Organisasi Islam News – Assalamu’alaikum Sobat Cahaya Islam, beberapa waktu lalu ada orang yang bertanya benarkah warga LDII menganggap kafir orang di luar LDII? Menanggapi pertanyaan tadi, simak ulasan berita islam berikut ini yuk!
Bila mendengar Lembaga Dakwah Islam Indonesia atau LDII sebagian besar masyarakat pastinya akan beranggapan bahwa LDII adalah lembaga sesat. Lembaga ilegal yang meresahkan masyarakat. Tapi sebagai umat muslim yang menjunjung tinggi kebenaran serta cerdas, terlebih lagi di era modern saat ini.
Menerima berita tidak boleh kita telan mentah-mentah, harus menelusuri terlebih dahulu kebenarannya. Sebab berita hoax yang tersebar sangat berbahaya, bahkan dapat menyebabkan fitnah.
warga LDII menganggap kafir orang di luar LDII?
Mengenal LDII
Organisasi masyarakat ini merupakan organisasi legal yang berada di bawah payung badan hukum. Jadi sangat tidak benar bila LDII di anggap organisasi ilegal.
Banyak masyarakat yang termakan isu miring dan beranggapan bahwa LDII adalah penerus Islam Jama’ah (organisasi sesat) yang dulu di bubarkan.
Namun fakta sesungguhnya sejarah LDII yang benar bernama YAKARI yakni Yayasan Lembaga Karyawan Islam. Kemudian berganti dengan nama LEMKARI (Lembaga Karyawan Islam), tapi nama LEMKARI berubah karena sama dengan akronim Lembaga Karate-Do Indonesia dan bergantilah nama menjadi LDII.
Adapun tujuan berdirinya adalah untuk mengembangkan pembangunan Indonesia yang berlandaskan iman dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Agar terwujud masyarakat madani yang demokrasi dan berlandaskan Pancasila.
Dari latar belakang tersebut, jelas membantah isu miring yang menyatakan bahwa LDII adalah penerus ajaran sesat Islam Jama’ah. Sekaligus jadi jawaban benarkah warga LDII menganggap kafir orang di luar LDII. LDII adalah organisasi masyarakat yang berbadan hukum. Kalau pun mengajarkan ajaran sesat sudah pasti telah di bubarkan sejak dulu.
Latar Belakang Pendiri LDII
Berita islam miring yang tersebar akan pendiri LDII bernama Nur Hasan yang hanya menempuh pendidikan terakhir kelas 3 SD. Padahal fakta sesungguhnya latar belakang berdirinya LDII yaitu oleh lima orang berlatar belakang pendidikan tinggi dan sangat paham akan agama.
Mereka adalah Drs. Nur Hasyim, Drs. Edi Masyadi, Drs. Bahroni Hertanto, Soetojo Wirjo Atmodjo BA dan Wijono BA. Latar belakang pendiri ini sangat bertolak belakang dengan isu miring pendiri LDII yang suka akan perdukunan.
Hukum Mengucapkan Kafir
Orang yang telah masuk LDII mengklaim bahwa orang di luar LDII adalah kafir. Padahal dalam kajian Islam mengucapkan kata kafir tidak boleh sembarangan bahkan kata kafir sangat berbahaya. Tapi benarkah warga LDII menganggap kafir orang diluar LDII?
Nyatanya hal ini tidak benar. LDII tidak pernah mengajarkan hal tersebut. LDII paham bahwa mengatakan kafir itu tidak boleh. Bahaya mengatakan kafir telah tertulis dalam hadits dalam riwayat Shahih Muslim dan sering di beritahukan dalam ceramah agama.
Dalam Hadist tersebut menyebutkan bahwa bahaya seseorang mengatakan kafir kepada orang lain dengan tidak mengetahui kebenarannya maka dia di anggap kufur dan kafir tersebut kembali pada penuduh. Kufur sendiri artinya tidak beriman kepada Allah dan Rasulnya. Kufur terbagi menjadi dua, kufur besar dan kecil. Untuk kufur kecil hanya akan terkena dosa tanpa keluar dari Islam.
Sedangkan kufur besar bisa mengeluarkan seseorang dalam Islam. Bila ada berita islam yang menyatakan bahwa orang di luar LDII kafir, itu hanya perbuatan orang yang tidak bertanggung jawab. Organisasi Islam ini selalu memiliki tujuan yang mulia untuk memajukan bangsa.
Jadi bila ada pertanyaan benarkah warga LDII menganggap kafir orang di luar LDII? Jawabnya tidak benar. LDII tidak pernah mengajarkan hal demikian. Organisasi ini pula tidak meresahkan, berbadan hukum dan diakui negara. Justru memiliki sumbangsih untuk memajukan bangsa seperti musyawarah nasional tahun 2016 lalu. Yang sangat di apresiasi oleh presiden Jokowi dan Menteri Agama.































ok alkhaduliih jaza kallahukoiro
ok siap kami jokam surabaya salam kenal
Umat Islam harus kuat, dan kekuatan itu ada dalam persatuan. Jangan biarkan isu sepele merusak silaturahmi.
Kita sama-sama muslim, jangan sampai saling membenci hanya karena berbeda organisasi. Yuk saling menghormati!
Perbedaan itu biasa, yang penting bagaimana kita menyikapinya dengan bijak. Nice artikel!
Mari kita jaga ukhuwah Islamiyah dan tidak mudah terprovokasi isu yang memecah belah. Solid!
Sebagai anggota LDII, saya sangat terbantu dengan artikel ini. Sekarang orang lain bisa memahami kami dengan benar.
Pembahasan yang sangat berimbang dan sesuai dengan prinsip Islam yang rahmatan lil alamin. Teruskan!
Artikel yang sangat edukatif dan mencerahkan. Sangat penting untuk mengedukasi masyarakat agar tidak mudah termakan hasutan
Akhirnya ada yang membahas ini dengan data dan sumber yang valid, bukan sekadar emosi. Good job!
Terima kasih atas penjelasannya yang sangat jelas dan tidak memihak. Sangat membantu untuk memahami isu ini dengan kepala dingin
Semoga dengan artikel ini, semakin banyak orang yang memahami pentingnya menjaga ukhuwah dan tidak mudah mengkafirkan sesama muslim. Aamiin.
Terima kasih sudah mengingatkan untuk tidak mudah menyebarkan tuduhan tanpa dasar.
Semoga artikel ini banyak dibaca agar kita tidak mudah terprovokasi.
Topik yang sensitif tapi disampaikan dengan sangat elegan dan bijak. Salut!
Jelas dan padat! Sangat membantu untuk meluruskan anggapan yang keliru.
Data dan dalil yang disajikan sangat kuat. Membantu saya paham bahwa isu pengkafiran seringkali berasal dari miskomunikasi.
Aamiin, semoga Allah memberkati penulis dan semua yang terlibat
Dengan artikel ini, semoga prasangka buruk terhadap LDII bisa hilang
Saya berharap semakin banyak konten seperti ini yang muncul di media sosial.
Semoga artikel ini viral agar banyak yang terbuka pikirannya. Aamiin.
Yuk, sebarkan konten positif seperti ini, bukan hoax yang meresahkan!
Semoga setelah baca ini, kita semua bisa lebih dewasa dalam beragama
Jangan mudah percaya tanpa tabayyun. Artikel ini buktinya!
Bijak dalam menyikapi perbedaan adalah kunci kedamaian. Terima kasih sudah mengingatkan!
Mari kita jadikan artikel ini sebagai pengingat untuk selalu berpikir sebelum berkomentar.
Gak perlu panjang lebar, yang penting jelas. Good!
Langsung ke inti permasalahan. Solutif banget!
Singkat, padat, dan jelas. Tidak berbelit-belit.
Ini dia artikel yang ditunggu-tunggu. Akhirnya jelas sudah!
Joss! Penjelasan yang mantap dan to the point.
Pembahasan yang komprehensif dan mudah dicerna. Cocok untuk semua kalangan.
Dari sisi akademis, artikel ini sangat kuat dan layak dijadikan rujukan.
Artikel yang well-researched! Semoga menjadi referensi untuk topik serupa di masa depan.
Saya apresiasi cara penulis menyajikan fakta dengan jelas, bukan opini semata.
Penulisan yang sangat metodologis dan sistematis. Membuat pembaca mudah memahami tanpa bias.
Indonesia butuh kedamaian, dan artikel seperti ini sangat membantu menciptakan harmoni.
Penulisan yang sangat metodologis dan tidak tendensius. Semoga bisa menjadi referensi untuk yang ingin memahami lebih dalam.
Budaya tabayyun (klarifikasi) itu penting sebelum menjudge suatu kelompok. Makasih sudah mengingatkan!
Ini dia artikel yang bikin hati adem. Jangan sampai perbedaan membuat kita lupa bahwa sesama muslim adalah saudara.
Setuju banget! Umat Islam harusnya bersatu, bukan saling menuduh dan memecah belah. Nice article!
Sebagai seorang muslim, saya sangat menghargai artikel yang mengedepankan kedamaian dan meluruskan kesalahpahaman. Teruslah menghasilkan konten-konten yang mencerahkan!
Subhanallah, penjelasannya sangat komprehensif dan merujuk pada sumber yang jelas. Ini membuktikan bahwa Islam mengajarkan untuk tidak mudah mengkafirkan orang lain
Penting banget artikel kayak gini! Biar nggak gampang termakan isu dan fitnah yang merusak persatuan umat. Good job!
Alhamdulillah, terima kasih sudah memberikan penjelasan yang obyektif dan mendalam. Artikel seperti ini yang kita butuhkan untuk memupuk toleransi dan persaudaraan
Hi! terima kasih kak sudah up berita ini, semoga makin banyak yang paham dan bisa berpikiran terbuka
Organisasi ini pula tidak meresahkan, berbadan hukum dan diakui negara.
interesting banget pembahasannya
Terima kasih @cahayaislam.id atas artikel yang jelas dan berbasis data. Sangat penting untuk meluruskan miskonsepsi dan mengurangi prasangka di antara umat Islam.
interesting post
Jadi bila ada pertanyaan benarkah warga LDII menganggap kafir orang di luar LDII? Jawabnya tidak benar.
Orang yang telah masuk LDII mengklaim bahwa orang di luar LDII adalah kafir. Padahal dalam kajian Islam mengucapkan kata kafir tidak boleh sembarangan bahkan kata kafir sangat berbahaya. DAN INI TIDAK BENAR DAN TIDAK TERJADI DI LDII
interesting news
very good
interesting for a very long time
iNGET YA, berita hoax yang tersebar sangat berbahaya, bahkan dapat menyebabkan fitnah.
Cool, I’ve been looking for this one for a long time
Sebagai umat muslim yang menjunjung tinggi kebenaran serta cerdas, terlebih lagi di era modern saat ini. Menerima berita tidak boleh kita telan mentah-mentah
keren banget berani up berita yang selalu diungkit ungkit, semoga kedepannnya ngga ada lagi yang begini
terima kasih kak sudah up berita ini dngan bahasa yang baik
sabar banget jadi orang ldii yaa, sukses selalu apapun organisasi islamnya
selalu, sehat sehat orang LDII, Berita lama selalu itu aja yang dibahas