Tata Cara Puasa Muharram dan Keistimewaannya

0
553
puasa muharram

Puasa Muharram – Sobat Cahaya Islam, hari ini (9/8) kita telah memasuki tahun baru Islam 1443 H, atau yang biasa kita sebut tahun baru Hijriah. Tahun baru Hijriah terjadi di bulan Muharram. Biasanya umat Muslim mengerjakan amalan-amalan di bulan ini, seperti puasa sunnah.

Puasa di bulan Muharram hukumnya sunnah, sebagian ulama lain menyebutkan puasa di bulan ini malah lebih dianjurkan. Sebab, selain bulan Sya’ban yang merupakan bulan paling banyak Rasulullah melaksanakan puasa sunnah, bulan Muharram merupakan bulan yang mulia.

Puasa sunnah ini juga termasuk puasa yang utama setelah puasa di bulan Ramadhan. Mengapa demikian? Sebab bulan Muharram merupakan bulan pertama dalam penanggalan kalender Hijriah, sehingga berpuasa pada bulan pertama awal tahun seperti membuka lembaran tahun baru dengan amal kebaikan.

Sobat Cahaya Islam tentu sudah pernah membaca bagaimana sejarah bulan Muharram menjadi awal permulaan bulan dalam tahun baru Islam? Begitu istimewanya bulan Muharram sehingga terdapat puasa sunnah yang bisa Sobat kerjakan dan amalkan, seperti puasa Tasu’a dan Asyura.

Dalam sebuah hadist meriwayatkan bahwa barang siapa yang berpuasa 1 hari pada bulan Muharram, sama artinya dengan ia berpuasa sebanyak 30 hari. Selain itu, kita perlu mengetahui tata cara dan keistimewaan puasa di bulan Muharram.

Tata Cara Puasa Sunnah di Muharram

puasa muharram

Tata cara puasa ini sama seperti tata cara puasa sunnah lainnya. Sobat dapat berniat bahwa akan puasa (niat secara umum untuk berpuasa di bulan Muharram), atau niat secara khusus (niat puasa pada tanggal tertentu seperti puasa Tasu’a, Asyura, atau tanggal 11). Sobat bisa menggunakan niat puasa yang Sobat bisa.

Rasulullah SAW bersabda:

Dan telah menceritakan kepadaku Zuhair bin Harb telah menceritakan kepada kami Jarir dari Abdul Malik bin Umair dari Muhammad bin Al Muntasyir dari Humaid bin Abdurrahman dari Abu Hurairah radliallahu ‘anhu -dan ia saya mendengar-marfu’-kannya bahwa; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah ditanya, “Shalat apakah yang paling utama setelah shalat Maktubah (wajib)? Dan puasa apakah yang paling utama setelah puasa Ramadlan?” maka beliau menjawab: “Seutama-utama shalat setelah shalat Maktubah (wajib) adalah shalat pada sepertiga akhir malam, dan seutama-utama puasa setelah puasa Ramadlan adalah puasa di bulan Muharram.” Dan Telah menceritakan kepada kami Abu Bakr bin Abu Syaibah telah menceritakan kepada kami Husain bin Ali dari Za`idah dari Abdul Malik bin Umair dengan isnad ini, terkait dengan penyebutan puasa dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. yakni dengan hadits yang semisalnya. (HR. Shahih Muslim Nomor 1983)

Selain melafalkan niat di dalam hati, sebaiknya Sobat melafalkannya secara lisan. Niat ini dapat Sobat lakukan pada malam hari atau ketika makan sahur. Kemudian makan sahur, lalu berpuasa dan menahan diri dari segala hal yang dapat membatalkan puasa. Ketika waktu berbuka tiba segeralah Sobat berbuka puasa.

Keistimewaan Puasa Muharram

puasa muharram

Selain membahas tentang tata cara Puasa bulan harram, kita juga akan membahas tentang keistimewaan dari puasa tersebut. Sebelum melangkah lebih jauh, coba Sobat Cahaya Islam menelisik sedikit pengetahuan tentang sejarah bulan Muharram yang menjadi awal permulaan bulan dalam kalender Islam.

Puasa ini menjadi istimewa sebab bulan ini termasuk ke dalam salah satu dari empat bulan yang Allah muliakan. Maka dari itu  penting kiranya kita mengerjakan amalan puasa sunnah ini meski hanya satu hari.

Selain itu, terdapat pula puasa Tasu’a dan Asyura yang pahalanya dapat melebur dosa setahun yang telah lalu dan dapat menjadi pembeda umat Muslim dari umat Yahudi. Puasa Asyura dibagi menjadi tiga tingkatan, yaitu: puasa Asyura saja, atau puasa Asyura dan Tasu’a, atau puasa Asyura dan tanggal 11 Muharram.

Demikian tadi beberapa hal yang dapat penulis sampaikan tentang tata cara dan keistimewaan puasa Muharram. Semoga kita senantiasa diberi kemudahan dan kesehatan untuk bisa menjalankan amalan atau puasa di bulan suci ini. Aaamiiin.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY