Bunga Zainal Marah-marah di Instagram karena Diejek, Ternyata Begini Pandangannya dalam Islam

0
61

Bunga Zainal –  Artis FTV dan sinetron ini dikabarkan sedang marah dengan salah satu netizen yang berani DM Instagram dia, sembari mengomentari terkait fotonya ketika terlihat sepertinya sedang duduk di kamar mandi dengan pakaian serba putih dan rapi.

Hanya saja, sayang komentar netizen kepada istri Sukhdev Singh ini senonoh mengatakan bahwa dia mirip dengan bintang film Korea, padahal foto yang diunggahnya itu bisa dikatakan tidak vulgar yang mengandung kesan pornografi.

Jelas tanggapan Bunga Zainal melihat komentar salah satu netizen itu marah, dengan mengatai netizen otak dan mulutnya kotor. Tidak hanya itu, ia kemudian memblokir akun Instagram netizen itu. Para simpatisan pun berburu komentar tentang netizen itu.

Media sosial bukanlah sarana untuk mengejek. Jangan bengkokkan tujuan penemu media sosial seperti halnya Instagram yang berharap memudahkan komunikasi dan informasi lintas daerah dengan cepat. Melalui penyalahgunaan media sosial sebagai media ejekan.

Sobat Cahaya Islam, mengejek, memaki, atau sebangsanya tentu dilarang oleh agama Islam. Islam yang menjunjung tinggi hubungan dengan manusia, yakni memanusiakan manusia. Bukan malah menjadi bahan bualan.

Lalu, bagaimana kalau kita tidak mengejek, tapi justru diejek? Apa boleh kita membela diri dengan mengorbankan api kemarahan? Ingat agama Islam melarang untuk bersikap marah.

Apabila diejek, kalian menahan marahnya, padahal mampu melampiaskan kemarahannya. Akan ada faedahnya dibandingkan marah yang bisa berujung permusuhan. Berikut ini dalil tentang menahan marah.

 مَنْ كَظَمَ غَيْظًا وَهُوَ قَادِرٌ عَلَى أَنْ يُنْفِذَهُ دَعَاهُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ عَلَى رُءُوسِ الْخَلاَئِقِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حَتَّى يُخَيِّرَهُ اللَّهُ مِنَ الْحُورِ مَا شَاءَ

Barang siapa yang menahan kemarahannya padahal dia mampu untuk melampiaskannya maka Allah Ta’ala akan memanggilnya (membanggakannya) pada hari kiamat di hadapan semua manusia sampai (kemudian) Allah membiarkannya memilih bidadari bermata jeli yang disukainya” (HR Abu Dawud (no. 4777), at-Tirmidzi (no. 2021), Ibnu Majah (no. 4186)

Berdasarkan hadis di atas terlihat bahwa menahan kemarahan memiliki keutamaan besar yang bisa dipetik di akhirat.

Bunga Zainal Marah-marah, Ada 5 Cara Menahan Marah

Menahan marah memang tidak mudah, jika orang lain berbuat yang tidak baik, misal menjelek-jelekkan, melakukan kekerasan fisik, dan lain sebagainya.

Ingin tahu bagaimana cara menahan marah agar tidak terlampiaskan begitu saja. Berikut penjelasannya.

  1. Memperdalam Ilmu Agama

Agama bertujuan sebagai pedoman hidup manusia, memperdalam agama Islam, berarti sama dengan menyiapkan pedoman. Pedoman yang berisi batasan-batasan, anjuran serta larangan.

Salah satu larangan agama yakni berisi larangan untuk marah, hal ini tertuang dalam hadis “jangan marah” dengan pengulangan tiga kali. Pengulangan tiga kali itu bertujuan sebagai penekanan.

  1. Mengingat Bahaya Marah

Marah dapat menyebabkan hal sepele menjadi besar, candaan bisa menjadi permusuhan. Tahan marah hindari bahayanya di dunia suasana menjadi semakin ricuh, dan di akhirat kelak.

  1. Mengubah Posisi Diri

Islam mengajarkan untuk menahan marah dengan mengubah posisi, bila saat berdiri maka duduk, bila masih marah berbaring secara miring, serta disunahkan untuk berwudhu.

  1. Berserah Diri kepada Allah SWT

Berserah diri kepada Allah SWT di sini dengan cara berdoa, meminta kekuatan untuk bisa menahan marah, dan meminta perlindungan dari godaan syaitan.

  1. Mengingat Keutamaan Menahan Marah

Orang yang kuat yakni orang yang bisa menahan marah, sedangkan bila marah saja ia bisa melakukan. Menahan marah berarti menyelesaikan masalah tanpa emosi. Keutamaan di akhirat kelak jauh lebih menggiurkan dengan diberikan keleluasaan memilih bidadari bermata jeli yang disukai.

Lima cara menahan marah agar tidak seperti Bunga Zainal yang marah dengan netizen. Semoga sobat Cahaya Islam dapat menahan kemarahan.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY