Makna Kata Pareidolia, Pentingnya Wujudkan Kesehatan Psikologis

0
355
Makna kata pareidolia

Makna kata pareidolia – Beberap hari ini, sebagian besar netizen mulai banyak mencari makna kata pareidolia.

Fenomena ini sebenarnya muncul manakala seseorang merasa melihat sosok manusia pada benda mati. Aneh bukan? Namun ternyata hal ini sering dirasakan oleh sebagian orang.

Sobat Cahaya Islam, adanya penjelasan mengenai makna kata pareidolia tentu akan memberikan kemudahan bagi generasi untuk mengatasinya.

Mengenali Makna Kata Pareidolia dan Cara Mengatasinya

Adanya banyak penjelasan mengenai makna kata Pareidolia akan memudahkan generasi agar tidak terlalu mengkhawatirkan kondisi diri bila mengalami gejala tersebut.

Sederhananya, fenomena pareidolia merupakan fenomena psikologis dalam diri yang akan melibatkan stimulus dengan samar – samar maupun acak yang bisa saja dianggap penting.

Karena anggapan tersebut, maka stimulus samar – samar tersebut terkadang terlihat seperti struktur wajah. Padahal biasanya stimulus tersebut merupakan benda mati.

Menurut para pakar psikologis, pareidolia bisa terjadi pada siapapun. Kondisi psikologis yang dialami pengidap pareidolia tidak memberikan dampak buruk. Hanya efek sekilas seperti melihat seseorang dalam pandangannya.

Di dalam agama manapun utamanya Islam, kesehatan mental atau psikologis merupakan hal yang perlu untuk senantiasa ditingkatkan. Hal ini lantaran sangat berkaitan dengan tingkah laku dan aktivitas individu.

Misal, jika seseorang mengalami pareidolia di suatu tempat, tentu dia tidak akan mau mendekati tempat tersebut atau bahkan rela tidak melakukan ibadah di ruangan tersebut.

Kondisinya akan semakin parah, bila dalam dirinya berusaha menciptakan imajinasi negatif yang berefek pada peningkatan kekhawatiran dan ketakutan.

Mengatasi Gejala Pareidolia

Sebagai umat muslim, gejala psikologis semacam pareidolia tentu perlu untuk diatasi meski tak memberikan efek yang buruk.

Hanya saja, kondisi ini tentu akan membebani manakala seseorang ingin berkunjung maupun hanya sekedar melakukan perjalanan bersama keluarga maupun teman – teman.

Ada beberapa hal yang bisa dilakukan agar kondisi ini segera mereda dan tidak dirasakan lagi. Diantaranya yakni sebagai berikut :

1.    Menguatkan Aqidah

Hal pertama yang perlu dilakukan yakni dengan menguatkan aqidah dalam diri. Umat Islam harus memahami bahwa kejadian maupun stimulus yang mereka anggap sebagai wajah manusia nyatanya adalah benda mati.

Makna kata pareidolia

Keyakinan pada aqidah merupakan konsekuensi dari melakukan keseluruhan ibadah sebagaimana firman Allah Ta’ala dalam surat Al Baqarah ayat 208 yakni :

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا ادْخُلُوْا فِى السِّلْمِ كَاۤفَّةً ۖوَّلَا تَتَّبِعُوْا خُطُوٰتِ الشَّيْطٰنِۗ اِنَّهٗ لَكُمْ عَدُوٌّ مُّبِيْنٌ

Artinya : Wahai orang-orang yang beriman! Masuklah ke dalam Islam secara keseluruhan, dan janganlah kamu ikuti langkah-langkah setan. Sungguh, ia musuh yang nyata bagimu.

Dengan meningkatkan aqidah, umat akan belajar untuk berhati – hati dalam memberikan asumsi maupun dugaan pada kejadian yang menimpa dirinya.

2.    Tidak Khawatir Berlebihan Berada di Tempat Asing

Hal selanjutnya yang bisa dilakukan yakni berusaha untuk tidak khawatir berlebihan ketika berada di wilayah asing.

Biasanya, kecurigaan yang menjadi stimulus pareidolia muncul manakala melihat benda mati yang tidak biasa dilihat. Hal ini tentu akan memicu kekhawatiran dalam diri sehingga secara tidak langsung akan menghadirkan gejala pareidolia.

Makna kata pareidolia

Selain itu, era pertumbuhan teknologi serta informasi yang meningkat pesat menjadikan gejala pareidolia sebagai momok yang menambah daftar pemicu kebingungan psikologis diri.

Maka dari itu, generasi harus senantiasa meningkatkan keilmuan agar tidak terjebak dengan narasi yang menyesatkan terkait pareidolia. Hal ini sebagaimana firman Allah Ta’ala dalam surat Al Mujadilah ayat 11 terkait pentingnya menambah keilmuan yakni :

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِذَا قِيْلَ لَكُمْ تَفَسَّحُوْا فِى الْمَجٰلِسِ فَافْسَحُوْا يَفْسَحِ اللّٰهُ لَكُمْۚ وَاِذَا قِيْلَ انْشُزُوْا فَانْشُزُوْا يَرْفَعِ اللّٰهُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مِنْكُمْۙ وَالَّذِيْنَ اُوْتُوا الْعِلْمَ دَرَجٰتٍۗ وَاللّٰهُ بِمَا تَعْمَلُوْنَ خَبِيْرٌ

Artinya : Wahai orang-orang yang beriman! Apabila dikatakan kepadamu, “Berilah kelapangan di dalam majelis-majelis,” maka lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan, “Berdirilah kamu,” maka berdirilah, niscaya Allah akan mengangkat (derajat) orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat. Dan Allah Mahateliti apa yang kamu kerjakan.

Nah Sobat Cahaya Islam, demikian ulasan yang berkaitan dengan makna kata pareidolia dan tips untuk mengatasi bila gejala tersebut dirasa oleh orang sekitar. Semoga ulasannya bermanfaat.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY