Dalil Alquran yang Menjelaskan Ketidak Sanggupan Menghitung Nikmat Allah

0
305
menghitung nikmat Allah

cahayaislam.id – Sebagai manusia sungguh tak sanggup menghitung nikmat Allah yang sangat banyak.

Nikmat Allah tak terhingga untuk kita, mulai dari hewan ternak yang bisa disembelih, turunnya hujan, tanaman yang tumbuh di sekitar kita dan pergantian siang dan malam setiap hari.

Tak lepas pula lautan untuk mencari karunia Allah, gunung-gunung yang menjad pasak bumi agar tidak bergoncang hingga bintang-bintang yang mampu menunjukkan arah.

Maka dari itu, sebagai hamba yang diberikan segala kebutuhan melalui nikmatNya sudah sepatutnya untuk senantiasa mengucap syukur sebagai bentuk terima kasih kepada Allah Maha Pemberi.

Bahkan jika ada seorang manusia dengan sengaja berbuat dosa kemudian memohon ampun, maka Allah membuka pintu taubat dan menjadikannya putih kembali.

Usai taubat ia mengulangi dosa lagi, Allah pun masih bersedia mengampuninya.

Demikian juga merupakan nikmat Allah yang tak pernah berhenti diberikan pada hambanya selama masih hidup di dunia.

Allah juga telah menyiapkan nikmat surga yang kekal bagi seluruh umat Muslim yang selalu beriman kepadaNya.

Lantas, apa yang bisa dihitung dari kenikmatan yang manusia dapat ini? Tidak ada.

Dalil Alquran yang Menjelaskan Ketidak Sanggupan Menghitung Nikmat Allah

Menghitung Nikmat Allah yang sangat besar ini adalah suatu hal yang mustahil, karena tidak ada kalkulasi untuk itu.

Bahkan telah disebutkan dalam ayat-ayat Alquran yang mengurai tentang kenikmatan Allah kepada kita, tentunya Anda harus tahu.

Dalil Alquran mengenai Nikmat Allah SWT :

1.     QS. An-Nahl ayat 18

وَإِنْ تَعُدُّوا نِعْمَةَ اللَّهِ لَا تُحْصُوهَا إِنَّ اللَّهَ لَغَفُورٌ رَحِيمٌ

“Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. An Nahl: 18).

Dari ayat di atas dijelaskan bahwa apabila manusia tidak mempu menghitung nikmatNya, maka haruslah mensyukuri semuanya.

Namun rasa kurang dan juga sifat durhaka manusia masih saja mendapatkan belas kasihan serta permaafan dari Allah yang Maha Pengampun dan Maha Penyayang.

1.     QS. An-Nahl ayat 53

وَمَا بِكُمْ مِنْ نِعْمَةٍ فَمِنَ اللَّهِ

“Dan apa saja nikmat yang ada pada kamu, maka dari Allah-lah (datangnya)” (QS. An Nahl : 53).

Dari ayat di atas juga dituturkan bahwa segala sesuatu yang diperoleh manusia di dunia ini merupakan wujud nikmat yang Allah SWT datangkan kepadanya.

menghitung nikmat Allah

2.     QS. Ibrahim ayat 34

Sedangkan pada ayat di bawah ini memaparkan yang mana Allah senantiasa mencukupi nikmat manusia.

وَإِنْ تَعُدُّوا نِعْمَةَ اللَّهِ لَا تُحْصُوهَا إِنَّ الْإِنْسَانَ لَظَلُومٌ كَفَّارٌ

“Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, tidaklah dapat kamu menghinggakannya. Sesungguhnya manusia itu, sangat zalim dan sangat mengingkari (nikmat Allah).” (QS. Ibrahim: 34)

Akan tetapi mereka masih saja lalai dan mengingkari nikmat tersebut untuk hal-hal yang berurusan dengan dunia dan menomor sekiankan akhirat.

Sehingga keharusan tersebut tidak terpikirkan, maka mereka adalah termasuk golongan orang yang dzalim dan tidak bersyukur.

Nah, Sobat Cahaya Islam, bersyukur memang bukan suatu perkara yang mudah dilakukan, banyak sekali umat Muslim yang sering melupakan keharusan tersebut.

Padahal Allah SWT akan melipat gandakan pahala bagi orang-orang yang mampu bersyukur atas segala pemberian bentuk kasihNya.

Maka dari itu, kita harus bersyukur sebanyak mungkin kepada Allah sebanyak nikmatNya yang telah diberikan untuk kita semua.

Kita wajib bersyukur baik melalui lisan maupun juga perbuatan dalam setiap waktu yang sekarang ini masih kita miliki.

Demikian di atas merupakan penjelasan mengenai ketidak sanggupan manusia dalam upayanya menghitung nikmat Allah yang sangat banyak tak terhingga jumlahnya.

Semoga artikel ini bermanfaat!

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY