Wajib Tahu, Ini Dia Cara Mengganti Salat yang Tertinggal

0
172
Cara mengganti salat yang tertinggal

Cara mengganti salat yang tertinggal – Salat merupakan kewajiban bagi setiap muslim. Akan tetapi memang banyak orang yang merasa berat ketika menjalani kewajiban yang satu ini. Padahal apabila sudah terbiasa dilakukan, salat menjadi ibadah yang ringan.

Sobat Cahaya Islam, mungkin saja sudah pernah mengalami kondisi seperti lupa mengerjakan salat atau bahkan ketinggalan waktu salat. Misalnya saja di waktu subuh ternyata bangun kesiangan, tentu salat harus tetap dilaksanakan.

Bagaimana Cara Mengganti Salat yang Tertinggal?

Cara mengganti salat yang tertinggal

Selain perlu mengetahui bagaimana tata cara salat yang benar, Sobat Cahaya Islam juga harus mengetahui tentang bagaimana cara mengganti salat yang tertinggal. Misalnya saja sobat Cahaya Islam bangun kesiangan dan lupa mengerjakan salat subuh, maka harus tetap menggantinya.

Lantas Bagaimana cara mengganti salat yang tertinggal seperti pada kasus di atas? Berikut adalah penjelasannya:

1. Mengqadha Salat Subuh

Bangun kesiangan menjadi salah satu alasan yang sering menjadikan seseorang tidak mengerjakan salat subuh. Padahal kesiangan tidak menggugurkan kewajiban mengerjakan salat dua rakaat ini.

Apabila sobat Cahaya Islam memang tidak sengaja bangun kesiangan dan sudah ketinggalan waktu salat subuh, maka tetap harus mengerjakannya. Salat subuh termasuk salat yang tidak bisa diganti atau di qada di lain waktu.

Apabila ternyata sobat Cahaya Islam bangun terlalu siang dan sudah habis waktu salat subuh, maka bisa langsung mengerjakan salat subuh ketika sudah bangun dari tidur. Hal yang terpenting adalah tidak boleh menunda-nunda hingga besok apalagi tidak mengerjakan salat subuh.

Setelah bangun tidur, Sobat Cahaya Islam bisa langsung mengambil wudhu dan salat subuh seperti biasa, meskipun waktu sudah sangat siang misalnya saja jam 08.00.

Kesimpulannya jika memang ketinggalan salat subuh, jangan lantas bersantai-santai atau sengaja meninggalkannya. Anda juga tidak bisa meniatkan diri untuk mengganti salat subuh di lain waktu.

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam juga pernah bangun kesiangan. Lantas Rasulullah tetap mengerjakan salat subuh seperti biasa ketika sudah bangun dari tidurnya. Seperti Dengan hadis rasulullah berikut ini:

Barangsiapa yang mendapatkan satu rakaat sebelum matahari terbit maka dia telah mendapatkan shalat tersebut (shalat shubuh). (HR Bukhari No. 579 dan Muslim No. 608).

2. Shalat dalam Perjalanan

Kasus lain yang juga sering dialami oleh Muslim adalah tidak sempat menjalankan salat wajib tepat waktu karena sedang berada di perjalanan. Apabila sobat Cahaya Islam sedang melakukan perjalanan, kemudian tidak sempat menjalankan salat wajib maka bisa mengqadhanya.

Akan tetapi perlu digarisbawahi, ketika terlewat waktu salat sebaiknya hal itu bukan karena kesengajaan. Syariat Islam memang memberikan keringanan bagi muslim yang sedang melakukan perjalanan. Salah satu yang bisa dilakukan adalah dengan menggabungkan dua salat dalam satu waktu atau sering disebut dengan salat jamak.

Contohnya adalah menggabungkan salat zuhur dengan solat asar diwaktu ashar. Selain itu, bisa juga menggabungkan salat magrib dengan salat isya di salah satu waktu. Bahkan salat 4 rakaat juga dapat disingkat menjadi dua rakaat yang sering disebut dengan mengqasar salat.

Apabila sobat Cahaya Islam sedang dalam perjalanan, jangan sampai meninggalkan kewajiban  untuk menjalankan salat wajib. Apabila memang dirasa nantinya tidak bisa menjalankan salat tepat waktu, opsi yang bisa dilakukan adalah dengan mengqadha atau meng-qasar salat tersebut. Tetapi, sobat Cahaya Islam tetap harus mengikuti syariat dari nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam.

Allah telah berfirman:

Maka apabila kamu telah menyelesaikan shalat, ingatlah Allah di waktu berdiri, di waktu duduk dan di waktu berbaring. Kemudian apabila kamu telah merasa aman, maka dirikanlah shalat itu. Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman. (QS. An-Nisa: 103)

Mengqadha` Shalat yang Ditinggalkan

Cara mengganti salat yang tertinggal

Kasus selanjutnya adalah ketika ingin mengqadha salat yang memang sudah pernah ditinggalkan dengan sengaja. Masih seperti ini sering terjadi pada orang-orang yang memang sebelumnya belum bisa mengerjakan salat dengan terib.

Apabila seseorang sengaja meninggalkan salat karena kelalaian atau mungkin karena lupa maka tetap diwajibkan untuk menggantinya. Mengqadha salat seperti ini bisa dilakukan setiap hari setelah mengerjakan salat wajib 5 waktu.

Sobat Cahaya Islam bisa menghitung-hitung sendiri berapa jumlah salat yang harus diganti. Mengqadha’ sangat penting sekali untuk dilakukan selagi masih diberi kesempatan hidup oleh Allah subhanahu wa ta’ala.

Jangan sampai, sengaja meninggalkan salat dan sengaja tidak mengqadha salat yang sudah pernah ditinggalkan. Hal ini dikarenakan salat merupakan amalan utama yang nantinya akan dihisab pertama kali.

Allah telah berfirman:

وَأَقِمِ الصَّلوةَ إِنَّ الصَّلوةَ تَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنكَرِ

Wa aqimish shalaata innash shalaata tanhaa ‘anil- fakhsyaa-i wal munkar.

“Kerjakanlah sholat, sesungguhnya sholatitu mencegah perbuatan yang keji dan yang mungkar.” (QS. Al-Ankabut: 45).

Demikianlah penjelasan mengenai cara mengganti salat yang ditinggalkan. Semoga sobat Cahaya Islam semuanya termasuk orang yang menjaga salat dan selalu berusaha untuk bertakwa kepada Allah.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY