Banjir Terjadi Dimana-mana, Begini Seharusnya Sikap Seorang Muslim Menghadapi Bencana

0
1404
Banjir dan sikap seorang muslim

Banjir dan sikap seorang muslim –  Musim penghujan melanda negara Indnonesia, banjir terjadi dimana-mana dan mengakibatkan berbagai bencana lainnya. Sebagai seorang muslim tentu kita perlu memberikan contoh yang baik. Jadi Sobat perlu mengetahui ketika terjadi banjir dan sikap seorang muslim.

Tampak jagad media sosial riuh membincarakan tempat pemkaman umum yang terkena banjir dan longsor.

Puluhan kuburan rusak dan pada gambar yang  beredar terlihat kain kafan yang masih utuh dengan jasadnya, diketahui juga puluhan jenazah hampir hanyut. Kejadian tersebut, terjadi TPU Sinaraga, kota Bandung, Jawa Barat. Hal ini terjad akibat tanggul pemakaman jebol.

Kejadian tersebut tentu membuat resah sekaligus sedih. Tanah Indonesia semakin gundul, sedikit sekali pepohonan yang menopang tanah agar tetap kokoh dan mampu menyerap air hujan.

Tidak hanya itu banjir juga seperti biasa melanda kota-kota besar karena curah hujan yang tinggi. Serta longsor terjadi di daerah pegunungan atau dataran tinggi. Sebagai seorang muslim, kita perlu menunjukan sikap sebagai seorang taat pada ketetapan Allah.

Banjir dan Sikap Seorang Muslim Menghadapi Bencana

Mengetahui sikap ini, harus mampu membuat Sobat bisa memberikan tanggapan yang tepat ketika menghadapi berbagai musibah yang kini tengah menimpa. Inilah hendaknya sikap seorang muslim ketika menghadapi bencana.

1. Memohon perlindungan pada Allah

Rasulullah ketika menghadapi berbagaii bencana, ia selalu memohon perlindungan kepada Allah. Sedangkan kita sebagai umatnya, sudah seharusnya meniru hal tersebut dan perbanyak istighfar karena bisa saja ini merupakan teguran bagi Allah bagi umat manusia.

Banjir dan sikap seorang muslim

Misalnya ketika terjadi longsor atau banjir, Sobat dapat mengucapkan.

Aku berlindung kepada-Mu dengan kebesaran-Mu agar aku tidak diserang/ditelan dari arah bawah (bumi)” (HR. Nasa’i no. 5529).

Rasulullah juga mengajarkan sebuah doa saat kita tertimpa bencana atau musibah.

“Sesungguhnya kita milik Allah, dan kita akan kembali kepada-Nya. Ya Allah, berilah aku pahala atas musibah yang menimpaku dan gantilah untukku dengan yang lebih baik darinya (HR. Muslim no. 918).

Disamping itu, Sobat juga perlu melantunkan do’a untuk keselamatan umat muslim lainnya.

2. Bersabar dan mengucapkan Inna Lillahi wa Inna Ilaihi Raji’un

Sikap yang kedua, tentu kita perlu bersabar dan ridho menerima setiap ketetapan yang telah Allah berikan dan mengucapkan Inna lillahi wa inna illahi raji’un. Sesuai dengan firmannya dalam surah Al-Baqarah ayat 156.

“Orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka berkata “Inna lillahi wa inna ilaihi raji‘un” (sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nyalah kami kembali) (QS. Al-Baqarah [2]: 156).

Kemudian kita harus mampu mengintropeksi diri serta yakin bahwa setiap maslah dan cobaan ada, merupakan ujian bagi orang beriman dan teguran bagi orang yang ingkar. Bahkan Allah akan menghapus dosa seorang muslim yang bersikap sabar ketika  tertimpa musibah.

3. Mendekatkan diri kepada Allah

Langkah berikutnya, Sobat harus mampu lebih mendekatkan diri kepada Allah. Karena dengan musibah dan kesedihan ini, merupakan momentum yang tepat untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah.

Banjir dan sikap seorang muslim

Para ulama sendiri, seringkali mengingatkan bahwa dengan musibahlah yang membuat kita semakin dekat dengan Allah. Daripada nikmat yang seringkali membuat kita lalai dan lupa pada Pencipta.

4. Berprasaka baik kepada Allah

Meski musibah bukanlah sesuatu yang mengenakan, tetapi sebagai seorang muslim yang taat kita harus tetap berprasanka baik kepada Allah. Harus yakin bahwa segala yang terjadi merupakan sesuatu yang terbaik bagi kita.

Sejumlah musibah yang terjadi saat ini, semoga mampu membuat kita lebih dekat dengan Allah. Sekian artikel tentang banjir dan sikap seorang muslim ini dibuat. Wallahu’alam.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY