Kakek Arteria Dahlan Pendiri PKI Sumbar, Ingat Dosa PKI Terhadap Islam?

0
20

Kakek Arteria Dahlan – Bachtarudin yang merupakan kakek Arteria Dahlan adalah seorang pendiri PKI atau Partai Komunis Indonesia di Sumatera Barat. Bachtarudin pernah menjadi anggota konstituante dalam pemilu pada tahun 1955. Ingat peristiwa G-30 S PKI? Dalam gerakan tersebut banyak orang yang tidak bersalah menjadi korbannya. Mayat bertebaran dimana-mana.

Sobat cahaya islam, islam mengajarkan kepada kita untuk tidak saling membunuh sesama hanya demi kepentingan politik semata. Islam mengharamkan pertumpahan darah kecuali ada sebab-sebab khusus yang dibenarkan oleh syariat.

Dosa PKI Terhadap Islam Yang Didirikan oleh Kakek Arteria Dahlan

Masih teringat ketika pembantaian besar-besaran yang dilakukan oleh orang-orang dari partai komunis Indonesia. Ketika itu, banyak orang-orang yang menghilang secara misterius atau mayat-mayat yang ditemukan secara tiba-tiba.

Padahal, islam melarang kita untuk membunuh sesama manusia. Adapun ayat yang menjelaskan hal tersebut adalah:

قُلْ تَعَالَوْا۟ أَتْلُ مَا حَرَّمَ رَبُّكُمْ عَلَيْكُمْ ۖ أَلَّا تُشْرِكُوا۟ بِهِۦ شَيْـًٔا ۖ وَبِٱلْوَٰلِدَيْنِ إِحْسَٰنًا ۖ وَلَا تَقْتُلُوٓا۟ أَوْلَٰدَكُم مِّنْ إِمْلَٰقٍ ۖ نَّحْنُ نَرْزُقُكُمْ وَإِيَّاهُمْ ۖ وَلَا تَقْرَبُوا۟ ٱلْفَوَٰحِشَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ ۖ وَلَا تَقْتُلُوا۟ ٱلنَّفْسَ ٱلَّتِى حَرَّمَ ٱللَّهُ إِلَّا بِٱلْحَقِّ ۚ ذَٰلِكُمْ وَصَّىٰكُم بِهِۦ لَعَلَّكُمْ تَعْقِلُونَ

Artinya: Katakanlah: “Marilah kubacakan apa yang diharamkan atas kamu oleh Tuhanmu yaitu: janganlah kamu mempersekutukan sesuatu dengan Dia, berbuat baiklah terhadap kedua orang ibu bapa, dan janganlah kamu membunuh anak-anak kamu karena takut kemiskinan, Kami akan memberi rezeki kepadamu dan kepada mereka, dan janganlah kamu mendekati perbuatan-perbuatan yang keji, baik yang nampak di antaranya maupun yang tersembunyi, dan janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) melainkan dengan sesuatu (sebab) yang benar”. Demikian itu yang diperintahkan kepadamu supaya kamu memahami(nya) (Q.S. Al-An’am: 151).

Sedangkan menurut John Locke, manusia mempunyai hak yang sudah melekat dalam diri manusia sejak lahir. Hak asasi tersebut dari hak atas hidup, hak kebebasan, dan hak milik. Hak-hak tersebut tidak ada yang bisa mencabutnya, meskipun yang ingin mencabutnya adalah Negara sekalipun.

Lalu, bagaimana dengan apa yang dilakukan PKI? Bukankah itu juga sama dengan melanggar peraturan islam dan hak asasi manusia? Bagaimana pertanggungjawaban PKI atas apa yang dilakukan kepada keluarga yang ditinggalkan oleh korban yang telah dibunuh? Adakah? Jawabannya tentu saja tidak ada.

Adapun kesalahan-kesalahan yang dilakukan partai komunis Indonesia terhadap islam salah satunya adalah pembantaian ulama-ulama islam, kyai-kyai, serta tokoh-tokoh agama islam di nusantara.

Di Madiun, pembantaian PKI dimulai pada tahun 1948. Orang-orang yang dibantai adalah para kiyai dan santri dari pondok pesantren. Ada yang diculik, ada yang menghilang secara misterius, ada yang dilempar dan dikubur hidup-hidup di dalam sumur dengan ditimbun jerami, batu, dan tanah.

Selain itu, PKI juga merencanakan untuk membakar Kampung Kauman untuk memberangus pengaruh agama islam di tengah masyarakat. Sebelum aksi pembakaran tersebut sebuah madrasah di Pesantren Takeran telah dibakar beberapa waktu setelah kiai Imam Mursyid ditawan oleh PKI.

Pada tanggal 9 Januari tahun 1965 Pelajar Islam Indonesia (PII) menggelar acara mental training di Desa Kanigoro, Kecamatan Kras, Kabupaten Kediri. Acara tersebut dihadiri oleh 127 peserta dan 36 panitia. Pada tanggal 13 Januari tahun 1965 pukul 04.30, tiba-tiba massa pemuda rakyat dan barisan tani Indonessia massuk ke tempat shalat tanpa melepas alas kaki mereka, melakukan kekerasan fisik, serta merusak kitab-kitab suci yang ada disana.

Pada tanggal 17 September 1948, PKI menculik ulama dan kia dari pesantren takeran di Magetan. K. H. Sulaiman Zuhdi Affandi dibawa dan di kubur hidup-hidup di dalam sebuah sumur pembantaian di kabupaten Magetan.

Pada bulan Maret tahun 1968 kaum tani PKI di Blitar Selatan menyerang para pemimpin daan kader NU sehingga enam puluh orang NU tewas terbunuh.

Itulah dosa-dosa PKI yang didirikan oleh kakek Arteria Dahlan. Masih ada banyak lagi yang lainnya. Lalu, apakah keturunan dari kakek Arteria Dahlan akan mengulangi hal yang sama? Kita doakan saja semoga tidak ada lagi pembantaian seperti yang diilakukan PKI dahulu.

TIDAK ADA KOMENTAR

Ikut Berkomentar Yuk!