Memanfaatkan Video YouTube Sarana Berdakwah dan Memperbaiki Diri

0
601
video youtube

Video YouTube – Menikmati video youtube sudah menjadi salah satu sarana menghibur diri. Tapi ternyata Sobat bisa, lho memanfaatkan berbagai video tersebut sebagai sarana berdakwah dan memperbaiki diri.

Sebagai manusia yang tidak pernah luput dari kesalahan dan dosa, tentu kita perlu menemukan jalan kembali menjadi orang yang lebih baik. Ada banyak cara untuk menemukan jalan tersebut, misalnya sering mengunjungi majelis ilmu, berteman dengan orang sholeh, serta membiasakan diri melaksanakan amalan sholeh.

Atau bisa juga menikmati konten-konten dakwah melalui video YouTube. Sudah banyak video cermah berbagai ustadz melalui channel YouTube-nya masing-masing. Sobat bisa melihat dan menontonnya untuk menambah pengetahuan. Untuk itulah memanfaatkan video YouTube sebagai sarana dakwah adn memperbaiki diri adalah hal yang tepat.

Video YouTube Sarana Dakwah dan Memperbaiki Diri

Sobat dapat mulai kebiasaan baru, mencari ilmu dari berbagai sumber dan dimana saja. Salah satunya dengan video YouTube, bisa Sobat lakukan di rumah tanpa perlu pergi ke majelis secara langsung. Kemudian menjadikannya sebagai sarana dakwah juga memperbaiki diri.

1. Sarana Memperbaiki Diri

Video YouTube sebagai sarana memperbaiki diri. Sobat harus mencari video berisikan ilmu pengetahuan islam atau ceramah para ustadz. Banyak Ustadz menjajaki dunia internet, bertujuan menjangakau umat muslim lebih luas melalui internet.

Para guru kita ini memberikan banyak pengetahuan islami. Sebut saja Ustadz Adi Hidayat sebagai hafizh Qur’an, penghafal hadits yang mampu mengingat halaman, bahkan letaknya secara detail. Kemudian Ustadz Khalid Basalamah, beliau sering memaparkan tentang kisah Nabi dan Rasulullah yang disampaikan begitu sederhana dan mudah dipahami.

video youtube

Lalu, Ustadz Abdul Somad yang sering menyampaikan cermah tentang hukum Fiqih. Ustadz Hanan Attaki, beliau merangkul anak-anak muda menuju jalan lebih baik, dengan cara berdakwah gaya anak muda zaman sekarang. Serta banyak lagi Ustadz luar biasa lainnya.

Tapi Sobat harus tetap berhati-hati, diluar sana masih banyak faham-faham yang menyimpang dari agama islam. Pastikan Sobat mengetahui latar belakang ustadz tersebut dan bisa menyaring mana yang baik dan buruk.

Melalui ceramah-ceramah tersebutlah, Sobat dapat mulai memperbaiki diri. Mengganti tontonan dengan yang lebih baik, mengisi waktu luang lebih bermanfaat dan mulai melaksanakan isi cermah yang disampaikan oleh para guru kita.

2. Sarana Dakwah

Selain menjadi tempat mencari jalan memperbaiki diri, Sobat juga bisa memanfaatkan video YouTube sebagai sarana mengajak pada kebaikan. Karena seperti Sobat ketahui, sebagai umat muslim kita perlu mencegah pada perbuataan buruk dan mengajak pada perbuatan baik.

Hal ini sudah Allah jelaskan melalui firmannya.

“Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang makruf dan mencegah dari yang munkar, merekalah orang-orang yang beruntung.” (QS Ali Imran [3]: 104).

“Dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah).” (Q.S. Luqman [31]: 17).

Rasulullah juga menyampaikan dalam sabdanya.

“Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya” (HR. Muslim no. 1893).

YouTube sebagai sarana dakwah, Sobat bisa memposting ulang cermah-cermah para ustdaz. Atau jika memiliki kemampuan public speaking yang bagus, cobalah untuk membuat konten video dakwah sendiri.

video youtube

Mulai dengan materi-materi sederhana, jangan lupa ambil dalil dan hadits shahih untuk menguatkan apa yang Sobat ucapkan. Sekarang sudah banyak pemuda muslim yang turun dan mengajak memeperbaiki diri pada oranglain terutama sesama anak muda.

Terbukti pemanfaatan video YouTube sebagai media dakwah ini berhasil dan mendapat sambutan yang baik.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY