Yaqut Cholil Qoumas dan Kepemimpinan yang Tegas, Begini Pendapat Islam

0
389

Yaqut Cholil Qoumas – Rabu (23/12) Presiden Joko Widodo melantik 6 menteri baru pengganti menteri lama. Salah satu dari 6 menteri yang diganti adalah Fachrul Razi sebagai Menteri Agama yang posisinya digantikan Yaqut Cholil Qoumas. Nama Yaqut dalam berita agaknya cukup sering disebut-sebut. Beliau termasuk salah satu kader NU yang terkenal tegas saat menjadi pemimpin.

Sebelum diamanahi menjabat sebagai menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas adalah Ketua Umum Gerakan Pemuda Anshor (GP Anshor). Gus Yaqut, sapaan akrab beliau, merupakan seorang pemimpin yang tegas. Bahkan saat Banser dipimpin olehnya, sering terjadi ketegangan antara Banser dengan FPI. Beliau juga dikenal sebagai orang yang sangat vokal dalam mengkritik FPI dan Habib Rizieq.

Yaqut Cholil Qoumas yang berasal dari politisi Partai Kebangkitan Bangsa diharap dapat memimpin kementerian Agama sebagaimana Gus Dur merangkul semua umat beragama. Meski sering berseberangan dengan FPI, Gus Yaqut mengaku bukan ingin melawan FPI tetapi melawan sikap anggota-anggotanya. Selain itu, dalam kepemimpinan menteri Agama kedepannya, Gus Yaqut akan mengafirmasi hak beragama bagi warga Ahmadiyah dan Syiah di Indonesia.

Sobat Cahaya Islam, seorang pemimpin adalah ia yang tegas dan bijak dalam bersikap. Yaqut Cholil Qoumas telah menunjukkan hal ini saat dirinya memimpin GP Anshor. Meski dinilai cukup keras, namun GP Anshor di bawah kepemimpinan Gus Yaqut mengalami banyak kemajuan. Salah satunya yaitu menciptakan “Pesantren Kepemimpinan”. GP Anshor yang banyak diisi oleh kalangan santri telah membuktikan bahwa santripun dapat menjadi Banser yang kuat.

Yaqut Cholil Qoumas dan Jiwa Kepemimpinannya yang Tegas. Simak Pendapat Islam tentang Sosok Pemimpin

Setelah resmi menjabat sebagai menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas dianggap membawa angin segar bagi pemeluk agama minoritas. Gus Yaqut disebut sebagai orang yang penuh toleransi dan anti radikal. Menteri Agama yang baru ini juga menyampaikan pidato tentang hari Natal kepada umat Kristiani. Banyak pemeluk agama minoritas berharap Gus Yaqut dapat membawa Indonesia menjadi negara yang penuh toleransi.

1.      Pemimpin yang Mengajak Umatnya pada Kebaikan

Sosok pemimpin yang pertama adalah ia yang mengajak umatnya pada kebaikan. Sebagai contoh sosok pemimpin yang mengajak untuk mendekati api neraka seperti Raja Fir’aun kepada Nabi Musa. Ada juga kisah Raja Namrud dan Nabi Ibrahim dan Abu Lahab kepada Nabi Muhammad. Tentu pemimpin yang demikian tidak sepantasnya disebut pemimpin karena mengajak kepada kemungkaran. Dalam Al-quran dijelaskan sebagai berikut:

“Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik.” (QS. Ali Imran: 110)

2.      Syarat-syarat Pemimpin

Menurut poin di atas, kita tentu harus memilih sosok pemimpin yang mengajak kepada kebaikan. Dalam hal ini maka bagaiman syarat pemimpin yang sebaiknya kita pilih? Sosok pemimpin adalah orang terbaik di antara yang terbaik. Berikut sosok pemimpin yang perlu Sobat Cahaya Islam ketahui:

  1. Pemimpin adalah orang yang adil
  2. Pemimpin adalah orang yang berilmu dan berpengetahuan wawasan luas
  3. Pemimpin adalah yang sehat jasmani serta rohani
  4. Pemimpin adalah sosok yang mampu berpikir cerdas dalam menyikapi politik dan kemaslahatan umat
  5. Tegas dalam bertindak

Sekiranya itulah sosok Yaqut Cholil Qoumas dan hubungannya dengan kriteria pemimpin dalam Islam. Semoga dengan pergantian menteri agama ini Indonesia menjadi negara yang lebih toleran. Wallahu a’lam.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY