Apa Itu Resesi – Baru-baru ini kata Resesi menjadi perbincangan hangat. Sobat pasti penasarsan apa itu resesi dan mengapa orang-orang membincarakan hal tersebut. Untuk menjawab rasa penasaran Sobat Cahaya Islam, kami akan membahasnya melalui artikel ini.
Karena topik ini sudah sepatutnya diketahui masyarakat Indonesia. Sebagai bentuk gambaran perekonomian negara Indonesia. Itulah mengapa Sobat perlu tahu apa itu resesi dan daftar negara yang terancam resesi global.
Apa itu Resesi?
Resesi merupakan sebuah keadaan, dimana pertumbuhan ekonomi dalam dua kuartal mengalami pertumbuhan yang buruk dalam jangka bertahun-tahun. Sederhananya, kondisi dimana perekonomian negara sedang memburuk.
Hal ini terlihat dari PDB (produk domestik bruto) negatif, angka pengangguran semakin meningkat, dan pertumbuhan ekonomi rill memiliki nilai negatif dua kuartal beturut-turut.
Resesi terjadi karena adanya guncangan ekonomi secara tiba-tiba, keadaan ini menimbulkan kerugian yang serius. Misalnya saja pada tahun 1970-an OPEC melakukan pemotongan minyak ke AS tanpa adanya peringatan, hingga mengakibatkan terjadinya resesi.
Begitu juga dengan wabah COVID-19 kemarin, yang membuat masyarakat kelimpungan bahkan mematikan perekonomian dunia. Meskipun begitu, sejumlah negara ASEAN tidak takut terhadap gertakan Resesi tersebut. Karena perekonomian negaranya sudah mulai pulih dan mengalami peningkatan
Daftar Negara Absen dari Resesi
Sejumlah negara ini optimis dan sudah telihat perkembangan ekonominya. Sehingga mereka dapat menyatakan diri bebas atau absen dari resesi. Berikut ini sejumlah negara ASEAN yang absen dari resesi.
1. Vietnam


Perekonomian Vietnam memliki catatan yang baik sejak awal tahun. Terbukti pada kuartal I tumbuh 5,05%, kuarta II tumbuh 7,72% dan kuartal III mencapai 13,67%.
Berkembangnya perekonomian Vietnam didukung oleh sektor Industri dan juga kontruksi yang tumbuh 12,91%. Serta jasa tumbuh mencapai 18,86% dan pertanian tumbuh 3,24%. Hal ini menjadikan Vietnam menjadi salah satu negara yang sudah mulai pulih dari dampak COVID-19.
2. Indonesia


Hal ini berdasarkan penuturan dari Presiden Jokowi. Ia mengungkapkan perekonomian Indonesia telah berhasil tumbuh ditengah berbagai resiko global yang tengah mengancam. Pertumbuhan kuartal I dan II berhasil tumbuh diatas 5%, dengan masing-masing 5,01% dan 5,44%.
Bahkan pada kuartal III diperkirakan bisa tumbuh lebih tinggi dan melampaui kinerja yang positif pada paruh awal tahun 2022. Pendapat ini diperkuat dengan pernyataan Menteri Keuangan Sri Mulyani.
Meskipun menurutnya ada resiko resesi dunia tahun 2023 karena adanya kenaikan suku bunga, tapi Indonsia relatif diposisi aman.
3. Singapura
Pada posisi ketiga, Singapura menyusul dengan awal kuartal I 3,8%, kuartal II 4,4%. Meski peretumbuhan ekonomi Singapura lebih lamat dari tahun sebelumnya, tapi Singapura tetap optimis tidak akan jatuh ke jurang resesi tahun 2023 mendatang.
4. Malaysia
Perkembangan negara Malaysia jauh dari ekspektasi dan tumbuh impresif, bahkan melampaui negara Indonesia. Negara ini berhasil mencapi perkembangan 8,9% dan jauh dari jurang resesi yang akan datang.
5. Filipina
Sama seperti Malaysia, Filipina tumbuh melewati negara Indonesia. Tampak pada kuartal II sudah mencapai 7,4%. Tapi dibandingkan kuartal sebelumnya, mengalami penurunan.
6. Thailand
Negara Thailand juga mulai bangkit dari dampak COVID-19. Negara ini mencapai 2,5% untuk kuartal II tahun 2022.
Dengan mengetahui status negara Indonesia menghadapi resesi, harus mampu membuat Sobat lebih semangat dalam mencari nafkah dan menjalankan hidup. Tapi tetap harus diimbangi dengan ibadah dan tetap mengutamkan akhirat.
“Barangsiapa yang (menjadikan) dunia tujuan utamanya maka Allah akan mencerai-beraikan urusannya dan menjadikan kemiskinan/tidak pernah merasa cukup (selalu ada) di hadapannya, padahal dia tidak akan mendapatkan (harta benda) duniawi melebihi dari apa yang Allah tetapkan baginya. Dan barangsiapa yang (menjadikan) akhirat niat (tujuan utama)nya maka Allah akan menghimpunkan urusannya, menjadikan kekayaan/selalu merasa cukup (ada) dalam hatinya, dan (harta benda) duniawi datang kepadanya dalam keadaan rendah (tidak bernilai di hadapannya)” (HR. Ibnu Majah no. 4105)
“Bukanlah kekayaan itu dengan banyaknya harta benda, tetapi kekayaan (yang hakiki) adalah kekayaan (dalam) jiwa” (HR. Bukhori no. 6081)
Serta Firman Allah;
“Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi” (QS. Al Qashshash ayat 77)
Sekian artikel tentang apa itu resesi dibuat. Semoga menambah wawasan Sobat Cahaya Islam.

































