Bagaimana Cara Memulai Bisnis Dalam Islam?

0
39
cara memulai bisnis

Tanya jawab bisnis dalam islam – Melakukan bisnis atau usaha tidaklah mudah. Selain karena banyaknya pelaku bisnis atau usaha, sehingga persaingan akan sangat ketat. Namun juga untuk membangun usaha tentu tidak begitu saja berhasil dengan keuntungan banyak yang diraup. Lalu bagaimana cara memulai bisnis yang tepat dan mencerminkan pelaku bisnis yang baik dalam islam? Yuk simak ulasan berikut.

Bagaimana Cara Memulai Bisnis Dalam Islam?

Bisnis atau usaha merupakan hal yang diperbolehkan dalam agama Islam. Bahkan ini juga mungkin dianjurkan, mengingat bahwa di jaman Rasulullah sendiri banyak sekali dilakukan bisnis dan perdagangan. Hal ini menjadi salah satu upaya untuk mendapatkan rejeki. Karena rejeki tidak akan datang sendiri jika kita hanya berdiam diri.

Langkah Memulai Bisnis Yang Baik

Dalam tanya jawab bisnis dalam islam, membahas mengenai bagaimana memulai bisnis atau usaha itu sendiri? Sebagai manusia yang berakal, anda memiliki banyak ide yang bisa anda salurkan untuk menjadi peluang bisnis. Jika anda melihat jaman yang sudah sangat modern saat ini. Semua hal bisa memberikan peluang bisnis.

Mengapa era modern memberi peluang bisnis yang lebih banyak? Ini dikarenakan ada banyak peminat dan masyarakat yang konsumtif. Namun untuk memulai bisnis atau usaha memerlukan pemikiran yang matang. Hal tersebut bertujuan memberikan kesiapan pada usaha yang akan dirintis. Jangan sampai anda hanya melakukan usaha yang tidak tahu apakah menjanjikan atau tidak.

Ada berbagai hal untuk diperhatikan dalam bisnis yang sesuai dengan aturan agama Islam. Mulai dari etika berbisnis, kemudian keuntungan yang layak untuk anda ambil hingga hal-hal lainnya yang berkenaan dengan bisnis. Pada tanya jawab bisnis dalam islam, akan dijelaskan mengenai bagaimana cara untuk membangun sebuah usaha dari langkah memulainya. Jika anda sudah paham mengenai etika, prinsip hingga pengambilan keuntungan. Maka ini saatnya anda juga harus mengetahui langkah yang diambil untuk berbisnis.

Menguatkan Tekad

Langkah yang pertama tentu adalah menguatkan tekad. Untuk memulai apapun, anda harus memiliki tekad terlebih dahulu. Jika anda sudah menguatkan tekad untuk memulai bisnis. Pastikan bahwa anda memiliki niat yang benar dan baik. Jangan menjadi manusia yang serakah hanya karna untuk mendapatkan keuntungan besar.

Menentukan Bisnis

Jika niat dan tekad sudah bulat dan diluruskan, maka selanjutnya adalah menentukan bisnis apa yang akan dijalani. Dalam tanya jawab etika bisnis dalam islam, bisnis itu sendiri sudah banyak dilakukann oleh berbagai kalangan masyarakat. Sehingga dari sini anda harus menentukan usaha atau bisnis yang akan dirintis. Pastikan juga produk yang anda pilih halal. Anda juga bisa melihat pasar, apa yang diminati oleh masyarakat.

Strategi

Langkah selanjutnya adalah memikirkan strategi. Sebagai pelaku bisnis yang baru, strategi sangatlah penting. Apalagi dengan bisnis anda yang belum dikenal oleh orang banyak. Seperti mengadakan harga promo yang relatif murah untuk mengundang rasa tertarik masyarakat. Bisa juga anda memikirkan barang atau produk apa yang banyak dicari namun belum banyak orang yang menjualnya. Ini juga akan jadi peluang dan strategi yang tepat.

Tanya jawab bisnis dalam islam ini, jika semua persiapan ini sudah dipenuhi dan dipikirkan dengan matang. Maka itu artinya, anda sudah siap untuk memulai bisnis. Bisnis atau usaha merupakan upaya mencari rejeki, sehingga sangat baik untuk dilakukan.

فَإِذَا قُضِيَتِ الصَّلَاةُ فَانْتَشِرُوا فِي الْأَرْضِ وَابْتَغُوا مِنْ فَضْلِ اللَّهِ وَاذْكُرُوا اللَّهَ كَثِيرًا لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung. [1]

Apalagi dalam surat diatas dikatakan bahwa kita dianjurkan untuk mencari karunia Allah. Disini maksudnya adalah kita diperintahkan untuk mencari rejeki. Semoga tanya jawab tentang etika bisnis dalam islam bisa membantu anda mempersiapkan usaha anda dengan baik.


Catatan Kaki

[1] Q.S. Al-Jumuah (62) ayat 10

TIDAK ADA KOMENTAR

Ikut Berkomentar Yuk!