Wabah Virus Marburg, Ujian Keimanan Muslimin

0
1100
virus marburg

Virus Marburg – Hampir setahun lebih masyarakat teruji dengan pandemi, kekhawatiran umat harus bertambah dengan adanya pemberitaan mewabahnya virus Marburg.

Belum umat ketahui pasti bagaimana virus tersebut bisa muncul. Namun, virus ini memang diproduksi dari hewan dan sejenis ebola.

Sobat Cahaya Islam, tersebarnya berbagai virus seperti virus Marburg di dunia bisa jadi menjadi salah satu ujian yang Allah SWT berikan.

Secara logika, tujuan tersebut dapat umat maknai agar mereka dapat lebih bersabar serta senantiasa meminta pertolongan pada Allah Ta’ala.

Bagaimana Umat Menyikapi Kemunculan Virus Marburg tersebut?

virus marburg

Sobat Cahaya Islam, eksistensi virus Marburg hadir di dunia tidak boleh umat maknai sebagai sebuah hal yang sesal.

Malah umat harus merenungi kehadiran dari virus tersebut sebagai bagian dari ujian dan takdir Allah SWT yang tak dapat umat ganggu gugat.

Dengan demikian, umat akan menyadari bahwa mereka pun juga apa yang Allah SWT ciptakan dan tidak berdaya untuk mencegah kehadiran sesuatu hal yang menurut umat itu buruk.

Hanya saja, penyadaran seperti ini tak dapat umat lakukan dengan mudah. Sebab, alih – alih menyadari sebagai takdir dari Allah SWT umat malah ada yang menganggapnya sebagai azab.

Innalillahi. Makna azab tersebut bisa saja umat lontarkan sebagai bentuk muhasabah dalam diri. Dengan meyakini kemunculan virus sebagai azab yang Allah SWT berikan, malah umat juga akan senantiasa mengupgrade keimanannya.

Namun, makna azab malah umat salahgunakan untuk mengkritik kehidupan seseorang yang terlihat berantakan. Misalnya, para netizen yang julid terhadap tetangga sekitar bahkan keluarga.

Bagaimana Seharusnya Umat Memaknai Sebuah Ujian dari Allah SWT?

virus marburg

Sobat Cahaya Islam, ujian dari Allah SWT bisa umat alami dalam berbagai bentuk. Misalnya dalam bentuk sakit, keluarga yang tidak sempurna maupun kecacatan fisik.

Termasuk juga adanya virus baru selain covid – 19 dan jajaran virus lainnya. Melalui pemaknaan ini, umat jadi terbiasa untuk lebih mudah ikhlas dan sabar dalam menghadapi kehidupannya.

Masa pandemi ini juga merupakan masa percobaan bagi umat agar selalu dapat bersikap ikhlas dan sabar terhadap ketetapan yang Allah SWT berikan. Malah umat harusnya lebih bersyukur.

Ujian yang Allah SWT turunkan adalah bentuk rasa kasih sayang Allah SWT terhadap umatnya yang masih Ia berikan jatah usia.

Bahkan dengan ujian yang Allah berikan misalnya berupa sakit karena terjangkit virus yang mewabah, akan menjadi pahala syahid bagi umat. Selain itu, ujian tersebut akan sesuai dengan kesanggupan Allah SWT.

Tentu hal ini sesuai dengan firman Allah Ta’ala dalam surat Al Baqarah ayat 286 yakni :

لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا

Artinya: Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.

Bagaimana Strategi Umat Untuk Bersyukur atas Ujian?

Sobat Cahaya Islam, rasa syukur yang umat tunjukkan tidak boleh hanya lewat lisan semata, harus juga dengan perbuatan.

Sebab, makna iman yang sempurna yakni harus mensinergikan antara perkataan dan perbuatan.

Salah satu hal yang bisa umat lakukan yakni dengan senantiasa berdzikir dan juga mengagungkan Allah SWT.

Semakin umat dekat dengan Rabb, maka kelelahan yang umat rasakan selama ujian akan terbayarkan. Masya Allah.

Nah Sobat Cahaya Islam, demikianlah ulasan mengenai kehadiran virus Marburg dan bagaimana umat menyikapinya.

Semoga umat dapat lebih bijaksana dengan ujian yang Allah SWT berikan serta semakin dekat dengan Allah Ta’ala. Aaamin ya Robbal ‘Alamiin.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY