Moral Dilemma dan Fungsi Islam Sebagai Kompas nya

0
221
Moral Dilemma dan Fungsi Islam Sebagai Kompas nya

Moral Dilemma – Sobat cahayaislam pernah ga sih berada pada posisi harus memutuskan, mengatakan atau melakukan sesuatu yang (mungkin salah). Demi untuk sesuatu lain yang lebih baik? – Contoh gampangnya gini. Teman baik anda yang baik hati sedang memasak untuk anda. Lalu dia menyajikan dan meminta anda untuk makan. Ternyata masakannya enggak enak banget! Nah, demi menjaga perasaan dia, anda memutuskan untuk berbohong agar dia tidak sedih.

Hal hal semacam ini dalam kehidupan sering kita alami. Dalam psikologi umum kita mengetahui hal ini dengan istilah moral Dilemma.

Definisi Apa itu Moral Dilemma?

Moral dilemma adalah situasi di mana seseorang menghadapi pada dua atau lebih pilihan yang semuanya tampak benar atau penting. Tetapi memilih salah satu pilihan dapat berarti melanggar prinsip atau nilai yang lain. Moral dilemma seringkali menjadi ujian kompleks dalam kehidupan sosial, ketika individu harus mempertimbangkan implikasi moral dari tindakan mereka terhadap diri sendiri, orang lain, dan masyarakat secara keseluruhan.

Dalam kehidupan sosial, moral dilemma dapat muncul dalam berbagai konteks, seperti hubungan interpersonal, pekerjaan, politik, dan situasi kehidupan sehari-hari lainnya.

Apa Fungsi Islam dalam Fenomena Dilema Moral ini?

Sebenarnya, kalo kita menariknya dari contoh kita diawal tadi. Berbohong demi Kebaikan sebenarnya dalam hadits Bukhari 2692 pernah dijelaskan. Bahwa dia yang berbohong demi kebaikan saudaranya tidak dikatakn pendusta:

حَدَّثَنَا عَبْدُ الْعَزِيزِ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ، حَدَّثَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ سَعْدٍ، عَنْ صَالِحٍ، عَنِ ابْنِ شِهَابٍ، أَنَّ حُمَيْدَ بْنَ عَبْدِ الرَّحْمَنِ، أَخْبَرَهُ أَنَّ أُمَّهُ أُمَّ كُلْثُومٍ بِنْتَ عُقْبَةَ أَخْبَرَتْهُ أَنَّهَا، سَمِعَتْ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم يَقُولُ ‏ “‏ لَيْسَ الْكَذَّابُ الَّذِي يُصْلِحُ بَيْنَ النَّاسِ، فَيَنْمِي خَيْرًا، أَوْ يَقُولُ خَيْرًا ‏”

Pada dasarnya, dari sini sebenarnya posisi islam adalah netral. Yaitu, setiap kondisi memiliki konteks dan situasi yang berbeda. Hal ini termasuk kondisi moral dilemma yang mungkin bisa kita hadapi dalam kehidupan sehari hari. Kalo dari alim ulama yang kita mintai nasihat, memberikan beberapa parameter. Yang jelas adalah sebisa mungkin sejalan dengan tauhid dan ajaran Al Quran dan Al Hadits.

Prinsip Tauhid ini mengajarkan bahwa Allah adalah satu-satunya Tuhan yang berhak kita sembah. Penting untuk disadari, bahwa dalam menghadapi dilema moral, memahami bahwa Allah adalah sumber otoritas moral dapat membantu Anda mengambil keputusan yang benar berdasarkan ketentuan-Nya.

Al-Qur’an dan Hadis (ucapan dan tindakan Nabi Muhammad) adalah sumber utama ajaran Islam. Mengkaji ayat-ayat Al-Qur’an dan hadis terkait dapat memberikan panduan dalam mengatasi dilema moral. Dalam artian, sobat dapat mencari nasehat langsung dari sumber-sumber ini.

Tawakkal, Kontemplasi dan Tanggung Jawab

Bertawakal berarti mempercayai Allah sepenuhnya dan melepaskan diri dari kecemasan berlebihan terhadap hasil akhir. Dalam menghadapi dilema moral, setelah Anda telah melakukan segala usaha yang benar, serahkanlah hasilnya kepada Allah.

Selain itu, sobat cahayaislam harus mau Luangkan waktu untuk merenungkan implikasi moral dari setiap pilihan yang Anda hadapi. Pertimbangkan bagaimana tindakan tersebut sesuai dengan nilai-nilai dan prinsip-prinsip Islam. Selanjutnya, Islam mengajarkan tanggung jawab pribadi terhadap tindakan kita. Dalam menghadapi dilema moral, akui tanggung jawab Anda dan pilih tindakan yang Anda yakini adalah yang terbaik berdasarkan pengetahuan dan keyakinan Anda.

***

Yang terpenting, Ingatlah bahwa menghadapi dilema moral adalah bagian dari pengalaman hidup manusia. Dalam Islam, penting untuk mencari panduan dan inspirasi dari ajaran agama untuk membuat keputusan yang tepat, menjunjung tinggi nilai-nilai etika, dan mendekatkan diri kepada Allah. Semoga bermanfaat ya

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY