Guru Belajar Sebuah Kesempatan Dapat Beasiswa, Ingat 2 Hal yang Sering Dilupakan Manusia Menurut Islam

0
134

Guru Belajar – Merupakan salah satu program beasiswa yang diselenggarakan oleh Kemendikbud yang ditujukan kepada para guru di bawah naungan Kemendikbud, dengan syarat telah memiliki Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan (NUPTK).

Adapun beasiswa Guru Belajar ini, yakni beasiswa kualifikasi S-2 bagi guru dan pendidik. Pendidik bisa mendaftarkan diri mulai tanggal 21 Oktober 2020 sampai tanggal 6 November 2020. Hal ini merupakan kesempatan emas untuk mengenyam pendidikan bagi guru yang masih S-1.

Beasiswa pendidikan tersedia banyak, maka tidak ada alasan lagi untuk tidak menuntut ilmu dikarenakan tidak adanya biaya. Padahal, jika seseorang sudah masuk jenjang pendidikan pasti ada jalan rezekinya dari mana.

Sobat Cahaya Islam, manusia adalah tempatnya lupa, lupa atas hal yang istimewa yang telah Allah SWT berikan kepada kita. Tidak lain bernama nikmat, ada banyak nikmat yang dipersembahkan kepada kita tidak terhitung nilainya.

Hanya saja, memang manusia sering terlena dalam menjalani kehidupan. Bagaimana dengan kalian? Apakah kalian sering lupa dengan nikmat yang Allah SWT berikan? Jika benar, mari kita ingat bersama nikmat yang berharga yang sering dilupakan menurut pandangan agama Islam.

Beasiswa Guru Belajar Kesempatan Guru untuk Belajar Kembali, 2 Hal yang Sering Dilupakan Menurut Agama Islam

Islam agama yang peduli dengan umatnya, salah satu buktinya yakni tidak bosan-bosan agama memperingatkan umatnya lewat sumber-sumber hukum Islam di antaranya yakni Al-Qur’an dan hadis.

Salah satu peringatan yang sering digelontorkan terkait dua hal nikmat yang sering dilupakan. Sebagaimana dalam hadis riwayat Bukhari berikut ini.

نِعْمَتَانِ مَغْبُونٌ فِيهِمَا كَثِيرٌ مِنَ النَّاسِ ، الصِّحَّةُ وَالْفَرَاغُ

“Ada dua kenikmatan yang banyak manusia tertipu, yaitu nikmat sehat dan waktu senggang“. (HR Al-Bukhari No. 6412)

Berdasarkan hadis di atas jelas, mau diakui maupun tidak diakui manusia kebanyakan sering melupakan dengan namanya sempat dan sehat.

  1. Nikmat Sempat

Setiap orang tentu memiliki waktu barang sebentar waktu luang sesibuk apa pun pekerjaannya. Tetapi tidak semua orang termasuk umat Islam sadar akan nikmat tersebut.

Alhasil waktu yang cukup senggang terbuang begitu saja tanpa makna yang berarti. Padahal, sebenarnya waktu luang adalah kesempatan menabung kebaikan. Sebab terlanjur lupa akan waktu sempat, beberapa hal yang bisa dilakukan justru tertunda. Ingat waktu adalah kesempatan menambah kebaikan belum tentu kesempatan itu datang dua kali.

Sempat yang utama tidak lain adalah kesempatan masih hidup di dunia itu berarti masih diberi kesempatan memperbaiki diri, beribadah, maupun hal yang baik lainya sebelum ajal menjemput.

  1. Nikmat Sehat

Merasa tubuh sehat, jika tidak ingat kepada yang memberikan kesehatan hingga lupa untuk menyempatkan diri bersujud kepada-Nya. Apalah artinya sebagai muslim.

Muslim sehat merupakan muslim yang diberikan kepercayaan untuk menggunakan raga yang sehat dengan melakukan serangkaian ibadah. Mengingat ketika sakit mendera belum tentu suatu ibadah bisa dijalankan dengan maksimal.

Oleh karena itu, umat Islam sebaiknya senantiasa ingat dengan dua nikmat yang sering dilupakan itu, agar tidak akan menyesal kelak bila sewaktu-waktu Allah SWT mengambilnya.

Semoga kita termasuk muslim yang senantiasa ingat dengan nikmat yang Allah SWT limpahkan apa pun bentuknya nikmat itu dan bisa memanfaatkan nikmat dengan sebaik-baiknya. Aamiin.

Sobat Cahaya Islam, itu dua nikmat yang sering dilupakan manusia menurut pandangan agama Islam. Daftarlah beasiswa Guru Belajar bagi yang memenuhi persyaratan karena ini kesempatan.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY