Banjir di Nganjuk Jadi Peringatan Bagi Manusia, Tercatat Dalam Al Quran

0
81

Banjir Nganjuk – Banjir di Nganjuk Jawa Timur pada Minggu (14/2/2021) menerjang tiga kecamatan, yaitu Kecamatan Berbek, Kecamatan Nganjuk dan Kecamatan Loceret. Banjir tersebut menggenang dengan ketinggian 30 cm – 2,5 meter.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nganjuk mencatat ada 23 yang sebelumnya hilang. Lima orang sudah ditemukan, dua diantaranya meninggal dunia, sementara 19 orang masih belum ditemukan.

Bencana banjir seringkali terjadi di Indonesia, baik di perkotaan, perkampungan maupun pedesaan. Hal itu tak lain karena penebangan hutan di sekitar hulu sungai.

Sementara permukaan tanah tersumbat oleh beton-beton hingga air tak bisa meresap ke tanah. Kondisi tersebut diperparah dengan tumpukan sampah yang dibuang sembarangan.

Sobat Cahaya Islam, Al Quran pun menceritakan bagaimana bencana alam menimpa umat manusia karena  kesombongan dan keserakahan manusia. Berikut ulasannya dalam pandangannya menurut Islam.

Banjir di Nganjuk Jadi Bahan Renungan, Ini Maknanya Dalam Al Quran

Al Quran mencatat banjir terbesar di muka bumi pernah terjadi di zaman Nabi Nuh. Genangan air tersebut menenggelamkan dan meniadakan peradaban manusia.

“Lalu Kami bukakan pintu-pintu langit dengan (menurunkan) air yang tercurah, dan Kami jadikan bumi menyemburkan mata-mata air maka bertemulah (air-air) itu sehingga (meluap menimbulkan) keadaan (bencana) yang telah ditetapkan. Dan Kami angkut dia (Nuh) ke atas (kapal) yang terbuat dari papan dan pasak. (al-Qamar ayat 11-13).

Kemudian Allah memerintahkan Nabi Nuh untuk mengajak berbagai spesies untuk naik ke atas perhunya. Sementara manusia di daratan dimusnahkan dengan air, termasuk anak laki-laki Nabi Nuh.

اِلَى اللّٰهِ مَرْجِعُكُمْ ۚوَهُوَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ

Dia (anaknya) menjawab, “Aku akan mencari perlindungan ke gunung yang dapat menghindarkan aku dari air bah!” (Nuh) berkata, “Tidak ada yang melindungi dari siksaan Allah pada hari ini selain Allah yang Maha Penyayang.” Dan gelombang menjadi penghalang antara keduanya; maka dia (anak itu) termasuk orang yang ditenggelamkan. (Surah Hud ayat 43).

Setelah semuanya tenggelam, banjir pun berakhir. Perahu Nabi Nuh terdampar di Judi, yaitu tempat yang tinggi.

Cara Mudah Mencegah Banjir yang Bisa Dilakukan Sendiri

1. Tidak Membuang Sampah Sembarangan

Imbauan agar tidak membuang sampah sembarangan sudah digalakkan sejak lama. Namun nyatanya sampai saat ini masih saja banyak dilakukan.

Untuk itu kita bisa memulainya dari hal kecil. Sekecil apapun sampahnya tetap harus di buang pada tempatnya.

2. Menanam Pohon di Sekitar Rumah

Menanam pohon atau tanaman di rumah ternyata bisa mencegah banjir. Meski berskala kecil, namun siapa sangka, akar tanaman justru penting untuk proses penyerapan air.

3. Memperbaiki Saluran Air

Coba perhatikan saluran air di sekitar rumah. Pastikan alirannya berjalan dengan baik agar air tidak meluap. Anda juga harus rajin membersihkan selokan agar bersih dari sampah atau material-material yang tersangkut.

4. Jangan Menghambat Penyerapan Air

Pastikan pekarangan rumah tidak ditutup dengan beton atau aspal. Sebab material tersebut bisa mencegah penyerapan air. Jika air tidak terserap lambat laun air akan meluap.

Sehingga biarkan saja pekarangan rumah Anda dari tanah saja. Namun jika tidak memungkinkan Anda bisa menggunakan paving agar air tetap bisa menyerap ke tanah.

5. Jangan Menebang Pohon Secara Liar

Penebangan pohon secara liar hingga saat ini masih banyak dilakukan. Meski demikian sebagai masyarakat yang baik, kita bisa mencegahnya mulai dari diri sendiri.

Demikianlah cara mudah mencegah banjir dari diri sendiri serta bagaimana memaknai banjir di Nganjuk agar menjadi renungan bagi umat manusia khususnya umat muslim.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY