Nurdin Abdullah Terjaring OTT KPK, Inilah Cara Agar Terhindar dari Korupsi dalam Perspektif Islam

0
99

Nurdin Abdullah – Baru-baru ini, Gubernur Sulawesi Selatan menjadi buah bibir berbagai media. Pasalnya, pada hari Sabtu kemarin, diseret ke Gedung KPK Jakarta. Belum ada kepastian terkait kasus yang berkaitan.

Persoalan korupsi di Indonesia menjadi salah satu penyakit kronis yang tidak kunjung sembuh. Setiap tahunnya, KPK menyeret beberapa aparat atau pun pegawai pemerintah.

Sobat Cahaya Islam, di dalam Islam pun sudah dijelaskan secara tegas bahwa korupsi amat dilarang. Selain merugikan orang lain, dapat berdampak buruk bagi diri sendiri.

Cara Agar Terhindar dari Korupsi

Sebagai salah satu penyakit yang kronis, tentunya korupsi harus ditindak sedini mungkin. Korupsi sama halnya dengan mencuri, dan pencurian adalah hal yang dilarang dalam Islam.

Allah swt berfirman dalam Al-Quran surat Al-Maidah ayat 38:

وَٱلسَّارِقُ وَٱلسَّارِقَةُ فَٱقْطَعُوٓا۟ أَيْدِيَهُمَا جَزَآءًۢ بِمَا كَسَبَا نَكَٰلًا مِّنَ ٱللَّهِ ۗ وَٱللَّهُ عَزِيزٌ حَكِيمٌ

“Laki-laki yang mencuri dan perempuan yang mencuri, potonglah tangan keduanya (sebagai) pembalasan bagi apa yang mereka kerjakan dan sebagai siksaan dari Allah. Dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (Qs. Al-Maidah: 38)”

Allah SWT secara tegas memberikan penjelasan bahwa pencurian amat dilarang. Hal ini terlihat dari balasan yang setimpal bagi para pelaku pencurian.

Terdapat beberapa cara yang bisa dicoba untuk menghindari korupsi yang merugikan masyarakat umum. Di antara cara tersebut yakni sebagai berikut.

1.   Senantiasa Mengedepankan Integritas dan Profesionalitas

Dalam melakukan rekrutmen SDM untuk aparat kepemerintahan, hendaknya memperhatikan asas integritas dan profesionalitas. Hindari keegoisan yang hanya akan berujung pada korupsi, kolusi atau pun nepotisme. Sebaliknya, senantiasa untuk mengedepankan kriteria sesuai syariat Islam, seperti amanah, jujur, dan bertanggung jawab.

2.    Keteladanan Pemimpin

Selanjutnya, ada keteladanan dari pimpinannya. Ketika orang terpandang atau pun tokoh masyarakat memberikan teladan yang baik, setidaknya masyarakat pun akan menilai dan memerhatikannya. Untuk menghindari korupsi, tentu harus dimulai dari pemimpinnya dan selaku masyarakat yang baik hendaknya mengikuti pemimpinnya.

3.    Pembinaan Secara Khusus

Cara lainnya yang bisa dicoba yakni dengan melakukan pembinaan khusus secara tertata. H ini dicontohkan oleh Khalifah Umar bin Khattab yang memberikan nasihat terhadap bawahannya di masa pemerintahannya. Pembinaan dilakukan sebagai salah satu langkah untuk meningkatkan kualitas aparat dan pegawai kepemerintahan.

4.    Pemberian Gaji dan Fasilitas yang Layak

Negara memiliki kewajiban untuk menyajikan gaji dan fasilitas yang layak dan mencukupi. Hal ini sebagai salah satu langkah untuk meningkatkan kualitas bekerja para pegawai dan terhindar dari khianat. Seorang birokrat pun merupakan manusia biasa yang tetap harus memenuhi kebutuhan hidup. Maka dari itu sistem penggajian hendaknya diperhatikan sebaik mungkin.

5.   Hindari Pemberian Hadiah dan Suap

Islam memberikan larangan untuk tidak sembarang memberikan hadiah, apalagi suap karena hal demikian merupakan sebuah kecurangan. Suap merupakan pemberian yang bukan didasari rasa ikhlas melainkan untuk keuntungan semata.

6.   Tetapkan Hukuman yang Setimpal

Menetapkan hukuman yang setimpal, sebagai salah satu ancaman agar tidak melakukannya. Hukuman ini sebagai salah satu pencegah agar tidak ada yang melakukan korupsi, kolusi atau pun nepotisme.

Nah, Sobat Cahaya Islam, itulah ulasan singkat terkait cara menghindari korupsi dalam perspektif Islam. Kasus yang berkaitan dengan Nurdin Abdullah segera terkuak tuntas dan Indonesia senantiasa dilindungi dari tangan-tangan jahil dan serakah. Aamiin.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY