Thailand: Terjadi Penembakan Maut selama 16 Jam

0
76
thailand

Thailand-Berita menghebohkan baru saja datang dari Thailand. Pasalnya di negara tersebut terjadi sebuah tindakan penembakan yang dilakukan oleh seorang oknum tentara. Kejadian tersebut di duga bermula karena adanya cekcok antara penembak tersebut dengan atasannya.

Penembak tersebut benama Jakaprath Thomma dan atasannya bernama Kolonel Anantarote Krasae. Cekcok yang terjadi antara kedua orang tersebut adalah tentang sengketa lahan atau sebuah rumah. kejadian tersebut terjadi pada Sabtu sore.

Setelah terjadi cekcok, penembak tersebut akhirnya mencuri senjata dari barak penyimpanan senjata kemudian dipergunakan untuk menembak atasnya yakni komandan Batalon 22 dan juga mertuanya yang sudah berusia 63 tahun.

Setelah membunuh kedua orang akhirnya dia juga menembak 3 orang serdadu yang memergokinya mencuri senjata dan kemudian menuju mol dengan menggunakan kendaraan dinas yang juga baru saja dicurinya.

Pelaku di dalam perjalanan juga menembaki orang-orang yang ada dijalan. Setelah sampai di mall dia juga menembak secara acak hingga banyak korban yang tewas terkena tembakan brutalnya. Kejadian tersebut berlangsung lama karena terjadi sejak sabtu sore hingga minggu pagi dan diperkirakan hingg 16 jam sebelum akhirnya dia dikepung dan ditembak mati.

Bujukan ibu Jakraphanth tidak dihiraukannya dan bahkan dia tetap melakukan aksinya yang brutal. Hingga keputusan tembak mati menjadi solusi yang harus diambil oleh petugas. Setelah kejadian itu diperkirakan korban yang tewas mencapai 29 orang.

Tentara Thailand yang Dikuasai Amarah

Sobat cahaya Islam, kejadian penembakan yang berlangsung lama tersebut bisa dikatakan sebagai sebuah kegiatan terror. Banyak orang yang tidak bersalah kepadanya namun mendapatkan tembakan mematikan.

Perilaku penembakan tersebut tidak diketahui motifnya secara jelas, namun memang bisa kita lihat bahwa orang tersebut menembak seperti orang gila karena marah dan merasa jika kesalahannya terlalu besar sehingga tahu bahwa dia tidak akan selamat nantinya setelah menembak atasan dan orang-orang yang memergokinya mencuri.

Seseorang apabila tidak dapat mengendalikan amarahnya tidak akan menemukan solusi dan akan semakin masuk dalam keterpurukan. Seperti yang dialami oleh tentara tersebut. Orang yang bersabar ketika memiliki masalah akan lebih berlaku bijak. Namun jika orang tersebut tidak beriman maka akan mudah baginya untuk melakukan kejahatan-kejahatan yang sebenarnya akan merusak dirinya sendiri.

Seperti Berjalan Diatas Kubangan Lumpur

Apa yang dilakukan oleh tentara Thailand tersebut bisa diibaratkan seperti orang yang berjalan di dalam kubangan lumpur. Jika seseorang berjalan melihat kubangan lumpur maka dia akan menjauhinya. Namun jika jatuh ke kubanganan lumpur maka dia akan berjalan di dalam kubangan lumpur tersebut.

Orang yang sudah terlanjur kotor atau melakukan kealahan besar maka dia akan lebih memilih untuk berjalan dan melanjutkan perjalanannya yang sudah kotor dan tidak berfikir untuk mencuci bajunya karena memang menganggap dirinya sudah terlalu kotor.

Kira-kira seperti itulah ibarat bagi orang-orang jahat yang memang sudah terlanjur banyak melakukan kesalahan. Sobat cahaya Islam, kejadian yang terjadi di Thailand ini memang merupakan bentuk kejahatan yang sangat keji. Ketika seseorang marah memang akan sangat sulit untuk berfikir positif meskipun orang tersebut sebenarnya orang baik.

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu  bahwa ada seorang laki-laki berkata kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam : “Berilah aku wasiat”. Beliau menjawab, “Engkau jangan marah!” Orang itu mengulangi permintaannya berulang-ulang, kemudian Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Engkau jangan marah!” [HR al-Bukhâri].

Seorang tentara Thailand yang seharusnya bekerja menjaga negara dan rakyat justru melakukan penembakan yang menewaskan banyak orang karena kurangnya pengendalian diri dan telah dikuasai oleh amarah yang sesaat. Nauzubillahiminzalik, semoga kita terhindar dari kejahatan semacam ini. Aamiin Inshaallah.

Catatan kaki:

  1. Hadits ini shahîh. Diriwayatkan oleh: al-Bukhâri (no. 6116), Ahmad (II/362, 466, III/484), at-Tirmidzi (no. 2020), Ibnu Hibban (no. 5660-5661 dalam at-Ta’lîqâtul Hisân), ath-Thabrani dalam al-Mu’jamul-Kabîr (II/261-262, no. 2093-2101), Ibnu Abi Syaibah dalam al-Mushannaf (no. 25768-25769), ‘Abdurrazzaq dalam al-Mushannaf (no. 20286), al-Baihaqi dalam Syu’abul-Îmân (no. 7924, 7926), al-Baihaqi dalam as-Sunanul-Kubra (X/105), al-Baghawi dalam Syarhus Sunnah (XIII/159, no. 3580).

TIDAK ADA KOMENTAR

Ikut Berkomentar Yuk!