Qadar adalah Kenyataan, Simak Perbedaan Qadha dan Qadar dalam Islam

0
44

Qadar adalah – Memahami pengertian Qadha dan Qadar adalah salah satu kesunnahan bagi seorang Muslim. Kita sering mendengar dua kata berbeda pengertian tersebut diucapkan bersama. Sebagaimana dalam rukun iman, kita diwajibkan beriman pada Qadha dan Qadar Allah. Sudahkah Sobat Cahaya Islam mengetahui apa itu Qadha dan Qadar?

Menurut beberapa kelompok seperti menurut kelompok Asyariyyah, kelompok Maturidiyyah, serta kelompok lain mengatakan bahwa Qadha dan Qadar adalah sesuatu yang memiliki perumpamaan yang berbeda. Pernahkah Sobat Cahaya Islam mendengar kata “takdir”? Takdir juga ada kaitannya dengan kedua hal tersebut di atas.

Menurut kelompok Asyariyyah, Qadha dijelaskan sebagai kehendak Allah atas sesuatu sebelum zaman Azali (Zaman dimana belum adanya penciptaan). Sedangkan Qadar adalah realita perwujudan dari apa yang dikehendaki saat zaman Azali. Pernyataan dari kelompo Asyariyyah ini berbeda dari kelompok Maturidiyyah.

Menurut kelompok Maturidiyyah, Qadha adalah ilmu atau sifat-sifat yang akan dimiliki seseorang dan dikehendaki oleh Allah pada zaman Azali. Sedangkan Qadar adalah hasil dari ilmu yang Allah kehendaki dan merupakan buah dari apa yang dilakukan oleh seseorang yang dikehendaki Allah SWT.

Kelompok lain juga berpendapat bahwa Qadha dan Qadar adalah segala sesuatu yang menjadi kehendak Allah. Dalam artikel kali ini kita akan memahami bagaimana pengertian Qadha dan Qadar Allah serta bagaimana sikap kita dalam memahami keduanya. Simak penjelasannya berikut ini:

Jika Qadar adalah Kenyataan, Bagaimana dengan Qadha?

Sebagaimana yang telah dijelaskan dalam paragraf di atas. Secara umum Qadha adalah sesuatu yang masih ghaib. Sedangkan Qadar adalah kejadian nyata yang telah digariskan oleh Allah. Dalam hal ini dapat dikatakan bahwa Qadha sama artinya dengan takdir Allah.

Namun, beberapa kelompok menyebutkan bahwa Qadar yang dimaknai sebagai takdir merupakan bagian dari Qadha. Sebelum ada Qadar terlebih dahulu ada Qadha. Sehingga dalam kaitannya dengan rukun iman kita wajib percaya bahwa Qadha dan Qadar itu ada.

1.     Memahami Takdir menurut Pandangan Allah

Dalam Islam takdir dibedakan menjadi dua, yaitu takdir mubram dan takdir mu’allaq. Takdir mubram adalah takdir yang tidak dapat diubah, contohnya seperti kita tidak dapat memilih akan lahir dari keluarga yang mana dan seperti apa. Sedangkan takdir mu’allaq adalah takdir yang bisa diubah seperti seseorang ditakdirkan miskin tapi bekerja keras sehingga jadi kaya.

Allah berfirman dalam Al-Quran:

“Tidak ada keberatan apa pun pada Nabi tentang apa yang telah ditetapkan Allah baginya. (Allah telah menetapkan yang demikian) sebagai sunnah Allah pada nabi-nabi yang telah terdahulu. Dan ketetapan Allah itu suatu ketetapan yang pasti berlaku” (QS. Al-Ahzab Ayat 38)

2.     Takdir menurut Pandangan Manusia

Jika takdir dalam pandangan Allah dapat dilihat melalui dua sisi. Maka dalam pandangan manusia takdir ini hanya bisa dilihat secara mu’allaq. Seseorang hanya bisa mengetahui takdir mubram-nya saat orang tersebut telah dinyatakan meninggal dunia. Karenanya kematian tidak dapat diubah dan termasuk dalam takdir mubram.

Nah, bagaimana Sobat Cahaya Islam? Pemahaman pengertian mengenai Qadha dan Qadar adalah hal yang cukup membingungkan. Namun, jika kita menjadi pasif mengenai pengertian Qadha dan Qadar maka kita sendiri juga tidak akan dapat mengetahui alasan kita percaya bahwa Qadha dan Qadar itu ada. Wallahu a’lam.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY