Qona’ah dalam Kehidupan Adalah Anjuran Islam

0
56
Qona’ah dalam kehidupan

Qona’ah dalam Kehidupan – Qona’ah dalam kehidupan berarti merasa cukup dan puas dengan apa yang dimikiki. Banyak dari kita memiliki kekayaan, tetapi jarang memiliki kepribadian yang mulia tersebut. Padahal, ketika seorang Muslim mencapainya, seolah-olah dia memiliki seluruh dunia. Seperti dalam hadis di bawah ini:

مَنْ أَصْبَحَ مِنْكُمْ آمِنًا فِى سِرْبِهِ مُعَافًى فِى جَسَدِهِ عِنْدَهُ قُوتُ يَوْمِهِ فَكَأَنَّمَا حِيزَتْ لَهُ الدُّنْيَا

“Barangsiapa di antara kalian mendapatkan rasa aman di rumahnya (pada diri, keluarga dan masyarakatnya), diberikan kesehatan badan, dan memiliki makanan pokok pada hari itu di rumahnya, maka seakan-akan dunia telah terkumpul pada dirinya.” (HR. Tirmidzi no. 2346, Ibnu Majah no. 4141. Abu ’Isa mengatakan bahwa hadits ini hasan ghorib).

Orang yang qona’ah selalu tenang menjalani kehidupan. Jika dia sesuatu, dia tidak serakah, jika dia tidak memilki yang lain, dia tidak akan menggugat Allah SWT. Dia selalu merasa cukup dan percaya bahwa semua yang diberikan Allah SWT adalah yang terbaik.

Manfaat Qona’ah dalam Kehidupan

Perasaan cukup dan tenang akan mendatangkan banyak manfaat dalam kehidupan. Dengan rasa cukup kita akan terhindar dari ambisi mengejar dunia. Hidup akan terasa lebih nikmat, lebih tenteram. Hal tersebut memang tidak bisa terjadi secara instan, harus selalu melatih diri agar bisa berperilaku demikian.

Latihan-latihan yang kita lakukan akan berdampak pada cara kita menjalani kehidupan. Sobat Cahaya Islam, berikut ini manfaat yang bisa kita dapatkan jika kita bersikap qona’ah dalam kehidupan.

1.      Selalu Penuh Rasa Syukur

Qona’ah dalam kehidupan

Sifat qona’ah mengajarkan kita untuk selalu mensyukuri segala nikmat yang telah Allah SWT berikan kepada kita. Rasa syukur harus selalu ditanamkan dalam hati. Bersyukur dan tidak berusaha membandingkan  hidup kita dengan kehidupan orang lain.

2.      Menjadi Orang Yang Beruntung

Sifat qona’ah akan membuat orang merasa beruntung. Dia tidak pernah merasa Allah SWT tidak adil padanya. Dia selalu merasa bahwa apa yang  diberikan kepadanya sudah cukup. Dan ia merasa beruntung atas itu, seperti hadis di bawah ini:

قَدْ أَفْلَحَ مَنْ هُدِىَ إِلَى الإِسْلاَمِ وَرُزِقَ الْكَفَافَ وَقَنِعَ بِهِ

”Sungguh beruntung orang yang diberi petunjuk dalam Islam, diberi rizki yang cukup, dan qana’ah (merasa cukup) dengan rizki tersebut.” (HR. Ibnu Majah no. 4138, Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih).

3.      Terhindar dari Perasaan Iri

Qona’ah dalam kehidupan

Memiliki sifat qona’ah akan melindungi kita dari kecemburuan terhadap orang lain orang lain. Karena merasa terganggu dengan semua yang dimiliki orang lain. Merasa bahwa ia yang paling berhak atas apa yang sudah dimiliki orang lain. Naudzubillah, semoga kita dijauhkan dari sifat demikian.

4.      Biasakan Gaya Hidup Sederhana

Orang yang memiliki qona’ah dalam hidupnya, akan selalu menjalani hidup dengan sederhana. Dia tidak akan memamerkan kekayaannya jika ada, dan tidak akan berkeluh kesah atas kemiskinannya.

Itulah tadi sedikitnya empat manfaat yang bisa kita dapatkan, jika kita menerapkan qona’ah dalam kehidupan kita sehari-hari. Manfaat tersebut hanya akan terasa jika kita telah mencapai derajat qona’aah dalam hidup.

Anjuran Bersifat Qona’ah

Dalam Islam, ada dalil-dalil yang menganjurkan untuk setiap manusia bersifat qona’ah. Qona’ah tidak membatasi kekayaan seseorang, atau mengharuskan seseorang tersebut harus miskin. Tetapi qona’ah adalah memandang kekayaan dunia tidak hanya terletak pada harta. Seperti pada hadis berikut.

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « لَيْسَ الْغِنَى عَنْ كَثْرَةِ الْعَرَضِ وَلَكِنَّ الْغِنَى غِنَى النَّفْسِ »

Dari Abu Hurairah, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda, ”Yang namanya kaya bukanlah dengan memiliki banyak harta, akan tetapi yang namanya kaya adalah hati yang selalu merasa cukup.” (HR. Bukhari no. 6446, Muslim no. 1051, Tirmidzi no. 2373, Ibnu Majah no. 4137). 

Pada hadis lainnya, anjuran untuk bersifat qona’ah juga disampaikan oleh Rasulullah SAW. Bahwa kita sebagai manusia harus senantiasa memandang pada orang-orang yang di bawah dan tidak membandingkan pada yang menurut kita berada diatas kenikmatan kita. Hal tersebut membuat kita senantiasa bersyukur dan tidak meremehkan nikmat Allah SWT.

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « انْظُرُوا إِلَى مَنْ هُوَ أَسْفَلَ مِنْكُمْ وَلاَ تَنْظُرُوا إِلَى مَنْ هُوَ فَوْقَكُمْ فَإِنَّهُ أَجْدَرُ أَنْ لاَ تَزْدَرُوا نِعْمَةَ اللَّهِ ». قَالَ أَبُو مُعَاوِيَةَ « عَلَيْكُمْ »

”Dari Abu Hurairah, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda, ”Lihatlah pada orang yang berada di bawah kalian dan janganlah perhatikan orang yang berada di atas kalian. Lebih pantas engkau berakhlak seperti itu sehingga engkau tidak meremahkan nikmat yang telah Allah anugerahkan -kata Abu Mu’awiyah- padamu.” (HR. Ibnu Majah no. 4138)

Sobat Cahaya Islam, qona’ah dalam kehidupan akan menuntun kita untuk senantiasa tenang, damai dalam menerima setiap ketetapan rezeki dari Allah SWT. Hal tersebut menjadikan hati lapang dan pikiran kita jernih. Karena memang, tidak pernah ada yang salah dari ketetapan Allah SWT.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY