

Viral, Apa Maksud dan Arti Ndasmu Etik?

Pembahasan arti ndasmu etik berawal dari sebuah video singkat yang viral di kalangan warganet Indonesia. Dalam video tersebut, Ketua Umum Partai Gerindra ini sempat menyebut ndasmu etik di depan kadernya. Kabarnya, kejadian itu berlangsung dalam sebuah forum internal partai Gerindra.

Ucapan ndasmu etik terlontar usai Prabowo mendapat pertanyaan, bagaimana perasaan soal etik? Mendengar pernyataan tersebut, Prabowo justru menjawab etik etik ndasmu etik yang berarti kepalamu etik.

Setelah viral, Dahnil Anzar selaku juru bicara Prabowo angkat bicara. Menurutnya, pernyataan ndasmu etik merupakan candaan dalam forum internal Partai Gerindra. Dia mengatakan, pernyataan ndasmu etik terlontar sebagai candaan dengan orang-orang terdekat.

Walaupun begitu, netizen merasa candaan dengan kata ndasmu etik terlalu kasar. Apalagi hal itu terlontar dari seorang calon pemimpin bangsa.

Bercanda dalam Islam

Berbicara tentang arti ndasmu etik yang dimaknai sebagai candaan, bagaimana bercanda dalam pandangan islam? Sobat Cahaya Islam, agama islam tidak melarang umatnya untuk melontarkan candaan atau bercanda dengan teman, keluarga, atau sanak saudaranya.

Bahkan Nabi Muhammad SAW pun pernah bercanda semasa hidupnya. Rasulullah SAW kerap mengajak istri dan sahabat-sahabatnya bercanda serta bersenda gurau. Tujuannya yaitu untuk mengambil hati serta membuat mereka merasa gembira.

arti ndasmu etik

Walaupun begitu, candaan Nabi Muhammad SAW tidak berlebih-lebihan dan tetap ada batasannya. Bahkan saat tertawa, Rasulullah SAW tidak sampai melampaui batas, dan hanya tersenyum. Begitu juga dalam kondisi bercanda, Nabi Muhammad tak berkata kecuali semuanya kebenaran.

Ketentuan Bercanda dalam Islam

Sobat Cahaya Islam, ternyata ada beberapa ketentuan bercanda yang sesuai dengan ajaran islam. Ketentuan tersebut di antaranya,

1.  Tidak Melewati Batas

Banyak orang kerap keterlaluan dalam bercanda sampai melanggar norma-norma. Ia sejatinya memiliki maksud buruk dalam bercanda.

Hal itu bisa menjatuhkan wibawa serta martabat dirinya sendiri dan tidak menjaga kewibawaannya. Apalagi, terlalu banyak bercanda bisa menjatuhkan kewibawaan seseorang.

2.  Tidak Menakuti Orang Lain

Tak jarang seseorang bercanda dengan menggunakan suatu hal untuk menakuti temannya. Sebagai contoh, menyembunyikan barang milik orang lain, atau menggunakan topeng seram. Aksi tersebut hukumnya terlarang dalam islam, seperti sabda Nabi Muhammad SAW,

لَا يَأْخُذَنَّ أَحَدُكُمْ مَتَاعَ أَخِيهِ لَاعِبًا وَلَا جَادًّا

“Janganlah salah seorang dari kalian mengambil barang milik saudaranya, baik bercanda maupun bersungguh-sungguh.” [Diriwayatkan oleh Abu Dawud [5003]

3.  Tidak Berdusta

Walaupun bercanda, tidak sepatutnya Sobat sampai berbohong dalam hal apapun. Nabi Muhammad SAW pun melarang orang yang berdusta untuk membuat orang lain tertawa. Larangan tersebut tertuang dalam,

وَيْلٌ لِلَّذِي يُحَدِّثُ فَيَكْذِبُ لِيُضْحِكَ بِهِ الْقَوْمَ وَيْلٌ لَهُ وَيْلٌ لَهُ

“Celakalah seseorang yang berbicara dusta untuk membuat orang tertawa, celakalah ia, celakalah ini.” [Diriwayatkan oleh Ahmad (V/5), Abu Dawud (4990), at-Tirmidzi (2315)]

arti ndasmu etik

Sobat Cahaya Islam, walaupun makna dan arti ndasmu etik hanyalah bercanda, hal itu sebaiknya dihindari. Sebab tidak menutup kemungkinan ada orang yang merasa kurang nyaman atas candaan tersebut.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY