Mendidik Anak dalam Nilai Kesabaran untuk Menjadi Orang yang Bertakwa

0
332
mendidik anak dalam nilai kesabaran

Mendidik anak dalam nilai kesabaran – Tentu saja semua orangtua merasa setuju jika mendidik anak harus membutuhkan kesabaran yang luas. Karena itulah, orangtua perlu menerapkan bagaimana mendidik anak dalam nilai kesabaran yang baik dan benar. Mengingat, dari pagi sampai malam, orangtua harus menghadapi tingkah laku anak yang seolah tak ada habisnya.

Apalagi bagi orangtua yang mempunyai anak dalam masa tumbuh kembang. Anak dalam usia tersebut, akan memberikan banyak pertanyaan dan mencoba berbagai hal baru. Apa yang ia lakukan pun seolah terus menguras habis kesabaran orang tua.

Pentingnya Mendidik Anak dalam Nilai Kesabaran

Sobat Cahaya Islam, anak adalah anugerah terindah dari Allah SWT untuk setiap orangtua. Jika tidak mengedepankan mendidik anak dalam nilai kesabaran, ia pun tidak akan menjadi seseorang yang saleh atau salehah. Pasalnya, orangtua akan cenderung menggunakan kekerasan jika merasa batas kesabarannya sudah di ambang akhir dalam mendidik anak.

Seseorang yang seperti kehilangan kesabaran memang wajar adanya di dunia ini. Apalagi jika orangtua sudah merasa lelah dengan pekerjaan di rumah yang seolah tidak ada habisnya. Saat itu, orangtua akan merasa emosi yang memuncak sampai ubun-ubun.

Apabila hal itu menimpa Sobat, maka yang sangat dibutuhkan adalah kejernihan pikiran. Dengan begitu, Sobat tidak akan merasakan amarah yang seperti menguasai diri sendiri. Satu hal yang perlu Sobat ingat adalah, anak juga merupakan ujian bagi orangtuanya.

Kalau Sobat tak dapat besabar dalam mendidiknya, tentu tidak akan ada balasan pahala dari Allah SWT. Mendidik anak-anak dalam nilai kesabaran pun akan mendatangkan buah manis untuk orangtua. Yakni saat anak dewasa, mereka pun juga akan sabar dalam merawat Sobat dan menjadi anak yang saleh ataupun salehah.

Penerapan Pendidikan Anak dengan Nilai Kesabaran

Lantas seperti apa aplikasi mendidik anak dalam nilai kesabaran yang benar dan sesuai dengan ajaran islam? Berikut beberapa contoh yang bisa Sobat tiru.

1.       Bersabar saat Mengajarkan Kebaikan

Salah satu bagian dalam kesabaran yang para ulama jelaskan adalah bersabar saat melakukan ketaatan kepada Allah SWT. Bersabar dalam mengajarkan kebaikan kepada anak termasuk dalam kategori tersebut. Apalagi mengajarkan kebaikan memerlukan kesabaran orang tua terutama ibu.

mendidik anak dalam nilai kesabaran

Orangtua hanya perlu terus berusaha sabar dalam mengajarkan berbagai kebaikan kepada buah hati. Dengan begitu, Allah SWT akan menjadikannya orang penyabar seperti yang dijanjikan dalam ayat Al Quran berikut ini:

وَمَنْ يَسْتَعْفِفْ يُعِفَّهُ اللَّهُ ، وَمَنْ يَسْتَغْنِ يُغْنِهِ اللَّهُ ، وَمَنْ يَتَصَبَّرْ يُصَبِّرْهُ اللَّهُ ، وَمَا أُعْطِيَ أَحَدٌ عَطَاءً خَيْرًا وَأَوْسَعَ مِنْ الصَّبْرِ

Artinya: “Barangsiapa yang berusaha menjaga diri, maka Allah menjaganya, barangsiapa yang berusaha merasa cukup, maka Allah mencukupinya. Barangsiapa yang berusaha bersabar, maka Allah akan menjadikannya bisa bersabar dan tidak ada seorang pun yang dianugerahi sesuatu yang melebihi kesabaran.” (HR Bukhari No 1469).

2.       Sabar Saat Emosi Memuncak

Menghadapi kelakukan anak yang seringkali nakal memang terasa menjengkelkan. Namun saat itu, yang Sobat butuhkan hanyalah kesabaran. Apabila amarah itu datang, coba menjauh sementara dari anak sampai emosi mereda.

mendidik anak dalam nilai kesabaran

Jangan lupa untuk membaca doa berikut ini:

وَلَمَّا بَرَزُوْا لِجَالُوْتَ وَجُنُوْدِهٖ قَالُوْا رَبَّنَآ اَفْرِغْ عَلَيْنَا صَبْرًا وَّثَبِّتْ اَقْدَامَنَا وَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكٰفِرِيْنَ ۗ

Wa lammaa barazuu liJaaluuta wa junuudihii qooluu Rabbanaaa afrigh ‘alainaa sabranw wa sabbit aqdaamanaa wansurnaa ‘alal qawmil kaafiriin.

Artinya: “Ya Rabb kami, tuangkanlah kesabaran atas diri kami, dan kokohkanlah pendirian kami dan tolonglah kami terhadap orang-orang yang kafir.” (QS. al-Baqarah: 250)

3.       Bersabar Ketika Ikhtiar Belum Berhasil

Sobat Cahaya Islam juga perlu selalu bersabar apabila ikhtiar dalam mendidik anak belum memperlihatkan hasil maksimal. Harap selalu ingat bahwa Allah selalu melihat prosesnya dan bukan hasil. Apalagi Allah SWT sudah menjanjikan pahala besar kepada orang yang bersabar seperti firmannya yakni:

اِلَّا الَّذِيْنَ صَبَرُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِۗ اُولٰۤىِٕكَ لَهُمْ مَّغْفِرَةٌ وَّاَجْرٌ كَبِيْرٌ

“kecuali orang-orang yang sabar, dan mengerjakan kebajikan, mereka memperoleh ampunan dan pahala yang besar.” (QS. Hud Ayat 11)

Sobat Cahaya Islam, betapa pentingnya mulai memupuk cara mendidik anak dalam nilai kesabaran. Percayalah, kesabaran selama mendidik anak akan membuahkan hasil manis di dunia dan akhirat kelak.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY