Kiat Penting Dalam Mendidik Anak Tangguh Sesuai Ajaran Islam

0
201
Mendidik anak tangguh

Mendidik anak tangguh – Di zaman sekarang, orang tua cenderung berlebihan terhadap keinginan anak-anaknya. Bahkan tidak jarang orang tua terlalu memanjakan buah hatinya dengan alasan tertentu. Padahal sangat penting bagi orang tua untuk mengetahui bagaimana mendidik anak tangguh.

Seorang anak yang tangguh mampu menghadapi kerasnya dunia. Selain itu, mereka juga mampu mengatasi masalah apapun secara mandiri saat dewasa nanti. Hal tersebut jelas penting mengingat orang tua tidak menjamin ada di belakang anak sampai kapan pun.

Pentingnya Mendidik Anak Tangguh

Sobat Cahaya Islam, mendidik anak tangguh jelas tidaklah mudah. Apalagi jika anak Sobat masih berada di usia kanak-kanak alias belia. Di masa anak-anak, orang tua cenderung melindungi anak secara berlebihan.

Padahal, mendidik anak agar menjadi tangguh perlu orang tua terapkan sedini mungkin. Pasalnya, Allah SWT akan memberikan setiap hambanya ujian kehidupan. Ujian tersebut juga akan menimpa sang buah hati ketika ia mulai beranjak dewasa.

Dalam mendidik anak supaya menjadi pribadi yang tangguh, pahami kepadanya agar tidak menggantungkan hidup pada manusia. Pasalnya, menggantungkan kehidupan pada manusia merupakan bentuk kerapuhan.

Selain itu, Sobat juga jangan sampai mengajarkan anak bergantung kepada orang tua. Harap ajarkan anak supaya bergantung hanya kepada Allah SWT. Demi mencapai hal tersebut, Sobat perlu memenuhi asupan ruhiyah dalam diri anak.

Dengan demikian, dalam diri anak bisa tertanam tauhid yang berujung pada ketergantungan kepada Allah SWT dan menjadi pribadi tangguh.

Cara yang Dapat Orang Tua Lakukan untuk Menjadikan Anak Tangguh

Sobat Cahaya Islam, ada beberapa cara yang dapat orangtua lakukan dalam upaya mendidik anak tangguh sesuai ajaran islam. Adapun cara tersebut antara lain:

1.       Menguatkan Tauhid Anak

Ketika anak mulai mengerti apa yang orangtua ucapkan, coba ajak mereka untuk menceritakan kesedihannya kepada Allah SWT. Cara ini bisa Sobat terapkan saat anak menangis baik itu karena kecewa, merasa gagal, atau apapun.

Mendidik anak tangguh

Tak hanya itu, orangtua juga bisa mulai membiasakan berdoa tepat di depan anak-anaknya. Hal tersebut juga bisa menguatkan tauhid buah hati. Nabi Muhammad SAW pun pernah mencontohkan berdoa di depan anak.

Ini sejalan dengan ayat Al Quran yang berbunyi:

 “Sesungguhnya aku mengadukan keluh kesahku hanya kepada Allah.” (QS. Yusuf: 86)

2.       Melatih Anak Merasakan Challenge Zone

Kemudian orang tua juga perlu melatih anak untuk merasakan seperti apa fase challenge zone atau zona tantangan. Fase ini bisa dimulai sejak masa penyapihan buah hati. Challenge zone dapat Sobat terapkan saat anak melewati usia dua tahun.

Di fase tersebut, orangtua perlu membiasakan untuk membiarkan tangisan anak sambil menyapihnya. Harap perkenalkan bahwa ASI sesudah dua tahun bukan termasuk kebutuhan melainkan hanya keinginan.

Mendidik anak tangguh

Dengan begitu, anak akan belajar bahwa tak semua keinginan dapat terpenuhi. Latihan seperti ini juga dapat membentuk otot kesabarannya di masa depan. Allah berfirman:

رِزْقُهُنَّ وَكِسْوَتُهُنَّ بِالْمَعْرُوفِ ۚ لَا تُكَلَّفُ نَفْسٌ إِلَّا وُسْعَهَا ۚ لَا تُضَارَّ وَالِدَةٌ بِوَلَدِهَا وَلَا مَوْلُودٌ لَهُ بِوَلَدِهِ ۚ وَعَلَى الْوَارِثِ مِثْلُ ذَٰلِكَ ۗ فَإِنْ أَرَادَا فِصَالًا عَنْ تَرَاضٍ مِنْهُمَا وَتَشَاوُرٍ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْهِمَا ۗ وَإِنْ أَرَدْتُمْ أَنْ تَسْتَرْضِعُوا أَوْلَادَكُمْ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْكُمْ إِذَا سَلَّمْتُمْ مَا آتَيْتُمْ بِالْمَعْرُوفِ ۗ وَاتَّقُوا اللَّهَ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ

Artinya: “Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan. Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara ma’ruf. Seseorang tidak dibebani melainkan menurut kadar kesanggupannya. Janganlah seorang ibu menderita kesengsaraan karena anaknya dan seorang ayah karena anaknya, dan warispun berkewajiban demikian. Apabila keduanya ingin menyapih (sebelum dua tahun) dengan kerelaan keduanya dan permusyawaratan, maka tidak ada dosa atas keduanya. Dan jika kamu ingin anakmu disusukan oleh orang lain, maka tidak ada dosa bagimu apabila kamu memberikan pembayaran menurut yang patut. Bertakwalah kamu kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.” (Q.S Al-Baqarah ayat 233)

3.       Melatih Anak Mengurus Diri

Orang tua juga perlu melatih anak mengurus dirinya sendiri. Ini mencakup berbagai hal baik untuk urusan dunia ataupun akhirat. Hal tersebut tertuang dalam ayat Al Quran yaitu:

يَـٰبُنَىَّأَقِمِٱلصَّلَوٰةَوَأۡمُرۡبِٱلۡمَعۡرُوفِوَٱنۡهَعَنِٱلۡمُنكَرِوَٱصۡبِرۡعَلَىٰمَآأَصَابَكَ‌ۖإِنَّذَٲلِكَمِنۡعَزۡمِٱلۡأُمُورِ

Wahai anandaku, dirikanlah shalat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang munkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah).” (QS. Luqman [31]: 17).

Sobat Cahaya Islam, penting untuk menerapkan bagaimana cara mendidik anak tangguh di atas. Semoga saja buah hati Sobat menjadi pribadi yang tangguh untuk kehidupannya di dunia dan akhirat kelak. 

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY