Upah BPJS Ketenagakerjaan Cair! Bagaimana Memanfaatkan Rejeki Dengan Benar Menurut Islam?

0
65
Upah BPJS Ketenagakerjaan dan Rejeki Dalam Islam

Upah BPJS Ketenagakerjaan – Beberapa waktu lalu dikabarkan bahwa pemerintah akan memberikan bantuan kepada para pekerja dengan gaji dibawah 5 juta. Bantuan atau upah ini diberikan kepada pekerja yang sudah terdaftar sebagai anggota BPJS ketenagakerjaan. Kabarnya upah tersebut akan langsung masuk ke rekening yang aktif dengan nominal 600 ribu. Ini tentu saja menjadi kabar baik bagi para pekerja yang merasakan dampak dari pandemi saat ini.

Masa pandemi memang menjadi situasi yang cukup sulit bagi sebagian orang. Banyak orang harus kehilangan pekerjaan, atau bahkan tetap bekerja dengan upah yang tidak utuh. Itu sebabnya, pemerintah mengadakan program untuk memberikan upah bagi para pekerja dengan penghasilan dibawah 5 juta. Selain sebagai program untuk membantu para pekerja, ini juga menjadi rejeki bagi mereka. Sehingga meringankan beban di masa pandemi saat ini. Lalu bagaimana cara memanfaatkan rejeki dengan benar menurut islam?

Upah BPJS Ketenagakerjaan Cair dan Begini Memanfaatkan Rejeki Dengan Benar Menurut Islam

Upah BPJS Ketenagakerjaan yang diberikan pemerintah adalah rejeki bagi para pekerja. Dan tentunya ini patut untuk disyukuri bagi yang mendapatkannya. Dalam islam, rejeki sendiri adalah sesuatu yang sudah dijamin oleh Allah SWT. Sehingga kaum muslim dilarang untuk merisaukan rejeki, karena tidak ada satupun makhluk yang Allah tidak jamin rejekinya. Hal yang terpenting adalah bagaimana mencari rejeki di jalan Allah dan sesuai dengan syariat islam.

وَمَا مِنْ دَابَّةٍ فِي الْأَرْضِ إِلَّا عَلَى اللَّهِ رِزْقُهَا وَيَعْلَمُ مُسْتَقَرَّهَا وَمُسْتَوْدَعَهَا ۚ كُلٌّ فِي كِتَابٍ مُبِينٍ

Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezekinya, dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya. Semuanya tertulis dalam Kitab yang nyata (Lauh mahfuzh).(1)

Ini artinya, Allah menjamin rejeki bagi seluruh makhluk hidup yang ada di bumi. Jika binatang melata saja sudah dicukupkan rejekinya, maka begitu juga dengan manusia. Hanya saja, mencari rejeki haruslah dengan jalan yang baik dan halal. Begitupun ketika memanfaatkan rejeki harus dengan cara yang baik. Bagaimana caranya menurut islam?

Memanfaatkan Rejeki Untuk Hal-Hal Baik

Upah BPJS Ketenagakerjaan dan Ini Rejeki Menurut Islam

Cara memanfaatkan rejeki untuk hal-hal baik disini yang dimaksud adalah tidak dipergunakan untuk hal-hal yang bermanfaat dan tidak merugikan. Seringkali seseorang diberikan rejeki yang melimpah, namun lupa untuk memanfaatkannya dengan baik. Tidak sedikit orang menggunakan rejeki untuk hal seperti berjudi, membeli minuman keras atau menghambur-hamburkan dengan boros. Sementara Allah tidak menyukai sifat pemboros.

وَلَا تُبَذِّرْ تَبْذِيرًا إِنَّ الْمُبَذِّرِينَ كَانُوا إِخْوَانَ الشَّيَاطِينِ ۖ وَكَانَ الشَّيْطَانُ لِرَبِّهِ كَفُورًا

dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan dan syaitan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya. (2)

Tidak Melupakan Sedekah

Cara memanfaatkan rejeki yang sesuai dengan ajaran islam bukan hanya dengan mempergunakan untuk hal-hal bermanfaat saja. Namun juga dengan tidak melupakan sedekah. Ini adalah salah satu anjuran dalam islam. Sedekah tidak akan membuat seseorang menjadi miskin, justru Allah akan menambah rejekinya lebih banyak. Itu sebabnya, dalam setiap rejeki yang kita dapatkan maka ada sebagian yang menjadi hak orang-orang miskin atau yang membutuhkan.

قُلْ إِنَّ رَبِّي يَبْسُطُ الرِّزْقَ لِمَنْ يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِ وَيَقْدِرُ لَهُ ۚ وَمَا أَنْفَقْتُمْ مِنْ شَيْءٍ فَهُوَ يُخْلِفُهُ ۖ وَهُوَ خَيْرُ الرَّازِقِينَ

Katakanlah: “Sesungguhnya Tuhanku melapangkan rezeki bagi siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan menyempitkan bagi (siapa yang dikehendaki-Nya)”. Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dialah Pemberi rezeki yang sebaik-baiknya.(3)

Upah BPJS Ketenagakerjaan – menjadi rejeki bagi para pekerja. Sebagai seorang muslim, rejeki bukan hanya untuk disyukuri. Namun juga dimanfaatkan dengan sebaik mungkin. Jadi sobat Cahaya Islam, mari memanfaatkan rejeki untuk hal-hal yang bermanfaat. Bukan justru menjadikan kita pemboros.


Catatan Kaki:

(1) – Surat Hud Ayat 6

(2) – Surat Al-Isra’ Ayat 26-27

(3) – Surat Saba’ Ayat 39

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY