Arief Muhammad Urung Memberi Vespa kepada Ridwan Kamil, Ini Penjelasannya Menurut Islam

0
581
Arief Muhammad

cahayaislam.id – Arief Muhammad trending di berbagai sosial media atas aksi terbarunya, yakni membagikan hampers berupa motor vespa gratis sebanyak 100 unit.

Memang tidak main-main, influencer yang satu ini juga telah membuktikannya secara langsung dengan mengirimkannya kepada beberapa rekan artis. Motor vespa tersebut diduga bernilai Rp.350 juta per unitnya.

Bukan hanya untuk kalangan selebriti saja, namun dia juga memberi kesempatan untuk membagikannya pada para followers. Bahkan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil juga ikut menyuarakan apresiasinya kepada Arief atas aksinya.

Tentu saja Arief ingin memberikan satu unit motor vespanya untuk Ridwan Kamil, namun urung. Sebab takut adanya anggapan gratifikasi sehingga membuat masalah ke depannya.

Akhirnya, Arief hanya bisa meminta tolong kepada Ridwan Kamil untuk membantunya memilihkan salah satu warga Jawa Barat yang bisa beruntung mendapatkan hampers luar biasa tersebut.

Nah, Sobat Cahaya Islam, gratifikasi mungkin masih terdengar sedikit asing bagi kita. Namun ada penjelasan menurut agama Islam yang bisa kita simak bersama. Demikian ulasannya.

Gratifikasi adalah salah satu istilah yang bukan lagi baru di kehidupan kita, terutama di tengah-tengah masyarakat Indonesia. Dalam hukum negara, tindakan gratifikasi disebut melanggar dan pelakunya bisa dijerat pidana.

Gratifikasi adalah sebuah pemberian yang diperoleh seseorang atas layanan yang bisa memberikan manfaat pada orang lain. Sedangkan di Indonesia, kasus seperti ini banyak dilakukan oleh para pejabat negara.

Secara spesifik, gratifikasi memang berupa hadiah, tips, baik berupa uang, barang, atau jabatan sebagai ucapan terima kasih. Dalam Islam sendiri, menerima gratifikasi sama halnya dengan mengambil ghulul (barang curian) dari harta rampasan perang.

Arief Muhammad Urung Memberi Vespa kepada Ridwan Kamil, Ini Penjelasannya Menurut Islam

Dari alasan Arief yang takut dikira melakukan gratifikasi maka dia urung memberi hampers motor vespa pada gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil.

Arief Muhammad

Memang, pada awalnya pemberian gratifikasi itu bertujuan baik, sebab bisa dijadikan sebagai penyemangat atau motivasi. Namun banyak dampak buruk yang akhirnya menyebabkan hal ini dilarang. Apa saja?

1.      Mengubah Niat dan Tujuan Sebenarnya

Orang yang terus menerus menerima gratifikasi, maka bisa membuat niat serta tujuannya berubah. Yakni bukan lagi mengutamakan visi dan misi perusahaan atau negara tetapi justru untuk menguntungkan dirinya sendiri.

Sebab mereka selalu mengharapkan atau meminta pemberian. Yang perlu dikhawatirkan adalah jika hal tersebut bukan merupakan haknya.

2.      Hilangnya Amanah

Di sisi lain, gratifikasi bisa menjadi salah satu penyebab hilangnya amanah serta keadilan.

Hilangnya amanah bisa jadi contoh seperti apabila hadiah tersebut diberikan kepada para pejabat. Meskipun sebagai bentuk apresiasi telah menjalankan tugas. Namun yang dicemaskan adalah jika tugas yang dimaksud adalah membantu si pemberi hadiah melakukan hal terlarang, korupsi misalnya.

Arief Muhammad

Sedangkan hilangnya suatu keadilan karena penerima hadiah tentunya tidak akan menyeluruh, yaitu hanya untuk individu tertentu atau sekelompok saja. Maka orang lain akan merasa iri, bukan? Terlebih lagi jika dilakukan dengan cara yang tidak transparan.

وَاَطِيْعُوا اللّٰهَ وَرَسُوْلَهٗ وَلَا تَنَازَعُوْا فَتَفْشَلُوْا وَتَذْهَبَ رِيْحُكُمْ وَاصْبِرُوْاۗ اِنَّ اللّٰهَ مَعَ الصّٰبِرِيْنَۚ

“Dan taatilah Allah dan Rasul-Nya dan janganlah kamu berselisih, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan kekuatanmu hilang dan bersabarlah. Sungguh, Allah beserta orang-orang sabar.” (QS. Al-Anfal Ayat 46)

Demikian di atas adalah ulasan mengenai kabar viral influencer Arief Muhammad yang urung memberikan motor vespa pada Ridwan Kamil karena takut dikira melakukan gratifikasi. Serta penjelasannya terkait hal tersebut jika ditinjau dari segi ajaran agama Islam.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY