Kewajiban Menjalankan Rukun Puasa

0
51

Rukun Puasa – Setiap aktivitas yang dikerjakan untuk mendapatkan pahala, terdapat rukun yang menyertainya seperti rukun puasa. Tentu, menjalankan rukun ini sama halnya dengan mencari tahu bagaimana proses puasa dilaksanakan dengan benar dan tanpa cacat.

Sobat Cahaya Islam, rukun puasa sendiri bukanlah suatu hal yang rumit untuk dijalankan. Sebab sebagian besar kaum muslimin sudah terbiasa untuk melakukan puasa Ramadhan.

Apa saja Rukun Puasa di dalam Islam yang belum Diketahui?

Meskipun sekarang terdapat kecanggihan teknologi, masih ada juga yang ketinggalan informasi tentang rukun puasa. Tentu hal ini akan sangat disayangkan. Jika sobat cahaya Islam tidak mengetahuinya, bagaimana puasa dapat dijalankan?

Padahal rukun itu sendiri jika dilaksanakan akan menjadikan puasa yang dilakukan diridhoi oleh Allah Ta’ala. Hal ini pun berlaku apabila kaum muslimin menjalankannya dengan sungguh – sungguh dan tanpa keraguan.

2 Rukun Puasa yang harus Dijalankan

Berdasarkan beberapa penjelasan dari ulama’ Aswaja, rukun unit terbagi menjadi dua. Diantaranya adalah :

1. Niat Puasa Ramadhan

Niat merupakan sesuatu yang harus dipahami sebagai pondasi dalam keseluruhan aktivitas. Niat bernilai besar untuk menentukan terkait apa yang akan dilakukan. Puasa ramadhan yang dilakukan tanpa niat hanya menjadikan puasa tidak sepenuhnya sah.

Maka dari itu, biasanya setelah shalat Tarawih imam mengajak para jamaah berdzikir dan melafalkan niat di malam hari. Hal tersebut berfungsi agar jika umat muslim terlupa dan tidak mengucapkannya di waktu Sahur, puasanya tetap sah.

Hal tersebut juga merupakan aktivitas yang disunnahkan oleh Rasulullah SAW. Tentu, sobat cahaya Islam tidak ingin melewatkannya bukan? Hal ini pun juga sesuai dengan apa yang disampaikan Allah SWT melalui lisan Rasulullah SAW dalam hadits yakni :

مَنْ لَمْ يُبَيِّتْ الصِّيَامَ قَبْلَ الْفَجْرِ فَلَا صِيَامَ لَهُ

“Siapa yang belum berniat di malam hari sebelum Shubuh, maka tidak ada puasa untuknya.” (HR. An-Nasai, no. 2333; Ibnu Majah, no. 1700; dan Abu Daud, no. 2454. Syaikh Al-Albani menshahihkan hadits ini)

2. Menahan Diri

Selain melakukan niat, rukun selanjutnya adalah menahan diri dari sesuatu yang akan membatalkan puasa. Durasi yang digunakannya yakni berpatokan pada durasi puasa yakni sejak terbit fajar sampai terbenamnya matahari. Dengan kata lain yakni waktu berbuka puasa.

Menahan diri bukan saja dilakukan pada hal seperti menghindari dari makanan dan minuman saja, tapi juga hal – hal yang dapat membatalkan puasa. Contoh hal – hal yang dapat membatalkan puasa yakni, muntah dengan sengaja, berhubungan badan di saat puasa, dan masih banyak lagi yang lainnya.

Rukun menahan diri ini sangat penting untuk dilakukan agar puasa yang dijalankan sah di mata Allah SWT. Jika rukun ini telah sah, maka terdapat peluang besar untuk diridhoi oleh Allah Ta’ala. Hanya saja, cobaannya memang terlampau besar. Di era tersebar bebasnya informasi, kebanyakan malah berperan negatif bagi diri.

Ada yang bahkan terjebak oleh keribetan teknologi, sampai akhirnya puasa dijalankan sekedar menahan diri dari makan dan minum saja. Sungguh hal tersebut akan menyebabkan adanya kecacatan dalam menerapkan rukun puasanya. Maka dari itu, jika sudah mengetahui tentang ini alangkah lebih baik sesama kaum muslimin saling memberikan nasihat.

Nah Sobat Cahaya Islam, itu tadi rukun puasa yang harus diketahui. Semoga setelah mengetahui hal tersebut, puasa yang dilakukan akan semakin sempurna dan memiliki peluang diridhoi oleh Allah Ta’ala dan berkesempatan untuk mendapatkan malam Lailatul Qadar.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY