Bersyukur dengan yang Sedikit, Jangan Nunggu Banyak

0
53
Bersyukur dengan yang Sedikit

Bersyukur dengan yang Sedikit – Sebagai umat Islam, kita harus senantiasa bersyukur atas segala nikmat yang Allah berikan. Sayangnya, terkadang manusia merasa kurang sehingga sulit untuk bersyukur. Padahal, nikmat sekecil apapun harus kita syukuri. Biasanya, orang-orang yang susah beryukur adalah mereka yang menganggap hanya harta-lah yang merupakan rezeki. Faktanya, keimanan, kesehatan, umur Panjang, dll. adalah nikmat luar biasa dari Allah.

Umat Muslim Harus Bersyukur dengan yang Sedikit

Kebanyakan, orang-orang baru mau bersyukur jika mendapatkan nikmat yang banyak. Padahal, banyak maupun sedikit, semuanya adalah nikmat dari Allah. Dalam sebuah hadits, Rasulullah memberikan wasiat:

مَنْ لَمْ يَشْكُرِ الْقَلِيلَ لَمْ يَشْكُرِ الْكَثِيرَ

“Barangsiapa tidak mensyukuri yang sedikit, ia tidak akan mampu mensyukuri sesuatu yang banyak.” (1)

Memang benar, bagaimana mungkin kita bisa bersyukur atas rezeki yang banyak, sedangkan mensyukuri rezeki yang sedikit saja belum bisa? Pasalnya, kebanyakan orang akan lupa bersyukur setelah mendapatkan rezeki melimpah. Intinya, mensyukuri sesuatu yang sedikit merupakan tanda kesadaran akan nikmat dari Allah. Itulah yang harus kita semua umat muslim tanamkan dalam hati.

3 Nikmat yang Sering Kita Lupakan

Ibnul Qayyim mengatakan bahwa ada 3 jenis nikmat yang sering kita lupakan. Pertama adalah nikmat yang ada di hadapan kita seperti rumah mewah, mobil bagus, gaji tinggi, dll. Umumnya, manusia menganggap bahwa apa yang mereka raih adalah karena kerja kerasnya. Tapi mereka lupa bahwa semuanya tidak akan mereka miliki tanpa izin Allah.

Kedua adalah nikmat yang diharapkan kehadirannya seperti istiqomah dalam beribadah, Bahagia di masa depan, hidup penuh dengan kecukupan di masa tua, dll. Ketiga, ada juga nikmat yang mungkin kita tidak merasakannya, padahal sebenarnya itu juga termasuk nikmat.

Kesehatan Juga Termasuk Nikmat

Mungkin, kebanyakan dari kita beranggapan bahwa nikmat hanya berupa uang dan harta. Padahal, kesehatan adalah pemberian Allah yang sangat penting. Tanpa tubuh yang sehat, uang dan harta tidak ada artinya karena kita tidak dapat menikmatinya. Dalam hal ini, Rasulullah pernah mengingatkan:

نِعْمَتَانِ مَغْبُونٌ فِيهِمَا كَثِيرٌ مِنَ النَّاسِ الصِّحَّةُ وَالْفَرَاغُ 

“Ada 2 nikmat yang banyak manusia tertipu: nikmat sehat dan waktu senggang.” (2)

Ibnu Baththol mengatakan bahwa seseorang tidak disebut punya waktu luang hingga tubuhnya juga sehat. Barangsiapa punya 2 nikmat ini (sehat & waktu senggang), ia harus bersemangat dan jangan sampai tertipu dengan tidak bersyukur kepada Allah. Pasalnya, bersyukur termasuk bagian dari perintah Allah.

Mulai sekarang, kita harus membiasakan diri untuk mensyukuri apapun, mulai dari hal-hal atau sesuatu yang kecil. Dengan begitu, tidak akan sulit rasanya untuk mensyukuri nikmat yang lebih besar lagi.


Referensi:

(1) H.R. Ahmad 4/278

(2) Sunan Ibn Majah 4170

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY