Santri di Tasikmalaya Dianiaya Temannya Karena Dituduh Mencuri, Begini Etika Sebelum Berprasangka Menurut Islam

0
338
Santri di Tasikmalaya Dianiaya 1

Santri di Tasikmalaya dianiaya – Seorang santri dituduh mencuri oleh santri lainnya hingga mendapatkan penganiayaan yang menyebabkan lebam. Sebelumnya, korban dipanggil oleh salah satu santri dan ternyata sudah ada santri lainnya yang menunggu. Saat itu korban dituduh mencuri namun ia membantah karena tidak pernah melakukan tuduhan tersebut. Setelah itu, korban justru mendapatkan perundungan dan kemudian melaporkan hal ini ke sang ayah.

Santri di Tasikmalaya Dianiaya 2

Adanya pengakuan korban bahwa ia menerima perundungan dari teman santrinya, sang ayah kemudian melaporkan hal ini ke pihak kepolisian. Pihak kepolisian saat ini sedang mengumpulkan bukti-bukti adanya kasus pembullyan. Dalam islam, tentu saja tindakan menganiaya sangatlah dilarang dan juga tidak dibenarkan. Ini bertentangan dengan ajaran islam yang mana kaum muslimin diajarkan untuk saling menghargai dan tidak saling menyakiti.

Santri di Tasikmalaya Dianiaya Temannya Karena Dituduh Mencuri, Begini Etika Sebelum Berprasangka

Santri di Tasikmalaya Dianiaya 1

Santri di Tasikmalaya dianiaya temannya karena dituduh mencuri. Sementara korban ini telah membantah adanya tindakan mencuri yang ia lakukan, sayangnya ia justru mendapat perlakuan yang tidak menyenangkan. Dalam islam, menuduh seseorang tidaklah dibenarkan karena sama halnya dengan berprasangka buruk. Hal ini tertulis dalam ayat Al Quran dimana kaum muslimin dilarang berprasangka buruk terhadap orang lain.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيرًا مِنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ ۖ وَلَا تَجَسَّسُوا وَلَا يَغْتَبْ بَعْضُكُمْ بَعْضًا ۚ أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَنْ يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوهُ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ تَوَّابٌ رَحِيمٌ

Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.

Allah telah dengan tegas melarang kaum muslimin untuk berburuk sangka, karena sama saja dengan perbuatan dosa. Ini dituangkan dalam ayat Al Quran diatas. Itu artinya, kita tidak boleh menuduh orang lain atas keburukan tanpa adanya dasar. Dan apabila memang betul seseorang melakukan keburukan dan kita membicarakannya, ini bisa menjadi perbuatan menggunjing yang juga dilarang oleh Allah SWT.

Lalu bagaimana etika sebelum menuduh orang lain atas keburukan?

Memastikan Kebenaran

Salah satu etika sebelum kemudian menuduh seseorang atas suatu keburukan adalah dengan memastikan kebenarannya terlebih dahulu. Bagaimanapun menuduh tanpa memastikan terlebih dahulu tidaklah dibenarkan dalam islam. Ini bertentangan dengan ajaran islam yang melarang kaum muslimin untuk berprasangka buruk.

Adanya Bukti Jelas

Hal yang harus diperhatikan sebelum melontarkan tuduhan atau prasangka terhadap orang lain adalah dengan memastikan adanya bukti yang jelas. Dengan adanya bukti itu artinya ada kebenaran yang bisa dipastikan. Sehingga bukan hanya merupakan tuduhan atau prasangka buruk yang tidak mendasar.

Santri di Tasikmalaya dianiaya – hingga mengalami luka lebam karena dituduh mencuri. Tindakan ini bisa masuk dalam kategori pembullyan lho sobay CahayaIslam. Terlebih tuduhan yang dilontarkan juga tidak berdasar bahkan tanpa adanya bukti. Ini sangat bertentangan dengan ajaran islam yang melarang kita untuk berprasangka buruk. Semoga kita dijauhkan dari prasangka buruk dan segala perbuatan yang keji ya.


Catatan Kaki:

(1) – Surat Al-Hujurat Ayat 12

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY