Roleplay di Sosial Media: Bagaimana dalam Pandangan Islam?

0
3569
roleplay di sosial media

Roleplay di Sosial Media – Keberadaan sosial media memunculkan berbagai aktivitas yang dilakukan oleh para penggunanya. Baru-baru ini, heboh tentang tren roleplay di sosial media di Indonesia.

Biasanya orang yang melakukan roleplay adalah kalangan anak muda. Lantas apa itu roleplay sebenarnya?

Tren Roleplay di Sosial Media

Sedang heboh video viral yang memperlihatkan seorang ayah memarahi anaknya karena ketahuan bermain roleplay di sosial media. Namun banyak orang yang menyorot perlakukan sang ayah saat memarahi anak tersebut.

Apalagi ayah dalam video sampai membentak anaknya dan menyebarluaskan wajah sang anak di sosial media. Lalu apa itu roleplay yang tengah menarik perhatian banyak  orang?

Roleplay atau kerap orang sebut sebagai RP merupakan fenomena tersendiri di kalangan anak muda. Roleplay adalah aksi berpura-pura menjadi karakter tertentu.

Bukan hanya itu, orang yang melakukan RP juga berperilaku sampai beraksi seperti karakter pilihannya. Di sosmed seperti Twitter, TikTok, ataupun Facebook, roleplay merupakan permainan berpura-pura menjadi orang lain.

Mereka berpura-pura menjadi selebritas, kartun, ataupun orang populer lainnya demi mendapatkan kesenangan. Orang yang memainkan roleplay di sosmed kerap disebut roleplay yang berarti pemain roleplay.

Biasanya mereka mempunyai komunitas roleplay sendiri dan saling berinteraksi menjadi karakter yang dikehendaki.

Roleplay dalam Kehidupan Masyarakat

Sobat Cahaya Islam, bisa dibilang roleplay di sosial media adalah aksi berakting atau berperan menjadi orang lain. Para ulama ada yang mengharamkan peran namun ada juga yang menghalalkannya.

Tetapi, apa yang pemain RP lakukan sejatinya sebuah kesalahan kalau terlalu berlebihan. Apalagi jika mereka sampai melupakan identitas aslinya di dunia nyata karena terlalu asyik bermain peran.

Padahal islam sangat melarang berbagai hal yang berlebihan apalagi sampai membuat lalai.

Selain itu, tidak sedikit orang yang kemudian menyalahgunakan aksi roleplay dan menganggapnya terlalu serius. Hal ini bisa menjadi celah penipuan dan pembohongan kepada banyak orang.

Terlebih, orang yang bermain roleplay kebanyakan anak di bawah umur dan sering keliru dengan kebenaran atau kebohongan.

Pandangan Islam dalam Aksi Roleplay atau Bermain Peran

Sobat Cahaya Islam, berikut ini ada beberapa pandangan islam yang berkaitan dengan roleplay atau bermain peran:

1.       Tergolong Dusta

Pada hakikatnya, orang yang tengah bermain memerankan tokoh orang lain, ia tengah berdusta. Bahkan apa yang ia lakukan dan ucapkan pada dasarnya merupakan dusta.

Beberapa ulama berpendapat, memerankan diri menjadi orang lain tidak ada pembenarannya dalam agama. Terlebih orang lain yang ia perankan belum tentu menerima atau bersedia.

roleplay di sosial media

Selain itu, belum tentu penggambaran terkait tokoh yang ia perankan benar-benar terjadi secara sungguhan. Padahal Allah SWT berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ ۗ وَمَن يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا .

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar. Niscaya Allah memperbaiki bagimu amalan-amalanmu dan mengampuni bagimu dosa-dosamu. Dan Barang siapa menaati Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar.” (QS. Al-Ahzab: 70-71)

2.       Membuat Lalai dan Meninggalkan Salat atau Kewajiban Lainnya

Orang yang kecanduan bermain RP berlebihan tentu sering meninggalkan kewajibannya di dunia seperti salat atau lainnya. Ini menjadi perhatian tersendiri bagi beberapa pihak bagi anak yang terlalu sering bermain RP di sosial media.

roleplay di sosial media

Padahal islam mengajarkan pendidikan agama sejak dini agar sang anak tidak menjadi orang yang lalai saat dewasa. Islam memerintahkan umatnya untuk:

وَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَآَتُوا الزَّكَاةَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ

“Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat, dan ta’atlah kepada rasul, supaya kamu diberi rahmat.” (QS. An Nur [24] : 56)

3.       Meniru Lawan Jenis

Dalam permainan RP, seringkali pemainnya memerankan apa saja termasuk karakter yang berlawanan jenisnya dari diri sendiri. Aksi tersebut hukumnya terlarang dalam islam yang tertuang dalam:

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melaknat laki-laki yang menyerupai wanita dan wanita yang menyerupai laki-laki” (HR. Bukhari no. 5885)

Sobat Cahaya Islam, itulah beberapa pandangan agama terhadap aksi roleplay di sosial media. Sebaiknya hindari permainan tersebut agar mendapat Rahmat Allah SWT.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY