Memelihara Semangat Ramadan, Seperti Saat Kita Masih Anak Kecil yang Belajar Puasa

0
46
Memelihara Semangat Ramadan, Seperti Saat Kita Masih Anak Kecil yang Belajar Puasa

Memelihara semangat ramadan – Sobat cahayaislam, mari kita sedikit flashback di masa ketika hal hal lebih sederhana. Masa ketika semua yang kita lakukan adalah permainan bagi kita, bukan tuntutan. Masa kecil kita ketika Ramadan adalah momen menyegarkan yang kita tunggu dengan antusias.

Kami tahu, hidup terus berjalan kedepan. Usia kita bertambah dan tuntutan kehidupan yang beragam dengan suka dan dukanya meruwetkan pikiran, bahkan hati kita juga. Bulan Ramadan seharusnya penuh dengan berkah dan kesempatan untuk meningkatkan spiritualitas kita. Namun, seringkali, semangat puasa yang kita miliki kini, jauh dibandingkan ketika kita masih kecil. Kegembiraan itu memudar seiring dengan bertambahnya usia dan kesibukan hidup. Saat kita menjadi dewasa, tantangan dan tekanan yang kita hadapi kadang-kadang membuat kita lupa akan kegembiraan dan semangat yang dulu kita rasakan ketika berpuasa sebagai anak-anak.

Memelihara Semangat Ramadan dengan Mengenang Kebebasan dari Duniawi & Kembali ke Esensi

Jiwa Anak-anak seringkali merasakan puasa sebagai suatu peristiwa yang membebaskan. Di mana mereka dapat merasa dekat dengan Allah tanpa beban duniawi. Mengingat kembali kebebasan ini dapat membantu kita untuk menemukan kembali kesederhanaan dan kedamaian dalam puasa kita sebagai orang dewasa.

Selain itu, ketika kita masih kecil, mungkin kita lebih mampu untuk merasakan esensi sejati dari puasa. Yakni, menahan diri dari makan dan minum sebagai bentuk ibadah kepada Allah SWT. Mengingat kembali esensi ini dapat membantu kita untuk memahami betapa berharganya kesempatan untuk berpuasa, serta mengingatkan kita pada tujuan spiritual yang lebih tinggi. Rasakan dengan hikmat. Bawa rasa penasaran masa kecil kita untuk menemukan keajaiban Ramadan di sekitar kita.

Jalani Ramadan dengan Berbagi Kebahagiaan & Tidak Melupakan Kebahagiaan

Sobat cahayaislam ingat? Salah satu hal terbaik tentang puasa ketika kita masih kecil adalah berbagi kebahagiaan dan kebersamaan dengan keluarga dan teman-teman. Mengingat kembali momen-momen ini dapat membantu kita untuk menumbuhkan semangat kebersamaan dan kedermawanan dalam puasa kita sebagai orang dewasa. Bila sobat jauh dari keluarga dan berada di perantauan, sobat bisa beberapa kali melakukan video call atau menghubungi mereka di waktu sahur atau buka. Bahkan ketika mereka sudah tiada pula, kita bisa berbagi kebahagiaan Ramadan dengan orang di sekitar kita dan mendoakan mereka.

Last but Not Least, yang nggak kalah penting, ingatlah bahwa puasa adalah waktu untuk merayakan kebahagiaan dan bersyukur atas segala berkah yang telah diberikan Allah kepada kita. Meskipun puasa mungkin dianggap sebagai waktu untuk menahan diri, jangan lupa untuk tetap menjaga semangat kebahagiaan dan sukacita dalam ibadah kita di bulan yang Mulia.

***

Mengingat kembali semangat puasa seperti saat kita masih kecil dapat membantu kita untuk menemukan kembali kegembiraan dan kedamaian dalam ibadah kita. Dengan memelihara semangat ini, kita dapat menjalani bulan Ramadan dengan penuh kesadaran dan keyakinan. serta merasakan kedekatan yang lebih besar dengan Allah SWT. Semoga bulan Ramadan kali ini membawa berkah dan kebahagiaan bagi kita semua. Aamiin

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY