Hari Raya Diwali, Bolehkah Umat Muslim Memberi Ucapan Selamat?

0
2404
hari raya Diwali

Hari Raya Diwali – Salah satu hari raya bagi pemeluk agama Hindu selain Nyepi adalah Deepavali, atau Diwali. Pada hari raya Diwali diadakan perayaan dengan berbagai festival yang selama lima hari berturut-turut.

Dalam kalender Hindu, Deepavali biasanya jatuh pada kisaran bulan Oktober dan November. Tahun ini pun jatuh pada tanggal 14 November.

Hari pertama perayaan Diwali kita sebut dengan Vasu Daras, lalu hari kedua Dan Teras, hari ketiga Naraka Chaturdashi, kemudian di hari keempat Laksmi Puja, sedangkan pada hari terakhir Bali Pratipada.

Pada hari pertama biasanya khusus perayaan bagi hewan-hewan yang bagi umat Hindu dianggap suci: seperti sapi.

hari raya Diwali

Menyusul hari kedua merayakannya adalah dengan membeli emas dan perak sebagai cara memperingati munculnya Dewa Dhanvantari. Hal ini memiliki keyakinan bahwa bisa mendatangkan keberuntungan sepanjang tahun.

Pada hari berikutnya, umat Hindu biasanya membuat Rangoli: dekorasi yang terdiri dari beras dan tepung. Tujuannya sebagai sesembahan atas kemenangan Dewa Krisna melawan Narakasura.

Pada hari keempat ada pemujaan terhadap Dewi Laksmi terkait kesejahteraan dan pada Dewa Ganesha terkait keberuntungan.

Pun hari terakhir, hari di mana Dewa krisna menyelamatkan umat dari bencana banjir dengan mengangkat bukit Govardhana.

Hari Raya Diwali, Bolehkah Umat Muslim Memberi Ucapan Selamat?

Nah, Sobat Cahaya Islam, lalu bolehkah umat Muslim memberi ucapan selamat kepada mereka yang merayakan Deepavali?

Bukan hanya hari raya Diwali, namun hampir semua hari raya umat agama lain sering kali mendatangkan perdebatan di tengah-tengah masyarakat Indonesia: misalnya saat Natal, Nyepi dan sejenisnya.

Padahal, terkait hukumnya sendiri masih pro-kontra, penjelasannya sebagai berikut:

1.      Boleh

Dalam firman Allah SWT Surat Al-Mumtahanah ayat 8 berbunyi:

لَا يَنْهٰىكُمُ اللّٰهُ عَنِ الَّذِيْنَ لَمْ يُقَاتِلُوْكُمْ فِى الدِّيْنِ وَلَمْ يُخْرِجُوْكُمْ مِّنْ دِيَارِكُمْ اَنْ تَبَرُّوْهُمْ وَتُقْسِطُوْٓا اِلَيْهِمْۗ اِنَّ اللّٰهَ يُحِبُّ الْمُقْسِطِيْنَ

Allah tidak melarang kamu berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tidak memerangimu dalam urusan agama dan tidak mengusir kamu dari kampung halamanmu. Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berlaku adil.

Mengambil kesimpulan dari ayat di atas bahwa ada sebagian ulama yang memang notabene memperbolehkan kita umat Muslim memberi ucapan selamat atas hari raya umat non-muslim.

Jika dalam niatnya sebagai penghormatan kepada mereka sebagaimana mereka juga menghormati hari raya Islam: Idul Fitri.

hari raya Diwali

Hal ini pun berkaitan dengan toleransi yang bisa coba diterapkan agar tidak ada kelompok yang berselisih paham.

Sebab memberi ucapan selamat kepada mereka bukan berarti kita mengakui kepercayaan yang diyakininya. Melainkan untuk menjaga kerukunan antar umat beragama di Indonesia ini.

2.      Tidak Boleh

Namun pendapat ain menjelaskan di mana memberikan ucapan selamat atas hari raya umat non-muslim hukumnya adalah haram.

Hal ini dikuatkan oleh sabda Allah SWT pada surat Al-Furqan ayat 72 yang berbunyi:

وَالَّذِيْنَ لَا يَشْهَدُوْنَ الزُّوْرَۙ وَاِذَا مَرُّوْا بِاللَّغْوِ مَرُّوْا كِرَامًا

Dan orang-orang yang tidak memberikan kesaksian palsu, dan apabila mereka bertemu dengan (orang-orang) yang mengerjakan perbuatan-perbuatan yang tidak berfaedah, mereka berlalu dengan menjaga kehormatan dirinya,

Dengan kesimpulan, bagi mereka yang memberi ucapan selamat saat hari raya non-muslim maka artinya sama mengakui keyakinan dan menyerupai perbuatan mereka. Bahkan dianggap sebagai kafir.

Nah, Sobat, dari kedua pendapat terkait hukum di atas lalu mana yang sebaiknya kita pilih? Sebenarnya kita bisa langsung menghukumi hal tersebut boleh maupun haram.

Tergantung dari keyakinan masing-masing. Namun apabila ingin memberi ucapan selamat hari raya Diwali tanpa ada niatan yang mengganggu keyakinan kita dan selama tidak bertentangan dengan akidah Islam maka hal itu boleh. Wallahu A’lam.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY