Benarkah Tindakan Nindy Ayunda Mengumbar Aib Sang Mantan?

0
47
Nindy Ayunda

Nindy Ayunda – Kasus perceraian Nindy Ayunda dan mantan suaminya berujung dan memunculkan masalah baru. Salah satunya yakni saling mengumbar aib sang mantan. Ada sebagian netizen yang kontra dan pro pada gosip tersebut. Namun, tentu pergosipan ini akan berdampak negatif pada mental sang anak.

Sobat Cahaya Islam, perceraian bukanlah hal yang dilarang dalam Islam. Namun umat tidak dianjurkan untuk langsung menjatuhkan talak bila tidak dengan pertimbangan matang. Maka dari itu, saling menggosip perilaku mantan pasangan akan menjadi kegiatan yang tak terpuji sebab sama saja mengumbar aib kehidupan rumah tangga di masa lalu.

Bagaimana Umat Menanggapi Kasus Perceraian Nindy Ayunda?

Sobat Cahaya Islam, sebagai umat muslim seharusnya harus saling mengingatkan. Hal itulah yang perlu dilakukan oleh orang terdekat Nindy Ayunda agar ia tak terjerumus dalam kubangan maksiat seperti menggosip dan mengutarakan hal – hal yang tak bermanfaat di masa depan.

Apalagi menggosip kehidupan rumah tangga yang sebelumnya pernah dijalani. Padahal, secara logika, gosip antar keduanya akan memberikan dampak negatif pada keluarga terdekat, terutama anak kandung.

Bolehkah dalam Islam Saling Menggosip tentang Pasangan yang Sudah Jadi Mantan?

Nindy Ayunda

Tren mengungkapkan aib sang mantan suami maupun istri tampaknya menjadi konten yang cukup diminati oleh millenials baik di sosial media maupun kanal lain. Namun, tak banyak umat yang menyadari hal tersebut akan menjadi kehinaan baik bagi yang menceritakan maupun yang mendengarkan. Lebih bahayanya lagi, jika konten tersebut malah menjadi ladang dosa yang terus – terusan mengalir tanpa henti. Innalillahi.

Islam secara jelas memberikan gambaran bahwa bergosip atau mengumbar keburukan orang lain adalah aktivitas yang dilarang dan harius dijauhi. Apalagi jika mengumbar mantan pasangan yang dahulu sempat dijadikan sandaran hidup. Seperti yang diketahui, aktivitas pribadi pasangan suami istri bukanlah sesuatu yang harus diumbar.

Selain itu, permasalahan yang pernah dirasakan sebaiknya dijadikan pelajaran agar tidak terulang dibandingkan harus diumbar. Alih – alih berdamai, malah umat akan saling bercerai-berai bahkan bisa terputus silah ukhuwah diantaranya.

Padahal, Allah SWT berikan syariat bahwa talak dapat dijatuhkan tiga kali. Sehingga, jika seorang suami melakukan talak sekali, maka ia diberikan kesempatan kedua untuk membangun utuh rumah tangganya. Tentu hal ini adalah kemudahan yang Allah SWT berikan.

Apa yang Menyebabkan Umat Terlena untuk Saling Mengumbar Aib?

Nindy Ayunda

Ada beberapa faktor yang menyebabkan ummat menjadi terlena hingga akhirnya terpaksa bahkan dengan sengaja mengungkap fakta keburukan sang mantan. Tentu hal tersebut juga sudah dilalui dengan banyak pertimbangan.

Misal, faktor merasa tersakiti. Hal ini bisa saja menjadi pemicu untuk mengumbar aib sang mantan agar diri menjadi lebih lega dan tidak harus menjadi korban yang dihakimi.  Selain itu, faktor eksistensi diri. Secara fitrah, umat selalu ingin eksis dimanapun berada termasuk eksis dengan kondisinya setelah melangsungkan perceraian.

Selain itu, kondisi lingkungan yang ada juga seakan – akan mendukung bahwa mengumbar aib sang mantan adalah hal yang wajar, maka tak heran, konten YouTube maupun sosial media selalu menjadi trending.

Sudah selayaknya hal ini harus dievaluasi ke depan agar tak banyak ummat yang terjerumus pada hal – hal yang tak seharusnya dilakukan dan malah menjerumuskan ke dalam jurang kemaksiatan. Hal ini pun sesuai dengan hadits Rasulullah SAW yakni :

عَوْنِ اَلْعَبْدِ مَا كَانَ اَلْعَبْدُ فِي عَوْنِ أَخِيهِ – أَخْرَجَهُ مُسْلِمٌ.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa melepaskan kesusahan seorang muslim dari kesusahan dunia, Allah akan melepaskan kesusahannya pada hari kiamat. Barangsiapa memudahkan orang yang susah, Allah akan mudahkan urusannya di dunia dan akhirat. Barangsiapa menutupi aib seorang, Allah akan menutupi aibnya di dunia dan akhirat. Allah akan senantiasa menolong hamba-Nya selama ia menolong saudaranya.” (HR. Muslim) [HR. Muslim, no. 2699]

Nah Sobat Cahaya Islam, itulah pandangan Islam mengenai kasus Nindy Ayunda dengan mantan suaminya yang tak kunjung usai. Semoga kasus ini dapat diambil ibrahnya oleh ummat lainnya. Sehingga generasi masa depan lebih fokus untuk saling mengevaluasi secara pribadi bukan malah mengumbar hasil evaluasi. Semangat!

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY