Inilah Hukum Foto Dalam Islam, Umat Muslim Perlu Tahu!

0
194
hukum foto dalam islam

Hukum Foto Dalam Islam – Islam merupakan agama yang sempurna. Seluruh kehidupan sudah diatur dengan baik. Tidak terkecuali bagaimana hukum foto dalam islam, yang sampai saat ini masih seringkali diperdebatkan.

Gambar makhluk bernyawa, merupakan salah satu sarana yang membawa pada keburukan. Dapat ditegaskan bahwa Islam melarang kita, untuk menggambar makhluk bernyawa meski apapun alasannya.

Sepert yang Sobat Cahaya Islam baca, Rasulullah melarang umatnya untuk menggambar ash shurah. Ash shurah memiliki arti makhluk bernyawa. Adapun gambar yang tidak bernyawa seperti pohon, biji-bijian, atau bibit tanaman, tidak dilarang untuk digambar.

Lalu bagaiman hukum dari memajang foto di rumah? Berikut ini penjelasannya.

Hukum Foto Dalam Islam

Sama halnya dengan membuat gambar makhluk hidup atau ash shurah, hukumnya diharamkan. Baik itu memajang foto di rumah atau di tempat lainnya tidak diperbolehkan. Hal ini sesuai dengan fatwa yang disampaikan oleh Syaikh Abdul Aziz bin Ban.

Perkara ini dianggap sebagai kemungkaran dan merupakan perilaku orang zaman jahiliyah. Banyak hadits yang membahas tentang ini;

1.       Hadits Riwayat Bukhori no.5950

Seperti yang Sobat baca, hukuman bagi orang yang membuat gambar manusia akan diberikan hukuman adzab yang berat. 

“Orang yang paling keras adzabnya di hari kiamat, di sisi Allah, adalah tukang gambar” (HR. Bukhari no. 5950)

hukum foto dalam islam

2.       Hadits Riwayat Muslim no.2111

Lihat! Bagaimana Allah menyebut orang yang membuat gambar makhluk hidup, sebagai orang yang dzalim kepada-Nya. Sungguh ini merupakan perbuatan yang dosa dan tercela.

“Allah ‘Azza wa Jalla berfirman: ‘siapakah yang lebih zalim daripada orang yang mencipta seperti ciptaan-Ku?’. Maka buatlah gambar biji, atau bibit tanaman atau gandum” (HR. Muslim no.2111).

3.       Hadits Riwayat Bukhori no.3873 dan Muslim no.528

Allah bahkan mengatakan, bahwa manusia yang menggambar ash shurah merupakan orang yang paling bejat di sisi Allah saat hari kiamat nanti.

 “Bahwa Ummu Habibah dan Ummu Salamah menceritakan ada gereja yang mereka lihat di Habasyah, di dalamnya terdapat gambar-gambar (makhluk bernyawa). Mereka berdua menceritakan hal tersebut pada Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasalllam. Beliau lalu bersabda: “Gambar-gambar tersebut adalah gambar orang-orang yang dahulunya merupakan orang shalih lalu meninggal. Kemudian dibangunkan tempat ibadah di atas kuburan mereka, dan digambarlah gambar-gambar tersebut. Orang-orang yang menggambar itu adalah orang-orang yang paling bejat di sisi Allah di hari kiamat”” (HR. Bukhari no.3873, Muslim no. 528).

Dari banyaknya hadits yang melarang manusia untuk menggambar makhluk bernyawa, dapat diambil kesimpulan memajang foto juga haram.

Mengambil foto menggunakan ponsel, sama halnya dengan kita membuat gambar manusia. Itulah mengapa banyak ulama berpendapat memajang foto di rumah haram dan tidak diperbolehkan.

Orang-orang yang menggambar manusia, akan diberi hukuman yang berat seperti di bawah ini.

  • Akan diberikan adzab terus menerus, sampai ia mampu meniupkan ruh pada gambar tersebut. Dan tentu Sobat ketahui, bahwa ini merupakan perkara yang mustahil bagi manusia.
  • Disebut sebagai manusia paling dzalim dan bejat
  • Allah juga akan memberikan adzab yang sangat pedih di akhirat kelak.

Mengapa predikat-predikat buruk ini disematkan pada orang yang menggambar mankhluk hidup?

  • Menggambar makhluk bernyawa dianggap menandingi kuasa Allah.
  • Perbuatan ini menyerupai tingkah laku kaum Ahlul Kitab
  • Gambar dianggap sebagai sarana kesyirikan, tidak jarang orang jaman jahiliyah menggambar atau membuat makhluk hidup untuk kemudian ia sembah.

Meski begitu ada sebagaian ulama yang berpendapat bahwa hukum foto dalam Islam , tidak sama dengan menggambar dan tidak termasuk tashwir. Hukumnya tidak haram, melainkan mubah.

Mereka beranggapan bahwa foto, merupakan bukan gambar dari buatan orang ya g memfoto. Melainkan tangkapan gambar yang tersimpan. Dan mengambil gambar menggunakan foto, sama halnya dengan keadaan yang Allah ciptakan tidak menandingi ciptaan Allah.

Tapi saat ini banyak kamera dengan beragam efek. Tetap saja bisa disebut menandingi ciptaan Allah. Sobat Cahaya Islam tentu bisa menyimpulkannya sendiri untuk hukum foto dalam Islam ini. Sekian artikel ini dibuat, semoga membawa manfaat bagi kita semua.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY