Bicara yang Baik atau Diam, Tips dan Manfaatnya

0
86
bicara yang baik

Bicara yang Baik – Sobat Cahaya Islam, salah satu kenikmatan surga yang Allah ‘Azza wa Jalla janjikan bagi para penghuninya adalah tidak mendengar perkataan yang tidak berfaedah dan kata-kata dusta. Jadi bicara yang baik merupakan salah satu ciri khusus penghuni surga.

Karenanya bisa kita ambil kesimpulan bahwa syarat untuk menjadi penghuni surga adalah meninggalkan perkataan yang tidak bermanfaat dan juga kata-kata dusta. Islam memang mengajarkan umatnya untuk senantiasa berpikir, berkata, dan berbuat yang baik.

Perintah Allah Ta’ala untuk Menjaga Lisan

Dalil tentang menjaga perkataan terangkum dalam hadits berikut, “Siapa yang beriman pada Allah dan hari akhir, hendaklah dia bicara yang baik atau diam.” (HR Bukhari no. 6475)

Menurut Imam Syafi’i, hadits ini memerintahkan seseorang untuk berpikir dahulu sebelum mengucapkan sesuatu. Hendaknya dia menilai apakah ucapannya mengandung mudharat atau tidak. Jika perkataannya mengandung mudharat maka dia sebaiknya diam dan tidak perlu mengucapkannya.

Hadits lainnya menyebutkan, “Sesungguhnya seorang hamba mengatakan suatu ucapan yang tidak dipikirkan akibatnya dapat menjerumuskannya ke dalam neraka yang dalamnya melebihi jarak timur dan barat.” (HR Bukhari no. 6477)

Demikianlah, Sobat Cahaya Islam, syariat memandang perkataan lisan sebagai sesuatu yang bernilai. Walaupun kebanyakan orang meremehkan perkara lisan, faktanya dalam Islam tidaklah demikian. Hal ini dapat kita saksikan dalam kehidupan bagaimana dengan lisan seorang pria menikahi wanita dan seseorang menjadi muslim dengan mengucap syahadat.

Manfaat Bicara yang Baik

Seluruh perkara yang Allah Ta’ala perintahkan untuk mengerjakannya pastilah baik. Demikian pula seluruh perkara yang Allah melarang hamba-Nya untuk melakukannya pastilah buruk. Begitu pula dalam perintah untuk selalu bicara yang baik, tentunya memiliki banyak manfaat.

bicara yang baik

Apa saja manfaat menjaga lisan? Sobat bisa menyimaknya dalam uraian berikut:

1.     Amalan yang berpahala

Hal ini terungkap dalam sebuah hadits, “Siapa yang menganjurkan pada kebaikan maka baginya pahala semisal pahala orang yang mengikutinya, tanpa sedikit pun mengurangi pahala mereka. Dan siapa menganjurkan pada kesesatan maka untuknya dosa serupa dengan dosa orang yang mengikutinya, tanpa mengurangi sedikit pun dosa para pengikutnya.” (HR Muslim no. 2674)

2.     Allah menutupi aib

Perkataan buruk yang paling banyak terucap dari lisan biasanya berupa ghibah atau membicarakan aib orang lain. Meninggalkan ghibah sangat bermanfaat karena Allah Ta’ala berjanji menutupi aib hamba-Nya menahan lidahnya dari menggunjing.

3.     Dapat mengalahkan setan

Salah satu cara untuk bisa mengalahkan setan adalah dengan diam selain dari kebenaran. Perkataan yang jauh dari nilai-nilai luhur merupakan kesempatan bagi setan untuk menimbulkan perselisihan di antara manusia.

Tips Menjaga Lisan

Sobat Cahaya Islam tentunya ingin senantiasa bicara yang baik dan meninggalkan ucapan yang buruk. Lantas bagaimana tips agar bisa menjauhi perkataan-perkataan yang menuai dosa? Simak penjelasannya.

1.     Membangun kesadaran

Sangat penting bagi setiap muslim untuk menanamkan kesadaran dalam dirinya mengenai bahaya lisan. Perkataan yang asal bunyi bisa jadi menjerumuskan seseorang ke dalam neraka. Misalnya saja ghibah yang bisa menyebabkan pelakunya bangkrut di akhirat karena pahala amal baiknya habis ditransfer kepada orang-orang yang digunjingnya.

2.     Membiasakan diri untuk berpikir sebelum berkata-kata

Ada baiknya Sobat menanamkan kebiasaan untuk berpikir dahulu sebelum bicara. Sekiranya isi perkataan mungkin membawa mudharat maka sebaiknya diam.

bicara yang baik

3.     Memilih lingkungan yang baik

Lingkungan memiliki pengaruh yang besar bagi seseorang. Sehingga Rasulullah saw pun memerintahkan umatnya untuk berhati-hati dalam memilih teman. Memang teman dan lingkungan pergaulan yang buruk akan memberi pengaruh yang tidak baik.

4.     Menghukum diri sendiri

Jika terlanjur mengucapkan kata-kata buruk, Sobat bisa menghukum diri sendiri. Misalnya dengan bersedekah lebih banyak dari biasanya, membersihkan masjid, atau menolong orang lain yang sedang kesusahan.

Sobat Cahaya Islam, demikian uraian singkat mengenai bicara yang baik. Menjaga lisan bukan hanya keindahan bagi seorang muslim tetapi juga memiliki banyak manfaat dan keutamaan. Yuk, semangat menjaga lisan.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY