Memahami Konsep Mengalah Demi Kebaikan

0
1933

Mengalah adalah salah satu sifat yang dapat menerima semua kekurangan yang ada pada orang lain, kekerasan yang ada dalam diri orang lain, dengan mengorbankan jiwa dan perasaan untuk orang lain tersebut. Jika Memahami Konsep Mengalah Demi Kebaikan ini terjadi dalam kehidupan kita sehari-hari, akan ada banyak pelajaran yang bisa kita dapatkan saat kita mencoba untuk tetap terus bertahan dalam diri kita sendiri. Salah satunya yaitu saat menghadapi persoalan lain kita akan lebih kuat serta tidak akan mudah roboh dengan berbagai persoalan yang mungkin saja timbul.

Memahami Konsep Mengalah Demi Kebaikan

Buah dari mengalah demi kebaikan akan kita dapatkan di berbagai kesempatan baik pada hari itu, hari-hari yang akan datang, ataupun kehidupan yang akan kita lalui di masa depan akan menjadi lebih baik. Namun sayangnya, banyak sekali orang yang tidak mau mengalah dalam kehidupannya sehari-hari. Hal ini terjadi baik dari hal-hal yang paling kecil hingga hal-hal yang besar. Jika kita tidak mau mengalah untuk urusan-urusan paling kecil, bagaimana jika kita berurusan dengan hal-hal yang besar. Jika kita berhasil menerapkan konsep kajian islam kali ini mengenai mengalah demi kebaikan saat berhadapan dengan keluarga, teman dekat, atau siapapun, maka kita akan berhasil mengalah untuk mencapai kebaikan yang tentunya akan menyejahterakan semua pihak dan bisa menjalani kehidupan dengan lebih baik.

Dengan mempunyai sikap mengalah demi kebaikan tentunya akan membawa kita kepada kehidupan yang lebih berkualitas. Hidup yang berkualitas ini tentunya akan sangat berpengaruh pada tiap aspek kehidupan yang kita jalani beserta orang-orang yang ada di sekitar kita. Khususnya untuk keluarga yang merupakan kumpulan terdekat serta tempat beraktivitas sehari-hari. Seseorang yang bersedia mengalah demi kebaikan akan mempunyai hidup yang penuh damai dan bahagia. Yang perlu diingat yakni kebenaran yang akan dalam diri kita, jika hal tersebut benar dan baik, maka suatu hari akan terbukti dan teruji tanpa harus membuktikannya dengan terlalu memaksakan kepada orang lain. Jika hal tersebut salah, maka kita akan menjadi pribadi yang lebih baik karena sudah menerimanya. Hal ini karena secara tidak langsung, saat anda mengalah berarti anda sudah menerimanya.

Mengalah demi kebaikan dan larangan berselisih dalam Islam

Dalam al qur’an, banyak sekali ayat-ayat yang menganjurkan untuk mengalah demi kebaikan dan larangan untuk berselisih atau berikhtilaf yang dapat berakibat pada perpecahan atau iftiraq. Allah SWT juga sudah mengingatkan hamba-hambaNya supaya tidak terjerumus ke jurang perpecahan dan juga memberikan ancaman untuk mereka yang melakukan hal tersebut. Beberapa diantara nash/tampak Al qur’an yang menunjukkan hal tersebut antara lain:

وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا ۚ وَاذْكُرُوا نِعْمَتَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ كُنْتُمْ أَعْدَاءً فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِكُمْ فَأَصْبَحْتُمْ بِنِعْمَتِهِ إِخْوَانًا وَكُنْتُمْ عَلَىٰ شَفَا حُفْرَةٍ مِنَ النَّارِ فَأَنْقَذَكُمْ مِنْهَا ۗ كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمْ آيَاتِهِ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ

Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk.” [1]

وَلَوْ شَاءَ رَبُّكَ لَجَعَلَ النَّاسَ أُمَّةً وَاحِدَةً ۖ وَلَا يَزَالُونَ مُخْتَلِفِينَ

Jikalau Tuhanmu menghendaki, tentu Dia menjadikan manusia umat yang satu, tetapi mereka senantiasa berselisih pendapat“, [2]

إِلَّا مَنْ رَحِمَ رَبُّكَ ۚ وَلِذَٰلِكَ خَلَقَهُمْ ۗ وَتَمَّتْ كَلِمَةُ رَبِّكَ لَأَمْلَأَنَّ جَهَنَّمَ مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِينَ

Kecuali orang-orang yang di beri rahmat oleh tuhanmu. Dan untuk itulah Allah menciptakan mereka. Kalimat Tuhanmu (keputusan-Nya) telah ditetapkan: sesungguhnya Aku akan memenuhi neraka Jahannam dengan jin dan manusia (yang durhaka) semuanya.” [3]

Berseberangan pandangan dan berbeda pendapat akan mengarah pada perselisihan dimana perselisihan tersebut akan mengarah pada kemarahan. Dan kemarahan merupakan api yang membutuhkan air untuk memadamkannya. Bila air merupakan pemadam api, maka mengalah merupakan pemadam dari kemarahan tersebut. Mengalah demi kebaikan di samping dapat menghentikan perselisihan juga dapat memulihkan hubungan sehingga ia akan tetap terjaga baik. Hubungan yang selalu baik tersebut yang diharapkan dalam ukhuwah islamiyah. Salah satunya dalam hubungan suami istri. Sehingga, memaafkan dan mengalah begitu dianjurkan di dalam islam.

Mengalah demi kebaikan yang terjadi dalam biduk rumah tangga suami istri juga dicontohkan oleh ummul mukminin saudah binti Zam’ah. Beliau memberikan hal bermalam Rasulullah SAW kepada Aisyah dengan izin Rasulullah SAW, baginya tidak ada suatu kehormatan yang jauh lebih tinggi untuk wanita di atas posisi sebagai istri dari seorang Nabi SAW, lebih-lebih beliau adalah nabi terbaik. Kadang-kadang, perselisihan yang kerap kali dihadapi oleh pasangan suami istri terjadi karena perkara yang jika diteliti hasilnya sulit untuk dibuktikan jika suami benar 100% ataupun istri yang benar 100%. Sahabat cahaya islam, faktanya, suami dalam batas tertentu juga salah, begitupun juga seorang istri.

[1]  QS. Ali Imran : 103

[2] QS. Hud 118

[3] QS. Hud 119

TIDAK ADA KOMENTAR

Ikut Berkomentar Yuk!