Pemalsuan Surat Bebas Covid-19, Sama Dengan Menipu! Ini Hukumnya Dalam Islam

0
73
Pemalsuan Surat Bebas Covid-19 Tindakan Menipu Dilarang Agama

Pemalsuan Surat Bebas Covid-19 – Baru-baru ini beredar kabar mengenai jual beli surat bebas covid-19 di lapak belanja online. Surat bebas covid-19 merupakan salah satu syarat perjalanan orang yang bekerja. Jika ingin bepergian untuk kepentingan bekerja, maka harus menunjukkan surat sehat yang dikeluarkan oleh dinas kesehatan setempat atau hasil yang menyatakan negatif covid-19 berdasarkan hasil dari PCR Test/Rapid Test.Hal ini dilakukan dengan tujuan untuk mengurangi resiko penyebaran dari virus corona ini.

Pemalsuan Surat Bebas Covid-19 dan Hukumnya Menurut Islam

Surat sehat yang dianggap akan lebih mudah didapatkan ini dan juga dikhawatirkan akan dipalsukan kemudian oleh Djoko Setijowarno diminta untuk diperbaiki. Sehingga surat yang digunakan adalah surat hasil bebas covid-19. Namun kenyataannya, saat ini justru beredar surat bebas covid-19 yang diperjual belikan. Dengan kata lain, beberapa oknum memanfaatkan ini untuk membuat surat bebas palsu kemudian diperjual belikan. Berdasarkan fenomena yang terjadi ini, bagaimana hukum dalam islam mengenai pemalsuan surat?

Pemalsuan Surat Bebas Covid-19, Ini Jelas Menyimpang Dari Ajaran Islam

Pemalsuan Surat Bebas Covid-19 Tidak Sesuai Ajaran Islam

Pemalsuan surat bebas covid-19 merupakan tindakan yang tidak dapat dibenarkan. Wabah corona yang semakin meresahkan, bahkan meningkatkan angka kematian setiap harinya. Ini membuat pemerintah mengeluarkan aturan-aturan yang cukup ketat. Tujuannya tentu untuk memutus tali penyebaran virus corona ini. Namun sayangnya, tidak semua orang sadar akan hal itu. Sehingga mencari cara untuk tetap bebas bepergian. Bagaimana pemalsuan surat ini dalam pandangan islam? Tentu ini sama saja dengan menipu atau dusta.

Membuat surat palsu sama dengan kita menipu orang lain dengan apa yang tidak benar sebetulnya. Dalam agama islam, ini tidak dianjurkan dan melanggar ajaran agama yang ada. Menipu, berbohong, berdusta adalah tindakan yang tercela. Jika dilakukan jelas saja ini akan menimbulkan kerugian bagi diri sendiri, termasuk dosa.

وَإِنْ يَكُ كَاذِبًا فَعَلَيْهِ كَذِبُهُ ۖ وَإِنْ يَكُ صَادِقًا يُصِبْكُمْ بَعْضُ الَّذِي يَعِدُكُمْ ۖ إِنَّ اللَّهَ لَا يَهْدِي مَنْ هُوَ مُسْرِفٌ كَذَّابٌ

Dan jika ia seorang pendusta maka dialah yang menanggung (dosa) dustanya itu; dan jika ia seorang yang benar niscaya sebagian (bencana) yang diancamkannya kepadamu akan menimpamu”. Sesungguhnya Allah tidak menunjuki orang-orang yang melampaui batas lagi pendusta.(1)

Allah Maha Mengetahui, Tidak Ada Tipuan Atau Dusta Yang Allah Tidak Ketahui

Pemalsuan Surat Bebas Covid-19 Tindakan Menipu Dilarang Agama

Dalam ajaran agama, kita selalu dianjurkan untuk berkata jujur. Hal ini karena Allah adalah Maha Mengetahui. Tidak satupun kebohongan, tipuan atau dusta yang lalai dari pengawasanNya. Begitu juga saat kita melakukan berbagai bentuk tindakan guna menipu atau berdusta pada orang lain. Allah tentu lebih tahu terhadap apa yang kita lakukan, termasuk yang kita sembunyikan. Jika begitu, apa masih berani melakukan tindakan menipu atau berdusta?

وَلَقَدْ فَتَنَّا الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ ۖ فَلَيَعْلَمَنَّ اللَّهُ الَّذِينَ صَدَقُوا وَلَيَعْلَمَنَّ الْكَاذِبِينَ

Dan sesungguhnya kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta.(2)

Ayat diatas menegaskan bahwa Allah mengetahui orang yang berkata benar dan orang yang berdusta. Jadi, Allah pun mengetahui segala yang kita lakukan. Jadi sobat cahaya islam, mari kita bertindak jujur. Jangan sampai pandemi covid-19 ini menjadikan kita pribadi yang justru jauh dari baik.

Pemalsuan surat bebas covid-19 – merupakan bentuk tindakan yang tidak benar. Dalam agama, kita tidak dianjurkan melakukan tindakan yang mengandung tipuan atau dusta. Ingatlah, bahwa Allah Maha Melihat dan Mengetahui segalanya.


Catatan Kaki:

(1) – Surat Al-Mu’min Ayat 28

(2) – Surat Al-Ankabut Ayat 3

TIDAK ADA KOMENTAR

Ikut Berkomentar Yuk!